Tim Rase Tak Pileh Inyan Keluarkan Zakat Fitrah
- account_circle Radiman Lah
- calendar_month Rab, 18 Mar 2026

Tim Rase Tak Pileh Inyan alias Tim Topa-topa Pemangkat keluarkan Zakat Fitrah.
Sambas, Lidik.co
Tim Rase Tak Pileh Inyan atau yang dikenal sebagai Tim Topa-topa Pemangkat menyalurkan zakat fitrah secara kolektif sebanyak 236 paket. Penyaluran ini diamanahkan kepada Ponpes Mahaj Darul Mukhlasin Al Maghribi, Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, untuk didistribusikan kepada para mustahik, Rabu (18/3/2026).
Penyerahan zakat dilakukan secara berjamaah melalui mekanisme perwakilan (wakalah), yang dalam praktiknya memperbolehkan satu orang mewakili sejumlah muzakki. Prosesi penyerahan berlangsung pada Selasa malam di markas Topa-topa, Jalan Badak Putih, Pemangkat.
Ketua Tim Topa-topa, Rahmadi Imin, mengaku bersyukur dapat menunaikan kewajiban zakat bersama anggota tim.
“Malam ini penuh berkah Ramadhan. Kita dipertemukan dengan orang-orang baik yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, terlebih dengan kehadiran Kiyai Nur Lukman dari Ponpes Mahaj Darul Mukhlasin,” ujarnya.
Pengasuh Ponpes Mahaj Darul Mukhlasin Al Maghribi Sambas, Ustadz Nur Lukman, menjelaskan bahwa zakat fitrah merupakan kewajiban setiap Muslim untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan.
Ia menegaskan, penyaluran zakat secara kolektif melalui wakalah merupakan praktik yang dibolehkan dalam Islam. Dalam pelaksanaannya, daftar nama muzakki dibacakan, kemudian ikrar atau ijab kabul dilakukan secara bersama sehingga mencakup seluruh peserta zakat.
“Kami menerima amanah zakat yang diwakili oleh Pak Rahmadi. InsyaAllah akan kami salurkan kepada delapan golongan atau asnaf yang berhak menerima,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Nur Lukman juga menyinggung sejarah keislaman Sambas yang pernah melahirkan ulama besar, yakni Syekh Khatib Achmad Sambas. Ia berharap semangat Ramadhan mampu melahirkan generasi penerus yang dapat mengembalikan kejayaan spiritual daerah tersebut.
“Mudah-mudahan Sambas kembali melahirkan sosok pemimpin umat seperti Syekh Khatib Achmad Sambas, dan masyarakat menjadikan agama sebagai tujuan hidup,” pungkasnya.
Kalau mau dibuat lebih “nendang” lagi secara angle (misalnya ditarik ke narasi kebangkitan spiritual Sambas), saya bisa poles versi feature-nya juga.
- Penulis: Radiman Lah
















Saat ini belum ada komentar