Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sambas » Sikapi Raperda RTRW Sambas SGW Wacanakan Diskusi Publik 

Sikapi Raperda RTRW Sambas SGW Wacanakan Diskusi Publik 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 19 Sep 2026

Foto ilustrasi oleh AI

Sambas, Lidik.co – Sambas Governance Watch (SGW) mewacanakan penyelenggaraan diskusi publik dalam rangka menyikapi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sambas.

Wacana tersebut muncul di tengah belum terlihatnya tanda-tanda DPRD Sambas membuka ruang diskusi atau memberikan kesempatan kepada masyarakat secara lebih luas untuk menyampaikan masukan dalam tahapan pembahasan substantif Raperda RTRW.

Permintaan masyarakat sebenarnya sudah cukup jelas. Partisipasi publik diharapkan tidak hanya diberikan pada saat sosialisasi Raperda, tetapi juga tersedia ketika substansi Raperda masih dalam proses pembahasan, sehingga masyarakat dapat menyampaikan persoalan, data, pandangan maupun kondisi faktual yang mereka hadapi.

Hal tersebut dinilai penting karena RTRW merupakan Raperda yang strategis, menyangkut arah pemanfaatan ruang wilayah dan pada akhirnya akan menjadi aturan yang mengikat serta berdampak langsung kepada masyarakat.

Jika sampai pembahasan substantif berlangsung namun ruang partisipasi publik belum juga dibuka, SGW melalui koordinatornya, Uray Guntur Saputra, menyatakan akan mengambil inisiatif menyelenggarakan diskusi publik dengan mengundang berbagai pihak yang berkepentingan.

“Kalau ruang partisipasi pada tahap pembahasan belum dibuka juga, ya sudah, biar kami yang mengundang. Akademisi kita undang, ahli kita undang, mahasiswa, LSM, DPRD dan pemerintah daerah juga kita undang. Kita buka ruang diskusinya sendiri,” ujar Uray dengan nada ringan.

Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk mengambil alih kewenangan DPRD maupun mengganggu proses pembahasan Raperda.

“Bukan mau bikin DPRD tandingan atau Pansus tandingan. Kita cuma ingin memastikan ada ruang untuk bertukar pikiran. Kalau pintu resminya belum terbuka, masa ruang publik juga harus ikut tutup?” katanya.

Uray mengatakan, persiapan awal untuk kegiatan tersebut sudah mulai dilakukan. SGW sedang melakukan koordinasi dan penjajakan dengan sejumlah pihak untuk memastikan orang-orang yang memiliki kompetensi di bidangnya dapat hadir dan memberikan perspektif sesuai keahliannya.

Pelaksanaan diskusi direncanakan dalam waktu sedekat mungkin, menyesuaikan kesiapan para pihak yang akan dilibatkan.

“Kita sedang koordinasi. Kita ingin yang hadir bukan sekadar banyak orang, tetapi orang-orang yang memang memahami bidangnya. Ada yang melihat dari sisi tata ruang, hukum, akademik, kepentingan masyarakat dan perspektif lainnya. Jadi diskusinya nanti diharapkan benar-benar menghasilkan pemikiran dan masukan yang konstruktif,” ujar Uray.

Ia juga berharap DPRD dan pemerintah daerah dapat hadir dalam kegiatan tersebut, meskipun diskusi dilaksanakan dalam suasana informal.

“DPRD dan pemerintah daerah tentu kita harapkan hadir. Tidak harus menunggu undangan resmi yang penuh protokol. Kita buat saja santai, informal. Biar kami yang mengundang. Yang penting bisa duduk bersama dan membicarakan substansi Raperda RTRW,” katanya.

Menurut Uray, kehadiran DPRD dan pemerintah daerah justru penting agar diskusi tidak berjalan satu arah. Masyarakat dapat menyampaikan pandangan, sementara DPRD dan pemerintah daerah juga memiliki kesempatan menjelaskan perspektif serta proses yang sedang berjalan.

Ia menegaskan, inisiatif tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap proses pembentukan regulasi yang memiliki dampak luas.

“Ini bentuk kepedulian. Kita melihat RTRW ini strategis dan akan berdampak kepada masyarakat. Jadi kalau masyarakat ingin memberikan saran dan pemikiran sebelum Perda ditetapkan, menurut saya itu hal yang positif, bukan sesuatu yang harus dicurigai,” ujarnya.

Uray berharap hasil diskusi nantinya dapat menjadi bahan masukan bagi DPRD dan pemerintah daerah dalam proses pembahasan Raperda RTRW.

“Kalau kemudian DPRD membuka ruang partisipasi publik secara resmi, tentu kita sambut baik. Diskusi yang kita gagas ini bukan pengganti forum resmi DPRD. Kita hanya ingin memastikan masyarakat punya ruang untuk berbicara ketika substansinya masih dibahas,” katanya.

Menurutnya, partisipasi publik akan lebih bermakna apabila masyarakat tidak hanya diberi tahu mengenai Raperda, tetapi juga diberikan kesempatan menyampaikan masukan ketika substansi masih dapat dibahas dan dipertimbangkan.

“Jangan sampai masyarakat baru diajak bicara ketika semuanya sudah selesai. Kalau sekarang masih pembahasan, ya mari kita bicara sekarang. Nanti kalau sudah jadi Perda, yang menjalankan dan merasakan dampaknya kan masyarakat juga,” pungkas Uray Guntur Saputra.

Kalau ruang pembahasan belum dibuka, SGW siap membuka ruang publiknya. Bukan untuk mengambil alih kewenangan siapa pun, tetapi supaya masyarakat tidak hanya menjadi penonton dari sebuah regulasi yang nantinya akan mengikat mereka.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriah! Masyarakat Distrik Sinak Rayakan HUT RI ke-80 Bersama TNI-Polri

    Meriah! Masyarakat Distrik Sinak Rayakan HUT RI ke-80 Bersama TNI-Polri

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 206
    • 0Komentar

    SINAK.LIDIK.CO Suasana kemerdekaan terasa begitu meriah di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, pada Sabtu (16/8/2025). Bertempat di halaman rumah Kepala Suku Umum Kabupaten Puncak, Bapak Daiwenus Murib, ratusan masyarakat tumpah ruah mengikuti berbagai perlombaan tradisional dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan yang digelar jajaran Aparat Keamanan (Apkam) TNI-Polri itu diikuti ±100 orang masyarakat […]

  • Bentuk Kemanunggalan TNI Rakyat, Anggota Koramil 1208-04/Jawai Bersama Warga Timbun Jalan Rusak
    TNI

    Bentuk Kemanunggalan TNI Rakyat, Anggota Koramil 1208-04/Jawai Bersama Warga Timbun Jalan Rusak

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 65
    • 0Komentar

    SAMBAS.LIDIK.CO Sebagai bentuk Kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menjalin keharmonisan Babinsa Sungai Nyirih Koramil 04/Jawai Sertu Asmo’i Sumaryono melaksanakan Gotong-rorong memperbaiki jalan rusak bersama warga binaan yang berlokasi di Dusun Timur, Desa Sungai Nyirih, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Sabtu (06/09/25). Pada kesempatan tersebut Babinsa mengatakan ini merupakan salah satu komunikasi sosial bersama warga binaan yang […]

  • Kapolres Mojokerto Andi Yudha Diduga Anti Wartawan, FWJ Indonesia Angkat Bicara

    Kapolres Mojokerto Andi Yudha Diduga Anti Wartawan, FWJ Indonesia Angkat Bicara

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    FWJI Jatim: Kapolres Mojokerto Anti Wartawan dan Diduga Sebagai Konstituen Dewan Pers Jakarta, Lidik.co Sikap tak elok ditunjukkan oleh seorang Kapolres AKBP Andi Yudha Pranata dalam pesan WhatsApp yang di kirim oleh Rudik Hartono, Pemimpin Redaksi Restorasi Hukum. Menanggapi hal tersebut FWJ Indonesia Angkat Bicara. Rudik Hartono Dalam keterangannya kepada Pengurus FWJ Indonesia DPD Jawa […]

  • Perundungan: Saat Kekerasan Sosial Menjadi Tontonan

    Perundungan: Saat Kekerasan Sosial Menjadi Tontonan

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle Sigi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    TAJUK RENCANA | LIDIK Perundungan: Saat Kekerasan Sosial Menjadi Tontonan Peristiwa perundungan yang melibatkan anak-anak perempuan di lapangan sepak bola Batu Bedinding, Kecamatan Salatiga, kembali membuka ruang refleksi yang tidak bisa lagi ditunda. Kejadian ini bukan sekadar insiden lokal, melainkan bagian dari pola yang berulang—kekerasan sosial yang terjadi di ruang terbuka, terekam, lalu menyebar luas […]

  • Kisruh Koperasi dan MRT Bikin Iklim Usaha Buruk,  Ketua PB Jakarta Apresiasi Kebijakan Pramono Anung

    Kisruh Koperasi dan MRT Bikin Iklim Usaha Buruk,  Ketua PB Jakarta Apresiasi Kebijakan Pramono Anung

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Hunter
    • visibility 200
    • 0Komentar

    JAKARTA. LIDIK.CO Kisruh  antara Koperasi pedagang  dengan manajemen Plasa 2 Blok M berdampak buruk bagi iklim kewirausahaan di Jakarta. Apalagi  kondisi sosial ekonomi masyarakat secara umum saat ini tertekan oleh berbagai kebijakan pemerintah pusat yang menekan lewat beleid perpajakan. DPD Petisi Brawijaya (PB) Jakarta menilai kekisruhan ini tidak terjadi lagi di kawasan atau properti milik […]

  • Dapur Sehat, Limbah Bermasalah, Warga Keluhkan Bau dan Limbah Cair SPPG Semparuk

    Dapur Sehat, Limbah Bermasalah, Warga Keluhkan Bau dan Limbah Cair SPPG Semparuk

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Foto dok istimewa Lidik.co Sambas, Lidik.co Program pemenuhan gizi melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semparuk yang dikelola Yayasan Bina Nutrisi Borneo menuai sorotan warga. Setelah sempat dikeluhkan karena kebisingan, kini persoalan limbah cair menjadi perhatian karena menimbulkan bau tidak sedap hingga mengalir ke lingkungan sekitar, Jum’at (10/4/2026). Berdasarkan pantauan di lapangan, fasilitas pengolahan […]

expand_less Back to top