Investor Masuk Warga Galing Pertanyakan Sosialisasi, Izin dan Transparansi Pabrik Sawit di Bukit Sepeleng
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sel, 7 Apr 2026

Plang peringatan PT Cemerlang Andalan Sawit
Sambas, Lidik.co
Aktivitas pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di kawasan Bukit Sepeleng, Desa Sungai Palah, Kecamatan Galing, mulai menuai sorotan. Warga mempertanyakan transparansi serta legalitas proyek yang disebut-sebut milik PT Cemerlang Andalan Sawit tersebut.
Pasalnya, hingga pembangunan berjalan, sebagian masyarakat mengaku belum pernah mendapatkan sosialisasi resmi terkait rencana maupun dampak dari proyek tersebut.
Seorang warga Kecamatan Galing yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah warga lain sempat mempertanyakan langsung kepada pihak perusahaan. Namun, menurutnya, penjelasan yang diberikan belum menyentuh substansi yang dibutuhkan masyarakat.
“Yang kami pertanyakan itu bukan menolak. Kami mendukung pembangunan. Tapi masyarakat ini perlu diberi tahu secara terbuka, terutama soal dampak dan perizinannya,” ujarnya.
Ia menyoroti belum adanya kejelasan terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yang seharusnya menjadi bagian penting sebelum sebuah industri beroperasi.
“Kami sangat mendukung investor masuk. Tapi jangan abaikan kearifan lokal. Di sini, orang datang itu ibarat masuk rumah orang—harus ‘salam’, jelaskan tujuan, dampak baik dan buruknya,” katanya.
Minim Sosialisasi, Potensi Dampak Jadi Kekhawatiran
Ketiadaan sosialisasi yang menyeluruh dinilai berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari, terutama menyangkut dampak lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat sekitar.
Warga menilai, tanpa keterbukaan sejak awal, potensi konflik horizontal maupun ketidakpercayaan terhadap investor bisa semakin membesar.
Selain itu, warga juga mempertanyakan peluang keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pembangunan. Sejumlah warga mengaku belum mendapatkan ruang untuk terlibat dalam pekerjaan proyek tersebut.
Sorotan ke Pemerintah Desa
Di tengah minimnya informasi, perhatian warga juga mengarah ke pemerintah desa. Sejumlah warga menilai belum ada upaya maksimal dari pihak desa untuk menyampaikan secara terbuka terkait masuknya investasi tersebut.
Kondisi ini memicu spekulasi di tengah masyarakat, meskipun hingga kini belum ada penjelasan resmi yang komprehensif dari pihak desa. Selanjutnya Warga Siap Datangi Kantor Desa!
- Penulis: Redaksi

















Saat ini belum ada komentar