Di Tengah Sorotan MBG, Menu SPPG Sungai Serabek Tampilkan Buah Utuh dan Pengawasan Ahli Gizi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rab, 4 Mar 2026

Sambas, Lidik.co
Di saat sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah menuai keluhan terkait komposisi Makan Bergizi Gratis (MBG), SPPG Sungai Serabek, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, justru menampilkan pendekatan berbeda dalam penyusunan menunya.
Berdasarkan data menu yang dipublikasikan untuk periode 2–3 Maret 2026, paket MBG kategori menu kering disusun untuk tiga sasaran: balita, siswa sekolah, serta ibu hamil dan menyusui. Salah satu pembeda yang mencolok adalah penyajian buah segar dalam kondisi utuh—melon, semangka, maupun buah naga—bukan potongan kecil seperti yang kerap dikeluhkan di wilayah lain.
Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Buah utuh dinilai lebih terjaga kualitas dan kesegarannya, sekaligus meminimalkan risiko kontaminasi saat distribusi.
Kue Rumahan, Diawasi Ketat
Selain buah segar, SPPG Sungai Serabek juga menggandeng usaha kue rumahan sebagai mitra penyedia. Namun kerja sama tersebut tidak dilakukan secara serampangan.
Pengelola memastikan setiap produk, seperti roti isi kacang hijau atau abon, diproduksi dengan pengawasan higienitas serta mempertimbangkan kandungan protein dan keseimbangan gizi. Langkah ini sekaligus menjawab kritik publik yang meragukan kualitas kue pabrikan dalam sejumlah paket MBG di daerah lain.
Menu Kering, Distribusi Dua Hari Sekali
Selama bulan Ramadhan, pola distribusi dilakukan dua hari sekali. Skema ini diterapkan karena jenis makanan yang diberikan tergolong tidak mudah basi dan tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka.
Artinya, siswa dapat mengonsumsi paket tersebut menjelang Adzan Magrib, bukan pada jam sekolah seperti hari biasa. Format *menu kering* juga dipilih untuk menjaga daya tahan pangan serta keamanan distribusi.
Secara komposisi, paket menu sekolah tercatat mengandung energi sekitar 339,8 kkal dengan protein 10,6 gram. Untuk ibu hamil dan menyusui mencapai 371,1 kkal dengan protein 11,4 gram. Sementara balita memperoleh 291,5 kkal dengan protein 8,7 gram per porsi. Data ini dicantumkan secara terbuka dalam materi publikasi mereka.
Diawasi Ahli Gizi
Pengawasan menu di SPPG Sungai Serabek tidak hanya berhenti pada dapur produksi. Salah satu pengelola, Ovi Febioana, yang berlatar belakang Ahli Madya Gizi (Amd.Gz), menegaskan bahwa setiap komposisi menu dikontrol agar sesuai dengan standar gizi seimbang.
Evaluasi, menurutnya, lebih difokuskan pada efektivitas pengawasan distribusi dan peran relawan lapangan, bukan pada proses pengolahan makanan yang telah mengikuti prosedur.
SPPG Sungai Serabek juga membuka ruang kritik secara langsung, dengan mekanisme pelaporan melalui guru apabila ditemukan kekurangan dalam paket yang diterima siswa.
Bukan Sekadar Menu, Tapi Sistem
Di tengah dinamika dan kritik terhadap program MBG, pendekatan yang dilakukan SPPG Sungai Serabek menunjukkan bahwa perbaikan dapat dimulai dari transparansi komposisi, pengawasan ahli gizi, serta kemitraan lokal yang terkontrol.
Program ini memang masih dalam tahap penyesuaian. Namun setidaknya, penyajian buah utuh, pengawasan higienitas kue rumahan, serta kontrol langsung tenaga gizi menjadi kelebihan yang patut dicatat.
Karena pada akhirnya, MBG bukan sekadar membagikan makanan—tetapi memastikan setiap paket benar-benar memberi manfaat gizi yang layak diterima anak-anak.
Di tengah derasnya kritik terhadap komposisi dan kualitas MBG di berbagai tempat, langkah SPPG Sungai Serabek setidaknya menunjukkan bahwa standar bisa dinaikkan, bukan diturunkan demi efisiensi. Publik tentu tidak menuntut kemewahan, tetapi kepastian mutu.
Ketika buah disajikan utuh, kue diawasi higienitasnya, serta menu dikontrol tenaga gizi, itu bukan sekadar pembeda teknis tapi melainkan sinyal bahwa kualitas masih bisa menjadi prioritas, bahkan dalam program berskala besar.
Pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan sekadar persepsi publik atau reputasi program, melainkan kualitas generasi yang kelak memimpin negeri ini dan sejarah tidak pernah memaafkan kelalaian kita dalam menjaga gizi mereka hari ini.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Radiman Lah

















Saat ini belum ada komentar