Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Dapur Redaksi » Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Ketika Tema Global Menjadi Satir bagi Kondisi Lingkungan di Sambas

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Ketika Tema Global Menjadi Satir bagi Kondisi Lingkungan di Sambas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Ketika Tema Global Menjadi Satir bagi Kondisi Lingkungan di Sambas

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tanggal 5 Juni sejatinya menjadi momentum refleksi bersama tentang hubungan manusia dengan alam serta tanggung jawab menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Tahun 2026, dunia mengangkat tema global “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” atau “Terinspirasi oleh Alam. Untuk Iklim. Untuk Masa Depan Kita”. Sementara di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup mengusung tema nasional “Saatnya Beraksi untuk Iklim Melalui Gerakan Indonesia ASRI”.

Namun bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, tema tersebut justru terasa seperti satir yang menyakitkan.

Sebab realitas lingkungan yang terjadi di lapangan sangat kontras dengan semangat yang digaungkan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Konflik agraria antara masyarakat dengan korporasi perkebunan kelapa sawit masih terus terjadi. Dengan dalih investasi dan pembangunan ekonomi, masyarakat kecil kerap berada di posisi yang dirugikan.

Ganti rugi tanam tumbuh (GRTT) yang tidak terealisasi secara adil, janji pembangunan kebun plasma yang tidak sepenuhnya dipenuhi, hingga persoalan hak-hak masyarakat atas lahan menjadi cerita panjang yang belum terselesaikan.

Di sisi lain, kondisi lingkungan hidup terus mengalami tekanan.

Air di DAS Sambas Besar beserta sejumlah sub DAS yang selama ini digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga kakus, pernah tercemar akibat aktivitas industri maupun tumpahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Belum lagi pencemaran akibat aktivitas pertambangan pasir dan pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

Informasi dari warga di wilayah perbatasan juga menyebut aktivitas PETI mulai merambah sejumlah kawasan Taman Wisata Alam (TWA) di Kecamatan Sajingan Besar.

Ironisnya, perambahan kawasan hutan juga terus terjadi.

Alih fungsi kawasan hutan lindung menjadi kebun sawit, pembukaan lahan oleh oknum tertentu, penanaman tanaman komersial di kawasan yang seharusnya dilindungi, hingga rusaknya kawasan mangrove di pesisir Kecamatan Paloh menjadi gambaran nyata lemahnya perlindungan terhadap ekosistem.

Padahal mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami wilayah pesisir, habitat satwa liar, penyerap karbon, sekaligus pelindung kehidupan masyarakat dari abrasi dan dampak perubahan iklim.

Jika kerusakan ini terus dibiarkan, maka ancaman terhadap kehidupan masyarakat pesisir di masa depan bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan kenyataan yang perlahan sedang terjadi.

Tidak hanya itu, kawasan lahan gambut juga terus mengalami penyusutan akibat pembukaan lahan secara masif untuk perkebunan kelapa sawit. Kondisi tersebut bahkan mulai merambah kawasan konservasi, Taman Wisata Alam, hingga kawasan hutan lindung.

Hal ini memperlihatkan bahwa ancaman terhadap lingkungan hidup di Kabupaten Sambas semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

Karena itu, Hari Lingkungan Hidup Sedunia seharusnya tidak berhenti pada seremoni, slogan, atau sekadar poster ucapan.

Momentum ini harus menjadi panggilan moral untuk menghadirkan keberanian dalam melindungi lingkungan hidup, menegakkan hukum secara adil, serta memastikan pembangunan tidak mengorbankan hak masyarakat dan keberlangsungan ekosistem.

Alam bukan hanya sumber ekonomi.

Alam adalah ruang hidup bersama.

Jika hutan rusak, sungai dan laut tercemar, mangrove hilang, serta lahan gambut terus menyusut, maka yang terancam bukan hanya lingkungan, tetapi juga masa depan generasi berikutnya.

Lingkungan bukan warisan leluhur, melainkan titipan anak cucu yang wajib dijaga bersama.

“Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026” 

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Radiman Lah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Luwu Utara, H Jumail Mappile Hadiri Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional

    Wabup Luwu Utara, H Jumail Mappile Hadiri Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 105
    • 0Komentar

    LUTRA.LIDIK.CO Wakil Bupati Luwu Utara, H Jumail Mappile menghadiri peringatan hari kesehatan gigi dan mulut nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman kantor camat Sukamaju dengan tema ” Gigiku Sehat Tubuhku Kuat”. Acara tersebut terlaksana atas kerjasama dengan beberapa lembaga sosial baik nasional maupun internasional yang bergerak dalam layanan kesehatan dan pembinaan anak, antara lain  MARS […]

  • Forkompinda Dampingi Kunjungan Kerja Wamen Pertanian Di Wilayah Blitar Raya

    Forkompinda Dampingi Kunjungan Kerja Wamen Pertanian Di Wilayah Blitar Raya

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 175
    • 0Komentar

    BLITAR.LIDIK.CO Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Bapak Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA, melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Blitar Raya, Rabu (30/7/2025). Kunjungan tersebut dilangsungkan di PT. Greenfields Indonesia Dairy Farm II, Dusun Pijiombo Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, dalam rangka peninjauan langsung fasilitas peternakan sapi perah dan lokasi instalasi biogas dan dilanjutkan ke Makan Bung […]

  • Plang Proyek Hilang Lupa Jika Mutu Tidak Boleh Hilang: Potret Pembangunan di Kalbar

    Plang Proyek Hilang Lupa Jika Mutu Tidak Boleh Hilang: Potret Pembangunan di Kalbar

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co   Di bawah papan proyek bernilai ratusan juta rupiah, pembangunan kualitas permukiman ini sudah pecah, retak, dan berhamburan seperti janji pembangunan yang tak pernah utuh. Tidak dicantumkan waktu pelaksanaan tapi tanggal kontrak jelas di bulan Juni 2025. CV pelaksana dan konsultan tercantum jelas, tapi hasilnya, seperti proyek yang lebih sibuk cetak papan daripada […]

  • Tenaga Ahli Proyek Pemerintah: Hadir di Dokumen, Menghilang di Lapangan

    Tenaga Ahli Proyek Pemerintah: Hadir di Dokumen, Menghilang di Lapangan

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Lidik.co
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Foto ilustrasi oleh AI Tenaga Ahli Proyek Pemerintah: Hadir di Dokumen, Menghilang di Lapangan Keberadaan tenaga ahli dalam proyek pemerintah bukan sekadar formalitas administrasi. Mereka merupakan bagian penting dalam sistem pengendalian mutu yang dirancang untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, memenuhi standar keselamatan kerja, tepat waktu, dan menghasilkan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. […]

  • Kades Kuala Dorong Distribusi BBM dari SPBUN Tepat Sasaran

    Kades Kuala Dorong Distribusi BBM dari SPBUN Tepat Sasaran

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Radiman Lah
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Foto Kades Kuala Uji coba terbatas berjalan, namun akses solar subsidi bagi ratusan nelayan Selakau belum sepenuhnya terbuka.   Sambas, Lidik.co Ratusan nelayan Selakau berharap, SPBUN bernomor 68.794.004 yang berdomisili di Desa Kuala Kecamatan Selakau ini bisa beroperasi penuh agar mempermudah akses pembelian BBM jenis solar subsidi. Meski infrastruktur selesai dan uji coba berjalan, distribusi […]

  • Mayat Pria Ditemukan di Ruang Kepala Unit BRI Bone-Bone, Luwu Utara

    Mayat Pria Ditemukan di Ruang Kepala Unit BRI Bone-Bone, Luwu Utara

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Luwu Utara, Lidik.co     Suasana duka menyelimuti Kantor Unit Bank BRI Bone-Bone, Desa Patoloan, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel pukul 08.30 WITA, ditemukan seorang pria dalam kondisi tak bernyawa di ruang Kepala Unit bank tersebut, Minggu (12/10/2025). Korban diketahui bernama Hamid (30), seorang petugas keamanan (security) yang bertugas di kantor tersebut. Ia berdomisili […]

expand_less Back to top