Proyek Jalan Sekura–Semayong Rusak Parah, Warga Soroti Dugaan Gagal Konstruksi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sen, 8 Sep 2025

Sambas, Lidik.co
Proyek peningkatan Jalan Sekura–Semayong di Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas menuai sorotan masyarakat. Jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang belum lama selesai dikerjakan itu kini mengalami kerusakan serius di hampir seluruh ruas, Senin (8/9/2025).
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya kegagalan konstruksi pada proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2022 tersebut.

Foto dokumentasi istimewa
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian badan jalan mengalami amblas, bergeser, hingga rusak di beberapa titik. Padahal proyek tersebut tergolong baru selesai dikerjakan.
Jojon, seorang warga yang kerap melintas di ruas jalan tersebut, mengaku kecewa dengan kualitas hasil pekerjaan yang dinilai jauh dari harapan masyarakat.
“Jalannya sudah rusak parah, berlubang dan ada yang amblas, padahal baru selesai dikerjakan. Ini sangat mengecewakan. Kalau seperti ini, apakah bukan gagal konstruksi namanya?” ujarnya, Minggu (7/9/2025).
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek peningkatan jalan tersebut berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sambas dengan pagu anggaran sekitar Rp800 juta. Kontrak pekerjaan dimenangkan oleh CV Sarana Samudera dengan nilai penawaran sebesar Rp799,7 juta. Proyek itu juga berada di bawah pengawasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Sambas.o

Foto dokumentasi istimewa
Padahal, proyek tersebut bertujuan meningkatkan kualitas jalan guna menunjang kenyamanan dan keselamatan masyarakat pengguna jalan. Namun kenyataannya, kerusakan justru muncul sebelum jalan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi warga.
Seorang warga lainnya yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut kerusakan jalan diduga berkaitan dengan metode penanganan yang terus berulang meski kondisi tanah di lokasi dinilai bermasalah.
“Saya heran karena jalan ini sudah berulang kali ditimbun batu kong, tetapi perencanaannya tetap menggunakan metode yang sama. Akibatnya jalan kembali rusak dan amblas,” ungkapnya kecewa.

Foto dokumentasi istimewa
Sejumlah pengamat infrastruktur daerah menilai kerusakan tersebut tidak bisa dianggap persoalan ringan. Dinas PUPR Sambas diminta terbuka dalam menyampaikan penjelasan kepada publik serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek dan pihak kontraktor.
Audit independen juga dinilai penting dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian teknis maupun potensi penyimpangan penggunaan anggaran.
“Karena proyek ini dibiayai dari APBD, maka yang dipertaruhkan bukan hanya aspek teknis, tetapi juga pertanggungjawaban kepada masyarakat. Jika nantinya terbukti terjadi gagal konstruksi, pihak terkait tentu harus bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar sumber tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada pihak PPK Dinas PUPR Kabupaten Sambas belum mendapatkan tanggapan. Masyarakat berharap persoalan kerusakan Jalan Sekura–Semayong segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar, baik bagi negara maupun pengguna jalan
- Penulis: Redaksi
- Editor: Radiman Lah
















Saat ini belum ada komentar