Pasca RDPU Polemik PT CAS, Muncul Isu Miring di Tengah Masyarakat
- account_circle Radiman Lah
- calendar_month Sab, 16 Mei 2026

Tokoh masyarakat Sungai Palah Hariadi
Sambas, Lidik.co
Pasca Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait polemik pembangunan PT CAS dengan warga Desa Sungai Palah, Kecamatan Galing, mulai muncul berbagai isu di tengah masyarakat, Sabtu (16/5/2026).
Salah satu isu yang berkembang menyebut adanya dugaan pihak-pihak tertentu yang mulai melemah dalam menyuarakan penolakan terhadap pembangunan perusahaan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada bukti resmi yang dapat menguatkan kabar tersebut.
Isu tersebut diketahui beredar di kalangan masyarakat, pegiat sosial lingkungan, hingga sejumlah awak media. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Koordinator Gerakan Peduli Lingkungan Hidup, Rizky Subarkah, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Sungai Palah, Hariadi, mengaku tidak mengetahui secara pasti perkembangan aktivitas pihak-pihak yang selama ini aktif menyuarakan persoalan tersebut.
Menurutnya, yang bersangkutan juga saat ini disebut sudah tidak lagi menetap di Kecamatan Galing dan tinggal di Kota Sambas. Namun komunikasi masih berjalan dengan baik.
Meski demikian, Hariadi menegaskan bahwa masyarakat Sungai Palah pada dasarnya tidak menolak investasi masuk ke daerah mereka. Namun ia meminta seluruh proses sosialisasi dan kesepakatan dengan masyarakat dilakukan secara terbuka dan jelas.
“Sejak awal kami tidak anti investasi, tapi sosialisasinya harus jelas, libatkan masyarakat luas, dan perjanjiannya harus jelas masyarakat dapat apa,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berharap pembangunan PT CAS dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi tenaga kerja maupun keterlibatan masyarakat dalam penyediaan kebutuhan material lokal.
“Silakan berinvestasi di kampung kami, tapi jangan jadikan kami hanya penonton,” pungkasnya.
- Penulis: Radiman Lah

















Saat ini belum ada komentar