Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Dapur Redaksi » Akurasi yang Dipertaruhkan, Kepercayaan yang Dihancurkan

Akurasi yang Dipertaruhkan, Kepercayaan yang Dihancurkan

  • account_circle Mahmud Marhaba
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026

Akurasi diakui sebagai landasan utama, bersanding dengan independensi dan keseimbangan.

Oleh: Mahmud Marhaba

(Ketua Umum DPP PJS dan Ahli Pers Dewan Pers)

Di tengah lautan informasi dan kecepatan aliran digital, satu prinsip dalam jurnalisme sering kali menjadi korban: akurasi. Dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 1, akurasi diakui sebagai landasan utama, bersanding dengan independensi dan keseimbangan. Tanpa akurasi, media kehilangan perannya yang fundamental sebagai penerang bagi masyarakat dan berisiko berubah menjadi sumber kebingungan.

Saat ini kita melihat betapa cepatnya berita menyebar, betapa cepatnya judul dibuat, dan betapa dangkalnya proses pemeriksaan fakta. Dalam kondisi demikian, akurasi sering kali disederhanakan menjadi sekadar “tidak salah. ” Namun, akurasi memiliki makna yang jauh lebih dalam dari itu. Akurat berarti bahwa fakta harus sesuai dengan kenyataan, data harus tepat, nama, angka, waktu, dan tempat tidak boleh salah. Kutipan harus disajikan dengan benar, konteks harus tetap ada. Satu kata yang keliru dapat merubah arti, dan satu angka yang tidak tepat bisa menghancurkan reputasi seseorang selamanya.

Kode Etik Jurnalistik secara jelas mengharuskan jurnalis untuk memverifikasi informasi. Artinya jelas: satu sumber saja tidak cukup, satu dokumen saja tidak memadai, dan satu klaim sepihak tidaklah mencukupi. Akurasi berasal dari proses verifikasi—pemastian dari berbagai pihak, konfirmasi, serta perbandingan yang relevan. Kecepatan memang penting, tetapi verifikasi adalah hal yang tidak dapat ditawar. Berita yang cepat tetapi salah bukanlah prestasi, melainkan sebuah kegagalan etika.

Salah satu masalah mendasar dalam dunia jurnalisme saat ini adalah pola pikir “rilis siap tayang. ” Informasi dari lembaga, pejabat, atau perusahaan sering kali dimuat hampir tanpa proses jurnalistik yang layak. Padahal, rilis bukanlah kebenaran akhir, melainkan informasi mentah yang memerlukan pengujian. Wartawan yang hanya menyalin rilis tanpa memverifikasi telah mengubah posisinya: dari jurnalis menjadi penghubung kepentingan. Ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan pelanggaran terhadap etika.

Seringkali muncul alasan klasik: narasumber sulit dihubungi, waktu terbatas, atau tekanan dari redaksi. Namun, dalam dunia jurnalisme, kondisi sulit tidak membenarkan asumsi yang sembarangan. Jika data belum lengkap, atau konfirmasi belum didapat, pilihan etis yang tersedia hanya dua: menunda atau menulis dengan jujur bahwa pihak terkait belum memberikan tanggapan hingga berita diterbitkan. Ketulusan seperti ini justru menunjukkan integritas media, bukan sebaliknya.

Akurasi tidak berhenti saat berita dipublikasikan. Kesalahan bisa saja terjadi, dan itu adalah bagian dari sifat manusia. Yang tidak etis adalah membiarkan kesalahan tersebut tanpa ada upaya perbaikan. Pasal 5 Undang-Undang Pers menegaskan pentingnya hak untuk mengoreksi sebagai bagian dari tanggung jawab media. Mengakui kesalahan, memperbaiki, dan memberikan penjelasan terkait pembaruan informasi bukanlah tindakan yang memalukan. Justru sebaliknya, itu adalah praktik profesionalisme yang dapat memperkuat kepercayaan publik.

Perlu ditekankan, akurasi bukan hanya menjadi tanggung jawab jurnalis di lapangan. Redaktur memegang peranan penting dalam memeriksa fakta, menguji logika, dan menahan berita yang belum siap. Pemimpin redaksi merupakan gerbang terakhir yang mempertimbangkan apakah sebuah berita layak untuk diterbitkan atau harus ditunda. Ketika berita yang tidak akurat dirilis ke publik, itu bukan sekadar kesalahan individu, tetapi sebuah kegagalan sistematis dari seluruh tim redaksi.

Dampak dari berita yang tidak akurat sangat jelas. Reputasi seseorang bisa hancur, konflik sosial bisa membesar, dan kepercayaan publik terhadap media bisa lenyap. Berita yang salah bukan sekadar “kesalahan penulisan,” tetapi bisa menjadi bentuk ketidakadilan yang merugikan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar.

Oleh karena itu, jurnalis yang hebat bukanlah yang tercepat dalam mempublikasikan berita, melainkan yang paling tepat dalam menyajikan fakta. Lebih baik terlambat beberapa menit daripada salah selamanya. Dalam dunia pers, kecepatan bisa dilupakan, tetapi kesalahan akan selalu diingat.

Akurasi merupakan suatu nilai penting dalam dunia jurnalistik. Saat akurasi dikompromikan, tidak hanya satu laporan yang rusak, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap media. Tanpa kepercayaan tersebut, media kehilangan legitimasi sebagai pilar dalam sistem demokrasi.#

Salam Kompeten

  • Penulis: Mahmud Marhaba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danramil 07/Teluk Keramat Hadiri Penyuluhan dan Pencanangan Desa Siaga TBC
    TNI

    Danramil 07/Teluk Keramat Hadiri Penyuluhan dan Pencanangan Desa Siaga TBC

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co   Komandan Koramil 07/Teluk Keramat Kodim 1208/Sambas menghadiri kegiatan penyuluhan sekaligus pencanangan Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) yang digelar di Kantor Desa Tri Kembang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kamis (16/10/2025). Kegiatan dihadiri Camat Galing, Suriawan, Danramil 1208-07/TLK, Kapten Inf. Waniran Kepala Puskesmas Galing, Dinas Kesehatan Sambas, Kepala Desa Tri Kembang, Nur Rochim, Ketua BPD […]

  • 12 Manfaat Jus Sirsak untuk Kesehatan dan Kekebalan Tubuh

    12 Manfaat Jus Sirsak untuk Kesehatan dan Kekebalan Tubuh

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Hunter
    • visibility 380
    • 0Komentar

    JAKARTA. LIDIK.CO Jus sirsak memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu pencernaan, dan berpotensi melawan kanker. Selain itu, jus sirsak juga bisa membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol tekanan darah, dan meredakan peradangan.  Berikut adalah beberapa manfaat jus sirsak secara lebih rinci: Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Kandungan vitamin C dan antioksidan dalam jus […]

  • Bupati Sambas Pimpin Evaluasi Program Strategis dan Agenda Pembangunan Daerah

    Bupati Sambas Pimpin Evaluasi Program Strategis dan Agenda Pembangunan Daerah

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co – Bupati Sambas, Satono, memimpin rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan Program Strategis Nasional, program daerah, serta sejumlah agenda pembangunan di Kabupaten Sambas. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sambas, Kamis (25/6/2026), Kegiatan itu diikuti kepala organisasi perangkat daerah (OPD) beserta pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas. Rapat tersebut menjadi […]

  • H-1 Lebaran Warga Masih Antre BBM di Sejumlah SPBU Hingga Malam Hari

    H-1 Lebaran Warga Masih Antre BBM di Sejumlah SPBU Hingga Malam Hari

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Distribusi BBM jenis Pertalite dipertanyakan, warga dipaksa menunggu oleh keadaan yang tidak menentu. Sambas, Lidik.co Menjelang Idul Fitri H-1, fenomena antrean panjang BBM jenis Pertalite kembali terjadi di Kabupaten Sambas. Di sejumlah SPBU, warga harus rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar hingga malam hari, Jum’at (20/3/2026). Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan […]

  • Ketua GWI Kalbar Silaturahmi dengan DPP GWI
    GWI

    Ketua GWI Kalbar Silaturahmi dengan DPP GWI

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta, Lidik.co   Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Wartawan Indonesia (DPD GWI) Kalimantan Barat, Alfian, melakukan kunjungan silaturahmi ke Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Wartawan Indonesia (DPP GWI) di Jakarta. Kedatangan Alfian disambut hangat oleh Ketua Umum DPP GWI, Bapak Andera, bersama Sekretaris Jenderal DPP GWI, Bapak Idrus Rasyid. Silaturahmi ini merupakan bagian dari penguatan hubungan […]

  • Danpasmar 1 Kunjungi Prajurit yang Berjaga di Pulau Berhala

    Danpasmar 1 Kunjungi Prajurit yang Berjaga di Pulau Berhala

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sumut,LIDIK.CO  – Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) Brigjen TNI (Mar) Ena Sulaksana, mengunjungi para prajurit yang sedang melaksanakan Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar (Satgasmar Pam Puter) ke XXVIII, di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) I yang menempati Pulau Berhala, Serdang Bedagai, Sumut, Jumat (29/08/2025). Pada kesempatan tersebut Danpasmar 1 melihat langsung kondisi dan fasilitas […]

expand_less Back to top