Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lidik Lifestyle » Perang Hacker dalam Perang Iran vs Israel-AS

Perang Hacker dalam Perang Iran vs Israel-AS

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 24 Mar 2026

Foto ilustrasi oleh AI

Pontianak, Lidik.co

Perang Iran vs Israel-AS di dunia nyata udah hancur-hancuran. Jangan tanya deh berapa korban jiwa, capek ngitungnya. Ternyata, di dunia maya tak kalah dahsyatnya. Seperti apa perang hacker dari dua pihak yang bertikai itu, simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Perang Iran vs Israel-AS sejak 28 Februari 2026 itu kalau dilihat sekilas memang seperti film blockbuster. Ada rudal, jet tempur, dan ledakan yang bikin langit seperti kembang api versi kiamat. Tapi yang tidak kelihatan justru yang paling berbahaya. Di balik semua itu, ada perang senyap, perang hacker. Di mana tombol keyboard bisa lebih mematikan dari peluncur misil. Satu baris kode bisa bikin satu negara tiba-tiba seperti “dicabut colokannya dari dunia.”

Foto ilustrasi oleh AI

Seperti biasa, yang mulai duluan bukan yang paling ribut, tapi yang paling licik.

Sebelum bom pertama jatuh, Amerika dan Israel sudah lebih dulu menyerang lewat dunia maya. USCYBERCOM dan USSPACECOM menjalankan operasi “non-kinetik.” Bahasa elit untuk mengatakan, kita bikin dia buta dulu, baru dihajar. Targetnya bukan tentara, tapi sistem. BGP dirusak, DNS diganggu, SCADA dihantam. Hasilnya? Internet Iran anjlok sampai 4 persen. Ini bukan sekadar lemot, ini sudah level “negara masuk mode pesawat”.

Yang paling absurd sekaligus jenius adalah operasi kamera lalu lintas di Tehran. Ribuan CCTV yang harusnya cuma nangkep pemotor cabe-cabean, malah dijadikan alat intelijen. Selama bertahun-tahun, pergerakan elite Iran dipantau diam-diam, termasuk Ayatollah Ali Khamenei. Ketika serangan udara dimulai, target sudah seperti titik di Google Maps, tinggal klik. Di sini kita belajar satu hal penting, teknologi pengawasan itu bukan cuma soal keamanan, tapi juga soal siapa yang pegang password. Kalau password-nya “admin123”, ya siap-siap saja negara ikut diretas.

Efeknya brutal. Situs pemerintah Iran tumbang, media negara disusupi. Bahkan, aplikasi doa BadeSaba Calendar ikut dibajak untuk menyebarkan propaganda. Nuan bayangkan! Orang buka aplikasi buat cari pahala, malah dapat notifikasi politik. Dunia sudah bukan lagi abu-abu, ini sudah glitch.

Iran tentu tidak tinggal diam. Tapi masalahnya, di hari kedua perang, pusat komando siber IRGC dihajar. Harusnya ini bikin lumpuh. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Chaos yang terorganisir. Lebih dari 60 kelompok hacktivist pro-Iran muncul dalam hitungan jam di Telegram. Ini bukan lagi perang resmi, ini sudah jadi “open recruitment” hacker global.

Mereka tidak digerakkan langsung oleh negara, tapi oleh ideologi. Seperti biasa, kalau ideologi sudah lepas dari kontrol, hasilnya lebih liar. Serangan mereka banyak yang tipe DDoS dan deface, berisik, acak, tapi tetap berbahaya. Ibaratnya bukan satu bom besar, tapi ribuan petasan dilempar ke semua arah.

Di antara mereka, ada satu nama yang bikin merinding, Handala. Ini bukan hacker cari uang, tapi hacker cari pesan. Mereka fokus pada penghancuran data. Pada 11 Maret 2026, mereka menyerang perusahaan medis AS, Stryker. Klaimnya tidak tanggung-tanggung. Lebih dari 200.000 sistem dihapus, 50 terabyte data dicuri, dan kerugian mencapai US$6–8 miliar. Ini bukan serangan siber biasa, ini penghapusan massal ala kiamat digital.

Yang bikin makin kacau adalah peran AI. Dulu, hacking butuh keahlian tingkat dewa. Sekarang? Cukup tanya AI. Mau cari celah sistem industri? Bisa. Mau tahu password default? Tinggal tanya. Bahkan, kueri Shodan dan protokol PLC bisa dijelaskan dalam satu percakapan. Dunia berubah jadi seperti game yang semua orang punya cheat code.

Ironisnya, ketika AI mulai kerja sama dengan militer, publik marah. Instalasi aplikasi turun sampai 295 persen, ulasan bintang satu naik 775 persen. Tapi protesnya tetap lewat internet. Ini seperti demo anti listrik tapi pakai pengeras suara.

Sementara itu, dampak perang siber makin luas. Dalam periode 7–9 Maret saja, tercatat 368 insiden di 12 negara, dengan Israel menanggung hampir setengahnya. Targetnya tidak main-main. Air bersih, listrik, bank, rumah sakit, transportasi. Hacker Iran sempat menguasai monitor kereta di Israel. Lalu, menampilkan pesan palsu untuk memicu panik. Ini bukan perang, ini teater kekacauan.

Yang lebih gila lagi, muncul “serangan campuran”. Drone menyerang pusat data AWS di Bahrain dan UEA. Bikin listrik padam dan layanan terganggu. Sekarang, server tidak cuma diretas, tapi juga bisa “dijemput” langsung pakai drone. Efisiensi ala zaman modern.

Lalu siapa yang menang? Jawabannya pahit, tidak ada. Israel dan AS unggul di awal dengan melumpuhkan sistem Iran. Tapi, Iran membalas lewat jaringan proksi. Sekitar 50 bisnis Israel terdampak, dan serangan tetap berjalan meski pusat komando hancur.

Kesimpulannya sederhana tapi mengerikan. Dunia ini sudah tidak punya garis depan. Perang tidak lagi butuh tank di jalan, cukup koneksi internet yang stabil. Di era ini, mungkin yang paling menakutkan bukan suara ledakan, tapi notifikasi kecil yang muncul diam-diam, “Your system has been compromised.” Karena bisa jadi, itu bukan cuma sistem. Tapi seluruh hidup yang tiba-tiba ikut diretas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Babinsa 07/Teluk Keramat Hadiri Bimtek Kepemudaan Desa Merpati, Ajak Pelajar Tertib Berlalu Lintas

    Babinsa 07/Teluk Keramat Hadiri Bimtek Kepemudaan Desa Merpati, Ajak Pelajar Tertib Berlalu Lintas

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 104
    • 0Komentar

    SAMBAS.LIDIK.CO Anggota Koramil 07/Teluk Keramat Babinsa Merpati Kopda Ariadi hadiri kegiatan Bimtek Bimbingan Teknis Kepemudaan yang diselenggarakan oleh pemerintah kecamatan Tangaran dengan Tema “Tertib Berlalu Lintas”. diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kantor Camat Tangaran, Kamis (14/8/25), Hadir dalam kegiatan, Camat Tangaran Bpk Suhut Firmansyah S.Sos M.si, Kades Merpati Bpk Adi Saputra, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Sambas, […]

  • Anggota Koramil Selakau Dampingi Distribusi Makanan Bergizi Gratis untuk Pelajar

    Anggota Koramil Selakau Dampingi Distribusi Makanan Bergizi Gratis untuk Pelajar

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co Anggota Koramil 06/Selakau Kodim 1208/Sambas, Sertu Luwiyanto, melakukan pendampingan pendistribusian makanan bergizi gratis kepada para pelajar di wilayah binaan, sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah di bidang kesehatan dan gizi anak. Pendampingan dilakukan di sejumlah titik penyaluran yang telah ditetapkan. Kehadiran aparat TNI tersebut bertujuan memastikan proses distribusi berjalan aman, tertib, dan […]

  • Ratusan Pelayat Baik Dari Keluarga Ataupun Sahabat Mengantar Jenazah Tokoh Aktivis 98 Tumpal Simaremare ke Pemakaman

    Ratusan Pelayat Baik Dari Keluarga Ataupun Sahabat Mengantar Jenazah Tokoh Aktivis 98 Tumpal Simaremare ke Pemakaman

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle Lily
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Palembang ,  LIDIK.CO  – Dunia pergerakan Indonesia kembali berduka dengan meninggalnya Tumpal Simaremare Bin Jautar Simaremare, salah satu putra terbaik bangsa sekaligus saksi sejarah transisi demokrasi. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Minggu, 21 Desember 2025, pukul 16.50 WIB di Palembang. Kepergian Tumpal Simaremare meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat, serta menyentak memori kolektif bangsa […]

  • Wabup Sambas Serap Aspirasi Warga Paloh Lewat Safari Ramadan

    Wabup Sambas Serap Aspirasi Warga Paloh Lewat Safari Ramadan

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Foto dok istimewa Diskominfo Sambas Sambas, Lidik.co Kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Sambas kembali digelar, kali ini berlangsung di Masjid Nurul Yaqin, Desa Malek, Kecamatan Paloh. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi bersama unsur Forkopimda serta sejumlah kepala perangkat daerah, Rabu (25/2/2026) Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut masyarakat setempat yang memanfaatkan momentum […]

  • Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarhanud 15/DBY Bangun Gapura di Gereja Paroki ST. Maria Diangkat Ke Surga Eban

    Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarhanud 15/DBY Bangun Gapura di Gereja Paroki ST. Maria Diangkat Ke Surga Eban

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 237
    • 0Komentar

    TIMUR-TENGAH.LIDIK.CO   TTU, 16 Juli 2025, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarhanud 15/DBY membangun gapura di Gereja Paroki ST. Maria Diangkat Ke Surga Eban, Desa Eban, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Selain untuk memperindah gereja, pembangunan gapura gereja tersebut sebagai wujud komitmen Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarhanud 15/DBY dalam mempererat hubungan dengan masyarakat serta mendukung […]

  • KSOP Sintete Pastikan Kapal KM Perintis R9 Layak Operasi

    KSOP Sintete Pastikan Kapal KM Perintis R9 Layak Operasi

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Alfian
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Foto lipsus GWI Sambas, Lidik.co Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sintete Hary Suryanto, menyatakan bahwa KM Perintis R9 hingga saat ini masih sangat layak untuk dioperasikan. Hal ini ia sampaikan kepada awak media didepan ruang tunggu pelayanan publik KSOP Sintete, Rabu (25/2/2026). Dia menjelaskan sebagai kepala KSOP Sintete hanya memiliki kapasitas pengawas, sedangkan […]

expand_less Back to top