Heboh Pisang Hitam di Menu MBG Jawai, Kepala SPPG Minta Maaf
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sab, 6 Jun 2026

Foto menu MBG ilustrasi oleh AI
Sambas, Lidik.co – Viral di media sosial Facebook, penampakan pisang berkulit kehitaman dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, menuai sorotan publik.
Unggahan tersebut memicu beragam komentar dari masyarakat yang mempertanyakan standar kualitas bahan pangan dalam program MBG, terutama karena makanan tersebut diperuntukkan bagi para siswa sekolah.

Foto ilustrasi menu MBG
Menanggapi polemik itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sambas Sarang Burung Kolam Jawai, Dulhadi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
“Sebelumnya saya selaku Kepala SPPG mohon maaf yang sebesar-besarnya terkait menu pisang kami yang hitam. Ini juga menjadi teguran bagi kami agar ke depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya, Jumat (6/6/2026).
Dulhadi menjelaskan, pisang yang digunakan merupakan jenis pisang keling yang memang memiliki karakteristik kulit mudah berubah warna menjadi kehitaman akibat suhu dan kondisi tertentu.
“Namun bukan berarti pisang yang kami berikan busuk seperti yang disampaikan sebagian pihak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ganjar Eko Prabowo, menegaskan kepada awak media bahwa warna hitam pada kulit pisang belum tentu menandakan buah tersebut tidak layak konsumsi.
“Yang tidak layak itu apabila setelah dibuka ternyata sudah berlendir, berair, berbau, atau berjamur,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp awak media.
Meski demikian, Ganjar mengakui penampakan pisang yang menghitam dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
“Kalau curiga, lebih baik jangan disajikan,” tegasnya.
Kasus ini menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara MBG agar kualitas bahan pangan yang disajikan tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga layak secara tampilan sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
- Penulis: Redaksi

















Saat ini belum ada komentar