Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Bos, Jangan Gunakan Kata Syariah Kalau Hanya untuk Menipu Nasabah

Bos, Jangan Gunakan Kata Syariah Kalau Hanya untuk Menipu Nasabah

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Ming, 25 Jan 2026

Menyapa Negeri adalah ruang berbagi catatan, kegelisahan, dan renungan tentang Indonesia dari sudut pandang warga dan penulis. Kolom ini tidak menggurui dan tidak menghakimi. Ia hadir untuk menyapa dengan jujur, dengan nalar sehat, dan dengan rasa.

 

Kalian pasti sering dengar ungkapan, agama jangan dijadikan bisnis. Ada juga istilah, mabuk agama. Yang pas, jangan jadikan agama untuk menipu. PT. Dana Syariah Indonesia (DSI) sepertinya masuk tu. Sambil seruput Koptagul di Kafe Teduh Jl Dansen Pontianak, simak narasinya, wak!

PT DSI sejak awal tidak menjual produk. Ia menjual rasa aman. Alat jualannya bukan sembarang kata, tapi kata yang selama ini dianggap suci, bersih, dan bermoral, syariah. Kata itu bekerja jauh lebih ampuh dari iklan mana pun. Begitu embel-embel itu ditempel, banyak orang langsung menurunkan kewaspadaan. Tidak banyak tanya. Tidak banyak curiga. Karena dalam benak publik, syariah seharusnya identik dengan amanah, jujur, dan tidak licik. Sayangnya, realitas tidak selalu patuh pada kamus idealisme.

Foto Ilustrasi Dana syariah

PT DSI dipimpin oleh Taufiq Aljufri, pendiri sekaligus Presiden Direktur. Dalam berbagai profil yang beredar sebelum kasus ini meledak, ia digambarkan sebagai pengusaha berpengalaman lebih dari 20 tahun, berlatar properti, pernah mengelola banyak proyek, bahkan disebut pernah menerima penghargaan kewirausahaan. Di atas kertas, ini figur yang seharusnya paham etika bisnis. Apalagi ketika memutuskan membawa-bawa nama syariah ke ruang publik. Tapi justru di sinilah letak pengkhianatannya terasa lebih telanjang.

Sekitar 15.000 pemberi dana tercatat terdampak. Bukan angka kecil. Ini bukan satu komunitas arisan. Ini satu stadion penuh orang yang percaya. Dana yang tertahan disebut mencapai Rp1,39 sampai Rp1,4 triliun, dan dalam pendalaman aparat, potensi kerugian bahkan bisa mendekati Rp2,4 triliun. Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini uang sekolah, dana pensiun, tabungan keluarga, dan rencana hidup yang sekarang menggantung tanpa kepastian.

Masalahnya bukan cuma gagal bayar. Aparat menemukan indikasi proyek fiktif. Ada pembiayaan yang secara administratif tampak rapi, tapi setelah dibongkar, proyeknya lebih banyak hidup di proposal dari di dunia nyata. Dana yang seharusnya disalurkan sesuai perjanjian justru diduga mengalir ke tempat lain, ke jalur yang tidak pernah dijelaskan kepada para pemberi dana. Inilah yang membuat OJK turun tangan, PPATK menelusuri aliran uang, dan Bareskrim menggeledah kantor PT DSI serta menyita dokumen dan data transaksi.

OJK sampai menjatuhkan pembatasan kegiatan usaha. Tidak boleh menghimpun dana baru. Tidak boleh menyalurkan pembiayaan baru. Artinya negara sendiri sudah memberi sinyal keras, ini bukan sekadar bisnis yang sedang flu, tapi tubuh yang harus dipasangi infus pengawasan. Namun bagi para korban, kebijakan ini datang terlambat. Uang sudah terlanjur masuk. Kepercayaan sudah terlanjur diberikan. Kepercayaan itu diberikan bukan kepada sembarang entitas, tapi kepada bisnis yang berulang kali menjual narasi moral.

Di titik ini, kata “syariah” tidak lagi terasa menenangkan. Ia berubah menjadi sumber amarah. Karena publik sadar, label itu telah digunakan sebagai alat persuasi psikologis, bukan sebagai komitmen etis. Banyak korban mengaku masuk bukan karena imbal hasil fantastis, tapi karena percaya bahwa sistem berbasis syariah seharusnya menjauh dari tipu daya. Ironisnya, justru di situlah jebakan paling efektif bekerja.

Maka wajar jika kekecewaan para korban terasa berlipat. Kalau ini murni bisnis konvensional, mungkin lukanya berhenti di uang. Tapi ketika nama syariah dipakai, yang hancur bukan hanya saldo, melainkan keyakinan. Rasa percaya kepada sistem. Rasa hormat kepada istilah yang seharusnya dijaga, bukan diperdagangkan.

Tulisan ini tidak menawarkan akhir manis. Tidak ada kabar dana langsung kembali. Tidak ada pengakuan dosa yang menyembuhkan. Yang ada hanya satu pesan pahit, tapi perlu diucapkan keras-keras, Bos, jangan gunakan kata syariah kalau hanya untuk menipu nasabah. Karena saat uang hilang, orang bisa bangkit. Tapi saat kepercayaan dihancurkan atas nama nilai, luka itu jauh lebih lama sembuhnya.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Catatan Redaksi:

Tulisan yang dimuat “Kolom Menyapa Negeri” bertujuan untuk membuka ruang opini dan refleksi di Lidik.co dan terbuka bagi penulis lintas latar belakang. Pandangan dalam tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap redaksi.

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Jakarta Utara Sebut, Gubernur DKI Pramono Anung Hanya Umbar Janji Manis

    Aliansi Jakarta Utara Sebut, Gubernur DKI Pramono Anung Hanya Umbar Janji Manis

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Hunter
    • visibility 95
    • 0Komentar

    JAKARTA. LIDIK.CO 1 tahun paska tragedi kecelakaan maut yang mengakibatkan 5 nyawa melayang di daerah Plumpang, semper K Jakarta Utara (5/9/2024) silam, pemerintah DKI Jakarta seolah tidak ada upaya pencegahan yang kongkrit, hal ini dikatakan oleh Anung Mhd selaku koordinator Aliansi Jakarta Utara kepada awak media, pada hari Minggu, (7/9//2025). Aliansi Jakarta Utara Menilai ini […]

  • Wakili Dandim Pasi Ops Kodim 1208/Sambas Hadiri Gelar Pasukan Patuh Kapuas 2025 Polres Sambas

    Wakili Dandim Pasi Ops Kodim 1208/Sambas Hadiri Gelar Pasukan Patuh Kapuas 2025 Polres Sambas

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 71
    • 0Komentar

    SAMBAS.LIDIK.CO Perwira Seksi Operasi Kodim 1208/Sambas Kapten Arm Herlin Dinata mewakili Komandan Kodim 1208/Sambas hadiri gelar Pasukan opspol “PATUH KAPUAS-2025” kegiatan berlansung di halaman apel Polres Sambas, Jalan Kartiasa, Desa lorong, Kec. Sambas, Kab. Sambas, Senin (14/07/25). Kegiatan dihadiri Kapolres Sambas, Bupati Sambas, H. Satono S.Sos.i., M.H, AKBP Wahyu Jati Wibowo, S.I.K.,S.H.,M.H., Wakapolres Sambas, Kompol […]

  • Kodim 1208/Sambas Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H 2026 M

    Kodim 1208/Sambas Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H 2026 M

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT di bulan suci Ramadhan, Kodim 1208/Sambas menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang berlangsung dengan khidmat di Masjid Mujahidin Makodim 1208/Sambas, Jalan Tabrani, Desa Lumbang, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh Dandim 1208/Sambas Letkol Inf Dwiyanto Kusumo serta dihadiri oleh […]

  • Frigate Terbesar Se-Asia Tenggara Milik TNI AL, KRI Brawijaya-320 Tiba di Tanah Air
    TNI

    Frigate Terbesar Se-Asia Tenggara Milik TNI AL, KRI Brawijaya-320 Tiba di Tanah Air

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 73
    • 0Komentar

    JAKARTA.LIDIK.CO Kapal Perang jenis Frigate terbesar se-Asia Tenggara milik TNI AL yakni KRI Brawijaya-320 (KRI BWJ-320) tiba di Pelabuhan JICT 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Senin (8/9). Kedatangan KRI BWJ-320 ini disambut oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan […]

  • Sinergitas TNI Rakyat Anggota Koramil 04/Jawai Bersama Warga Gotong Royong Timbun Jalan

    Sinergitas TNI Rakyat Anggota Koramil 04/Jawai Bersama Warga Gotong Royong Timbun Jalan

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 68
    • 0Komentar

    SAMBAS.LIDIK.CO Untuk meringankan beban warga Anggota Koramil 1208-04/Jawai, Babinsa Sabaran, Kopda Ferdy bersama warga Gotong Royong timbun jalan yang berlokasi di Dusun Sungai Dungun, Desa Sabaran, Kec. Jawai Selatan, Kab. Sambas, (15/08/25). Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan dengan melakukan penimbunan jalan rusak dari jalan Desa Sabaran menuju jalan Dusun Sungai Dungun, yang dimana jalan tersebut […]

  • Membludak, Akses ke Pulau Lemukutan Sempat Lumpuh Akibat Steher Patah

    Membludak, Akses ke Pulau Lemukutan Sempat Lumpuh Akibat Steher Patah

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle Radiman Lah
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Foto dok istimewa Lidik.co/Ridwan Bengkayang, Lidik.co Lonjakan wisatawan menuju Pulau Lemukutan di momen libur Idul Fitri nyaris berujung chaos. Jembatan menuju steher tambat Kapal Motor di Teluk Suak, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, dilaporkan patah akibat tak mampu menahan beban pengunjung, Senin (25/3/2026). Warga dari berbagai daerah seperti Kabupaten Sambas, Bengkayang hingga Kota Singkawang […]

expand_less Back to top