Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Dapur Redaksi » Perundungan: Saat Kekerasan Sosial Menjadi Tontonan

Perundungan: Saat Kekerasan Sosial Menjadi Tontonan

  • account_circle Sigi
  • calendar_month Sen, 13 Apr 2026

TAJUK RENCANA | LIDIK

Perundungan: Saat Kekerasan Sosial Menjadi Tontonan

Peristiwa perundungan yang melibatkan anak-anak perempuan di lapangan sepak bola Batu Bedinding, Kecamatan Salatiga, kembali membuka ruang refleksi yang tidak bisa lagi ditunda. Kejadian ini bukan sekadar insiden lokal, melainkan bagian dari pola yang berulang—kekerasan sosial yang terjadi di ruang terbuka, terekam, lalu menyebar luas di jagat digital.

Dalam banyak kasus, perundungan tidak lagi berlangsung di ruang tertutup. Ia hadir di hadapan publik, disaksikan, direkam, bahkan dalam beberapa situasi, seolah menjadi tontonan. Ketika rekaman tersebut beredar melalui platform seperti TikTok dan Facebook, dampaknya tidak berhenti pada kejadian itu sendiri, tetapi meluas menjadi tekanan psikologis yang berlapis bagi korban.

Fenomena ini menegaskan bahwa perundungan bukan hanya persoalan individu, melainkan cerminan dari lingkungan sosial yang belum sepenuhnya memiliki kepekaan terhadap batas antara interaksi dan kekerasan.

Di lingkungan pendidikan, upaya penanganan kerap dihadapkan pada dilema antara meredam situasi dan menegakkan keadilan. Dalam sejumlah kasus yang mencuat, penyelesaian yang ditempuh lebih berorientasi pada meredakan konflik secara cepat. Pendekatan ini memang dapat menjaga stabilitas dalam jangka pendek, namun berpotensi menyisakan persoalan yang tidak tersentuh secara mendasar, terutama dari sisi pemulihan korban dan pembelajaran bagi pelaku.

Di luar sekolah, tantangan menjadi lebih kompleks. Perundungan yang terjadi di ruang publik menunjukkan bahwa pengawasan sosial belum berjalan efektif. Lingkungan sekitar sering kali tidak memiliki mekanisme respons yang jelas, sehingga kejadian berlangsung tanpa intervensi yang memadai.

Peran keluarga juga menjadi bagian penting dalam membentuk respons terhadap peristiwa seperti ini. Dalam beberapa kasus, terdapat orang tua yang kurang melakukan evaluasi objektif dan cenderung langsung membela anak tanpa melihat konteks peristiwa secara utuh. Sikap tersebut, meskipun berangkat dari dorongan melindungi, dapat menghambat proses pembelajaran nilai tanggung jawab dan empati.

Sementara itu, dinamika penanganan oleh aparat dan institusi negara perlu dipahami secara komprehensif. Dalam banyak peristiwa perundungan, korban tidak serta-merta melaporkan kejadian yang dialaminya, baik karena tekanan psikologis maupun keterbatasan akses terhadap pendampingan. Di sisi lain, tidak jarang kejadian justru terdokumentasi dan menyebar luas terlebih dahulu di media sosial.

Setelah peristiwa menjadi perhatian publik dan memicu beragam respons, barulah muncul laporan kepada pihak berwenang atau penanganan yang lebih intens. Pola ini menunjukkan bahwa eksposur digital sering menjadi pemicu awal perhatian luas, bukan semata-mata laporan formal sejak awal kejadian. Kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya membangun sistem pelaporan yang aman, mudah diakses, dan dipercaya oleh masyarakat.

Dalam kerangka pemberitaan, prinsip-prinsip yang dijaga oleh Kode Etik Jurnalistik menuntut kehati-hatian dalam mengungkap kasus yang melibatkan anak. Identitas perlu dilindungi, narasi dijaga agar tidak menghakimi, dan fokus diarahkan pada substansi persoalan, bukan sensasi.

Perundungan pada akhirnya bukan hanya tentang siapa pelaku dan siapa korban. Ia adalah refleksi dari bagaimana masyarakat memaknai empati, tanggung jawab, dan batasan dalam berinteraksi. Ketika kekerasan sosial dibiarkan menjadi tontonan, yang terancam bukan hanya individu, tetapi juga kualitas ruang sosial itu sendiri.

Karena itu, upaya pencegahan perlu dibangun secara kolektif—melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan institusi negara—dengan pendekatan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan.

Jika tidak, peristiwa serupa akan terus berulang—bukan karena tidak ada yang melihat, melainkan karena respons yang datang selalu terlambat.

  • Penulis: Sigi
  • Editor: Radiman Lah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Seret Pelajar dalam Konflik Netizen, Ini Sikap Disdikbud Kalbar Soal LCC 4 Pilar, Mardani: Jangan Salahkan Peserta Didik

    Jangan Seret Pelajar dalam Konflik Netizen, Ini Sikap Disdikbud Kalbar Soal LCC 4 Pilar, Mardani: Jangan Salahkan Peserta Didik

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Foto Kadisdik Kalbar dan Ketua komisi IV DPRD Sambas Pontianak, Lidik.co Polemik hasil penilaian Kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang melibatkan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas terus menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial, Sabtu (16/5/2026). Di tengah derasnya perdebatan warganet, Dinas Pendidikan dan […]

  • Kadivhumas ke Siswa Labschool: Harus Kerja Keras, Cerdas, Tuntas, dan Ikhlas

    Kadivhumas ke Siswa Labschool: Harus Kerja Keras, Cerdas, Tuntas, dan Ikhlas

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Hunter
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA. LIDIK.CO Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho memberikan motivasi kepada Siswa SMA Labschool Kebayoran dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Motivasi ini diberikan agar pada siswa terus bekerja keras untuk menjadi sukses. “Jadi sukses itu bukan kalau takdir, tapi sukses itu adalah pilihan. Karena pilihan tadi, maka harus kita sambut, kita wujudkan […]

  • Dalam Rangka HUT TNI Ke-80 Satgas Pamtas Yonif 410/Alg Gelar Kegiatan Pembangunan Fasum dan Bakti Sosial di Wilayah Penugasan
    TNI

    Dalam Rangka HUT TNI Ke-80 Satgas Pamtas Yonif 410/Alg Gelar Kegiatan Pembangunan Fasum dan Bakti Sosial di Wilayah Penugasan

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PAPUA-BARAT.LIDIK.CO Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 410/Alg yang dipimpin oleh Letkol Inf Sudarmanto melaksanakan rangkaian kegiatan pembangunan fasilitas umum dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah tugasnya di wilayah Papua Barat. (5 /10/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak 1 hingga 5 Oktober 2025. Kegiatan ini […]

  • Inilah 11 Manfaat Buah Semangka untuk Kesehatan, Lihat Lengkapnya

    Inilah 11 Manfaat Buah Semangka untuk Kesehatan, Lihat Lengkapnya

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Hunter
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Manfaat buah semangka sangat beragam karena kandungan nutrisinya yang tinggi, termasuk vitamin C dan A, mineral seperti kalium, serat, air, dan antioksidan (likopen).  Semangka menjaga hidrasi tubuh, menyehatkan jantung dengan menurunkan tekanan darah, melancarkan pencernaan, meningkatkan kesehatan kulit, serta membantu mengontrol berat badan karena kandungan serat dan airnya yang membuat kenyang lebih lama.  Untuk Kesehatan Umum […]

  • Dugaan Raibnya Uang Ratusan Juta di Desa Ladang Panjang, Kini Kembali di Pertanyakan Warga

    Dugaan Raibnya Uang Ratusan Juta di Desa Ladang Panjang, Kini Kembali di Pertanyakan Warga

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Tim
    • visibility 355
    • 0Komentar

    MUARO JAMBI. LIDIK.CO Dugaan Raibnya dana desa senilai ratusan juta rupiah di Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi misteri yang hingga kini masih menjadi tanda tanya besar di tengah masyarakat. Jum’at (18/07/2023). Peristiwa yang terjadi pada tahun 2019 itu kembali mencuat ke publik, Kamis (17/07/2025), setelah sejumlah warga mempertanyakan transparansi dan […]

  • Air ‘Kopi Susu’ Sungai Sambas, Perkim-LH: Didominasi Aktivitas PETI

    Air ‘Kopi Susu’ Sungai Sambas, Perkim-LH: Didominasi Aktivitas PETI

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Foto dari citra satelit oleh DW Sambas, Lidik.co Kekeruhan air Sungai Sambas yang kerap disamakan warga dengan warna “kopi susu” dipastikan dipicu oleh aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI). Hal tersebut disampaikan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kabupaten Sambas, Jumat (1/5/2026). Kepala Dinas Perkim-LH Kabupaten Sambas, Daeng Wahyudi, menyebutkan bahwa aktivitas PETI […]

expand_less Back to top