Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Dapur Redaksi » Sepantai Airnya Keruh Diamana Para Pemangku Kewenangan

Sepantai Airnya Keruh Diamana Para Pemangku Kewenangan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 20 Apr 2026

Tajuk Rencana

“Negara yang Absen di Hulu: Sepantai, Air Keruh, dan Diamnya Para Pemangku Kewenangan”

Di hulu Sungai Sambas, tepatnya di Desa Sepantai, Kecamatan Sejangkung, krisis tidak datang dengan suara keras. Ia mengalir pelan—berwarna cokelat, menyerupai kopi susu—lalu menetap dalam kehidupan warga selama bertahun-tahun.

Pemandangan Air sungai yang keruh didepan salah satu ruang warga

Air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan berubah menjadi sumber penyakit. Sungai yang dahulu memberi ikan dan udang, kini justru membawa gatal-gatal saat banjir, bahkan menghadirkan ancaman baru: buaya yang mulai sering muncul di aliran yang sama.

Pertanyaannya sederhana: di mana negara?

Sungai di Sepantai

Warga tidak sedang meminta sesuatu yang mewah. Mereka hanya ingin air bersih dan sungai yang kembali layak digunakan. Namun hingga kini, yang tersedia hanyalah solusi tambal sulam—tandon air satu unit per RT, dua sumur bor, itu pun tidak mencukupi. Selebihnya, warga dibiarkan beradaptasi dengan krisis.

Padahal, akar persoalan sudah terang benderang. Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI), yang diduga berlangsung di wilayah hulu hingga lintas kabupaten, menjadi faktor dominan rusaknya kualitas air. Dari daratan, kini merambah ke badan sungai melalui metode penyedotan yang memperparah kekeruhan.

Artinya, ini bukan sekadar isu lingkungan lokal. Ini adalah persoalan tata kelola wilayah, pengawasan lintas daerah, dan—yang paling krusial—soal keberanian negara menegakkan hukum.

Di titik ini, publik berhak mempertanyakan kinerja instansi yang memiliki mandat langsung.

Peran Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas seharusnya tidak berhenti pada pencatatan atau program administratif. Ketika kualitas air sungai sudah berada pada level yang mengancam kesehatan masyarakat, maka intervensi harus bersifat nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Begitu pula dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkayang yang memiliki tanggung jawab di wilayah hulu. Kerusakan lingkungan tidak mengenal batas administrasi. Sungai mengalir tanpa membaca peta kabupaten—dan pencemaran di satu wilayah akan menjadi beban di wilayah lainnya.

Di sisi lain, aparat penegak hukum tidak bisa terus berdiri di posisi abu-abu. Aktivitas PETI bukan fenomena baru. Ia berlangsung terbuka, berulang, bahkan dalam skala yang kian masif. Jika penegakan hukum berjalan optimal, mustahil praktik ini terus mengakar hingga puluhan tahun.

Diam, dalam konteks ini, bukan lagi netral. Ia adalah bentuk pembiaran.

Lebih jauh, pemerintah daerah di dua kabupaten ini semestinya tidak bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan langkah kolaboratif—mulai dari penertiban PETI di hulu, pemulihan kualitas sungai, hingga penyediaan infrastruktur air bersih yang layak bagi warga terdampak.

Sepantai hari ini adalah cermin dari satu kegagalan kolektif: ketika sumber daya alam dieksploitasi tanpa kendali, sementara masyarakat yang hidup paling dekat dengannya justru menanggung beban terberat.

Namun, harapan belum sepenuhnya hilang.

Selama masih ada keberanian untuk mengakui masalah, diikuti tindakan konkret yang terukur, maka pemulihan bukan hal yang mustahil. Sungai bisa kembali jernih. Ikan dan udang bisa kembali menjadi sumber penghidupan. Dan warga tidak lagi harus menyimpan obat gatal sebagai “perlindungan wajib” di rumah mereka.

Yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar wacana, melainkan keputusan.

Karena jika negara terus absen di hulu, maka krisis di hilir hanyalah soal waktu.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadispenad: Ciptakan Kondusifitas Jakarta, TNI AD Gelar Patroli Skala Besar

    Kadispenad: Ciptakan Kondusifitas Jakarta, TNI AD Gelar Patroli Skala Besar

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Radiman Lah
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JAKARTA, LIDIK.CO – TNI Angkatan Darat menggelar patroli skala besar bersama unsur terkait di seluruh wilayah Jakarta sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban pasca meningkatnya dinamika aksi unjuk rasa belakangan ini. Patroli perdana dilaksanakan pada Minggu (31/8/2025) dengan titik keberangkatan dan finish di Posko Kodim 0501/Jakarta Pusat di kawasan Monas. Beberapa kota-kota lain […]

  • Hari Kebebasan Pers Sedunia: Jurnalis Pikul Tanggung Jawab besar

    Hari Kebebasan Pers Sedunia: Jurnalis Pikul Tanggung Jawab besar

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Rudi Kurniawan Sambas, Lidik.co   Pada peringatan “World Press Freedom Day 2026” atau Hari Kebebasan Pers Sedunia tidak sekedar berkumpul untuk merayakan kebebasan berpendapat. Lebih dari itu, momen ini merupakan pengingat bahwa jurnalis sedang memikul tanggung jawab besar untuk ikut serta membangun peradaban dan menjaga perdamaian antara sesama masyarakat, Selasa (5/5/2026). “Di tengah derasnya arus […]

  • Guna Mengenalkan Ketahanan Pangan Dengan Para Siswa , Kepala Sekolah SMA N 2 Tanjung Raja Menggelar Penanaman Bibit Jeruk di Area Sekolah

    Guna Mengenalkan Ketahanan Pangan Dengan Para Siswa , Kepala Sekolah SMA N 2 Tanjung Raja Menggelar Penanaman Bibit Jeruk di Area Sekolah

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Nazly
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Ogan Ilir, LIDIK.CO – SMA N 2 Tanjung Raja, gelar penanaman bibit jeruk satu murid satu bibit jeruk, yang berlokasi di areal sekolah dengan luas satu hektare, tepatnya di Tj. Raja Tim. Kec. Tj Raja. Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Jumat (07/11/2025). Kegiatan yang mengusung tema. “ Program Ketahanan Pangan SMA N 2 Tanjung Raja|BISA ”. […]

  • Kapolda Kalbar Silaturahmi ke Pangdam XII/Tanjungpura, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan

    Kapolda Kalbar Silaturahmi ke Pangdam XII/Tanjungpura, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Foto Kapolda Kalbar, Pangdam Tanjungpura dan rombongan. Pontianak, Lidik.co – Kapolda Kalimantan Barat yang baru, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, melakukan silaturahmi dengan Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, di Markas Kodam XII/Tanjungpura, Pontianak, Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Kalimantan Barat. […]

  • LMHA Kamoro Keluhkan Lambannya Penerbitan SK, Yohanis Boyau: Semua Syarat Sudah Dipenuhi

    LMHA Kamoro Keluhkan Lambannya Penerbitan SK, Yohanis Boyau: Semua Syarat Sudah Dipenuhi

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    LMHA Kamoro Yohanis Boyau Mimika, Lidik.co Pengurus Lembaga Masyarakat Hukum Adat (LMHA) Kamoro mengeluhkan lambannya penerbitan Surat Keputusan (SK) oleh Pemerintah Kabupaten Mimika, meskipun seluruh tahapan dan persyaratan diklaim telah dipenuhi sesuai ketentuan Permendagri Nomor 52 Tahun 2014, Kamis (23/4/2026). Ketua LMHA Kamoro, Yohanis Boyau, menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan seluruh prosedur yang diwajibkan, mulai […]

  • Dirut Perum BULOG Ajak  Media Lihat Langsung Perawatan Dan Pemeliharaan Beras  BULOG,  Pastikan Beras BULOG Layak Dikonsumsi Masyarakat

    Dirut Perum BULOG Ajak Media Lihat Langsung Perawatan Dan Pemeliharaan Beras BULOG, Pastikan Beras BULOG Layak Dikonsumsi Masyarakat

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 92
    • 0Komentar

    JAKARTA.LIDIK.CO Direkarur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani  berinisiatif mengundang awak media nasional untuk meninjau secara langsung ke Gudang dan Sentra Pengolahan Beras BULOG Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (6/8/2025). Maksud tujuan utama mengundang awak media meninjau secara langsung proses perawatan dan pemeliharaan beras agar dapat dijelaskan secara detil kepada publik nasional melalui awak media yang […]

expand_less Back to top