Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Anggota DPRD Sambas Ramzi Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sel, 25 Agu 2026

Anggota DPRD Sambas fraksi PAN Ramzi
Sambas, Lidik.co — Kondisi kabut yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas dan Kalimantan Barat menjadi perhatian serius karena dinilai berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas dari Fraksi PAN, Ramzi, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan yang mendesak. Dan jika keluar rumah hendaknya menggunakan masker.
Imbauan tersebut disampaikan Ramzi sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut yang menurutnya semakin mengkhawatirkan.
“Demi menjaga kesehatan saya menghimbau kepada masyarakat luas untuk tidak terlalu sering beraktifitas di luar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak atau urgen,” ujar Ramzi saat dihubungi, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan membatasi paparan udara luar, khususnya ketika kondisi kabut semakin pekat.
Selain mengimbau masyarakat, Ramzi juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sambas mengambil langkah bijak untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan, terutama pada sektor pendidikan dan pemerintahan.
“Kami mendorong agar aktivitas pendidikan dan pemerintahan diliburkan sementara dan digantikan dengan belajar dan bekerja dari rumah,” terang Ramzi.
Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat apabila kondisi kualitas udara terus memburuk.
Ramzi berharap pemerintah daerah dapat segera mempertimbangkan langkah yang diperlukan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan serta aspek kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak menganggap remeh kondisi kabut yang terjadi. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dilakukan hanya apabila benar-benar diperlukan, sementara masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan diri sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Imbauan ini menjadi penting mengingat kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan.
- Penulis: Redaksi
















Saat ini belum ada komentar