Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kaget, Kalbar Kok Ada Gempa Bumi

Kaget, Kalbar Kok Ada Gempa Bumi

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Jum, 23 Jan 2026

Menyapa Negeri adalah ruang berbagi catatan, kegelisahan, dan renungan tentang Indonesia dari sudut pandang warga dan penulis. Kolom ini tidak menggurui dan tidak menghakimi. Ia hadir untuk menyapa dengan jujur, dengan nalar sehat, dan dengan rasa.

Foto ilustrasi oleh AI

Selama ini Kalimantan hidup dengan citra suci. Pulau paling kalem se-Indonesia. Zona damai geologis. Tanah jinak. Bumi sopan. Pokoknya kalau gempa itu gosip nasional, Kalimantan selalu bilang, “Bukan aku.”

Tapi Kamis pagi, 22 Januari 2026, Kalimantan, lebih tepatnya Sekadau Kalbar, memutuskan merusak reputasi itu. Bumi mendadak joget. Bukan joget adat, bukan joget TikTok, tapi joget tektonik. Magnitudo 4,8. Kedalaman 10 kilometer. Cukup buat satu provinsi mendadak sadar, ternyata tanah juga bisa berubah perangai.

Sekadau yang biasanya terkenal karena durian manis dan sungai yang santun, mendadak naik panggung nasional. Bukan karena festival, bukan karena prestasi, tapi karena satu kata yang bikin orang mengucek mata, gempa. Iya, gempa. Di Kalbar. Serius jak?

Pagi itu bumi seperti habis bangun tidur lalu stretching tanpa izin. Mungkin pegal. Mungkin bosan. Atau mungkin dia cuma mau bilang, “Hei, jangan anggap aku karpet.” Akibatnya, warga Sekadau, Sintang, sampai Melawi meloncat dari kasur lebih cepat dari azan subuh. Panik massal. Deg-degan kolektif.

Susi, warga Gang Darusalam 2 Akcaya 3 Sintang, memberi kesaksian polos tapi menggetarkan iman, “Saya lagi di rumah. Tiba-tiba terjadi guncangan kuat. Kami kaget dan berhamburan keluar rumah.”

Kalimat sederhana, tapi efeknya nasional. Bisa jadi pembuka novel bencana. Bisa juga teaser sinetron azab edisi geologi.

Yang bikin kepala makin cenat-cenut, Kalimantan itu bukan anggota Ring of Fire. Jadi kalau Sumatera atau Jawa gempa, orang cuma bilang, “Oh ya wajar.” Tapi Kalimantan? Ini seperti lihat ikan naik motor, tidak masuk logika awam.

Para ahli pun akhirnya menunjuk satu nama yang selama ini lebih sering tidur dari dibahas, Sesar Adang. Katanya, sesar tua ini mungkin cuma ngulet sebentar. Seperti naga purba yang bangun, menguap, lalu bikin satu provinsi kaget setengah mati. Efek nguletnya? Rumah goyang, grup WhatsApp keluarga chaos.

Jangan salah, ini bukan kejadian pertama. Kalbar itu cuma jarang ribut, bukan berarti suci total.

Tahun 2021, Sekadau sudah pernah diguncang gempa 4,0–4,5. Warga waktu itu masih debat, “Ini truk lewat atau bumi batuk?”

Tahun 2017, Ketapang ikut goyang dengan magnitudo 4,1. Tidak ada korban, tapi kopi banyak tumpah, dan itu tragedi kecil.

Tahun-tahun sebelumnya, Kapuas Hulu dan Putussibau juga pernah merasakan getaran halus. Karena terlalu sopan, banyak yang mengira cuma perut lapar atau kipas angin kepanasan.

BMKG tentu cepat tampil, menenangkan publik, “Tidak berpotensi tsunami.”

Baik, terima kasih. Tapi jujur jak, waktu lantai rumah goyang, siapa yang sempat mikir tsunami? Di Kalimantan pula. Wilayah yang selama ini dijual sebagai surga tanah stabil.

Sekarang narasinya harus direvisi. Brosur properti Kalbar mungkin perlu tambahan catatan kaki, “Bebas banjir, bebas macet, relatif aman… kadang-kadang goyang kalau bumi lagi bosan.”

Netizen? Jangan ditanya. Media sosial langsung penuh filsafat instan, “Gempa di Kalbar? Dunia memang sudah tua.”

Ada yang nyalahkan iklim. Ada yang nuding pembangunan. Ada juga yang entah kenapa menyalahkan mantan. Lengkap, demokratis dan Absurd.

Pelajarannya sederhana tapi menohok, tidak ada tempat yang benar-benar kebal guncangan. Mau guncangan tanah, ekonomi, politik, atau perasaan. Kalimantan yang selama ini dianggap anak baik dalam keluarga geologi Indonesia akhirnya menunjukkan satu kebenaran pahit, anak baik pun bisa ngamuk kalau ditekan terus.

Kalbar kini resmi punya cerita. Bukan cerita panik, tapi cerita sadar. Bahwa bumi bukan kasur empuk. Ketenangan bukan garansi seumur hidup.

Selamat datang di klub, Kalbar. Guncanganmu singkat, tapi efek kagetnya panjang. Kita semua masih geleng-geleng kepala sambil bertanya, “Kok bisa?”

“Kok, bisa ya Bang? Padahal, Kalbar adem ayem dari gempa bumi kecuali, gempa politik.”

“Gempa politik, itu tidak ada habis guncangannya wak, ada saja yang diguncang dan terguncang.” Ups.

Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Catatan Redaksi:

Tulisan ini menjadi edisi perdana Kolom Menyapa Negeri, ruang opini dan refleksi di Lidik.co yang terbuka bagi penulis lintas latar belakang. Pandangan dalam tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap redaksi.

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rilis Hp Infinix Beberapa Model Terbaru, Baca Info Lengkapnya

    Rilis Hp Infinix Beberapa Model Terbaru, Baca Info Lengkapnya

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Hunter
    • visibility 864
    • 0Komentar

    JAKARTA. LIDIK.CO Infinix telah merilis beberapa model baru di Indonesia pada bulan Juni dan Juli 2025. Beberapa di antaranya adalah Infinix Smart 10, Smart 10 Plus, dan Hot 60i, yang ditujukan untuk segmen harga 1 jutaan. Selain itu, ada juga Infinix GT 20 Pro yang menawarkan performa tinggi dengan harga terjangkau.  Berikut adalah beberapa model Infinix […]

  • Meski Sudah Inkracht, Hak Asuh Anak Kembali Digugat di PA Sambas, DW: Bertahan Demi Hak Asuh Balitanya

    Meski Sudah Inkracht, Hak Asuh Anak Kembali Digugat di PA Sambas, DW: Bertahan Demi Hak Asuh Balitanya

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Radiman Lah
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Foto dokumentasi Lidik.co Sambas, Lidik.co Sengketa hak asuh anak kembali mencuat di Kabupaten Sambas. Seorang pria berinisial ND (25), warga Kecamatan Tebas, mengajukan gugatan baru terkait hak asuh anak ke Pengadilan Agama (PA) Sambas, Rabu (20/5/2026), meski putusan sebelumnya telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dalam perkara tersebut, mantan istrinya berinisial DW (26) menjadi pihak tergugat. […]

  • Beredar Narasi “Prabowo Marah ke Bupati Sambas” Ini Faktanya

    Beredar Narasi “Prabowo Marah ke Bupati Sambas” Ini Faktanya

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Foto dok istimewa by AI Lidik.co design Sambas,Lidik.co Sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Prabowo Subianto marah kepada Bupati Sambas Satono karena dinilai gagal mengelola APBD, dipastikan tidak benar alias hoaks. Narasi tersebut menyebut adanya ketidaksesuaian anggaran hingga ratusan miliar rupiah, lengkap dengan foto yang seolah menggambarkan momen ketegangan antara tokoh nasional dan […]

  • MKFNI Kalbar Minta Pihak SPBU Tidak Main Mata Dengan Ototangsil

    MKFNI Kalbar Minta Pihak SPBU Tidak Main Mata Dengan Ototangsil

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co Ditengah maraknya kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan dan stok BBM, ada pemandangan unik di depan SPBU 64.791.12 Bekut – Makrampai Kecamatan Tebas, yakni deretan dari berbagai jenis kendaraan bermotor roda empat dari berbagai tipe, Ahad (15/3/2026). Aktivitas antrean kendaraan roda empat sudah berlangsung sejak pukul 22:00 WIB. Kuat dugaan keberadaan kendaraan yang antre di […]

  • Veteran Hadir Dalam Pembukaan TMMD Regtas ke-126 Kodim 1208/Sambas Desa Ratu Sepudak
    TNI

    Veteran Hadir Dalam Pembukaan TMMD Regtas ke-126 Kodim 1208/Sambas Desa Ratu Sepudak

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 131
    • 0Komentar

    SAMBAS.LIDIK.CO Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-126 Kodim 1208/Sambas berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan yang digelar di Desa Ratu Sepudak, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk para veteran pejuang Kabupaten Sambas yang menjadi tamu kehormatan. Kehadiran para veteran dalam pembukaan TMMD menjadi momen istimewa, sebagai bentuk penghargaan atas […]

  • Wabup Heroaldi Buka Lubuk Dagang Bidar Race Seri III 2026, Lebih dari 100 Tim Ramaikan Sirkuit Sungai Teberau

    Wabup Heroaldi Buka Lubuk Dagang Bidar Race Seri III 2026, Lebih dari 100 Tim Ramaikan Sirkuit Sungai Teberau

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Radiman Lah
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Wabup Heroaldi di Lubuk Dagang Bidar Race Seri III 2026 Sambas, Lidik.co Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, mewakili Bupati Sambas secara resmi membuka Lubuk Dagang Bidar Race Seri III Tahun 2026 di Sirkuit Sungai Teberau, Desa Lubuk Dagang, Minggu pagi (17/5/2026). Ajang balap sampan tradisional tersebut diikuti lebih dari 100 tim peserta yang siap […]

expand_less Back to top