Semarak Open House Idul Fitri 1447 Hijriah Bupati Sambas
- account_circle Radiman Lah
- calendar_month Sen, 23 Mar 2026

Foto bersama Bupati Sambas, Kepala badan dan OPD.
Sambas, Lidik.co
Gelar griya (open house) Idul Fitri 1447 Hijriah di rumah dinas Bupati Sambas, Jalan Pendidikan nomor 38 Desa Tumok Manggis, pada hari kedua Lebaran, tak sekadar menjadi ajang silaturahmi biasa. Di balik antrean panjang ratusan warga yang datang sejak pagi hingga malam, tersirat pesan lebih dalam: kedekatan, legitimasi, sekaligus konsolidasi sosial pasca Ramadan, Senin (23/3/2026).
Warga dari berbagai latar belakang tampak memadati halaman rumah dinas. Mereka datang tidak hanya untuk bersalaman, tetapi juga membawa harapan tentang akses, perhatian, dan kedekatan yang jarang mereka rasakan dalam keseharian birokrasi.
Di tengah suasana itu, Bupati Sambas menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang hadir.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah datang. Hangatnya silaturahmi di hari kemenangan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami, Minal ‘Aidin wal-Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
Namun, momen ini tidak berdiri sendiri sebagai tradisi seremonial. Kehadiran Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, bersama istri, memberi dimensi lain: sinyal hubungan lintas daerah yang tetap terjaga, sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi antar kepala daerah di tengah dinamika pembangunan wilayah.

Di ruang yang sama, Sekda Sambas Fery Madagaskar bersama jajaran kepala OPD dan badan terlihat aktif menyambut tamu. Batas antara pejabat-masyarakat seakan mencair. Setidaknya untuk sehari karena di jaman sekarang hal seperti itu merupakan momen yang langka.
Sebuah kontras yang menarik jika dibandingkan dengan jarak struktural yang kerap terasa dalam pelayanan publik sehari-hari. Kebanyakan dari mereka adalah sekelompok orang-orang sibuk yang sangat sulit untuk dijumpai karena mereka pejabat publik.
Idul Fitri kali ini, menjadi lebih dari sekadar momentum spiritual. Ia berubah menjadi panggung sosial, tempat dimana legitimasi diperkuat, kedekatan sangat dipertontonkan dan pesan persatuan disampaikan secara halus namun efektif.
Pertanyaannya, apakah kehangatan ini mampu bertahan setelah hari raya usai?
Bagi sebagian warga, jawaban itu mungkin terletak pada sejauh mana silaturahmi yang terbangun di halaman rumah dinas ini benar-benar berlanjut dalam bentuk pelayanan dan kebijakan yang dirasakan nyata.
“Mereka para pejabat Kabupaten Sambas ini sangat baik, sopan dan ramah, bahkan saya tadi sempat bersalaman dengan Kadis PUPR dan saya dipeluknya pertanda ia salah satu pejabat yang merakyat dan tidak flexing di momen open house Bupati Sambas,” ucap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
- Penulis: Radiman Lah

















Saat ini belum ada komentar