Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sambas » Pengakuan Giffarian Buka Sorotan Pengawasan Hutan Lindung di Sambas

Pengakuan Giffarian Buka Sorotan Pengawasan Hutan Lindung di Sambas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 20 Jan 2026

Sambas, Lidik.co

Pengakuan mantan anggota DPRD Kabupaten Sambas periode 2009–2014, Giffarian, membuka sorotan baru terhadap persoalan pengawasan kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Sambas. Ia menilai, polemik dugaan perambahan hutan yang selama ini mengemuka justru lebih banyak diarahkan pada kasus-kasus kecil, sementara aktivitas pembukaan lahan skala besar yang diduga melibatkan cukong dan korporasi luput dari pengawasan serius.

Dalam wawancara dengan Lidik.co, Giffarian menyampaikan keterangannya terkait kondisi lapangan kawasan hutan lindung di sejumlah wilayah Sambas. Menurut pengakuannya, praktik pembukaan lahan tidak hanya melibatkan masyarakat kecil, Senin (19/1/2026).

“Kalau melihat kondisi di lapangan, yang masuk ke kawasan hutan lindung itu bukan hanya kebun kecil. Ada aktivitas besar yang seharusnya bisa terlihat,” ujar Giffarian.

Ia menyampaikan pengakuan tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi hutan lindung. Berdasarkan keterangannya, pengawasan kawasan hutan merupakan kewenangan instansi teknis, yakni Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) di tingkat provinsi. Menurutnya, lemahnya pengawasan berpotensi membuat pembukaan lahan di kawasan lindung terus berlangsung tanpa penanganan tegas.

Isu pengawasan kawasan hutan ini mencuat di tengah ramainya pemberitaan dugaan perambahan hutan lindung yang sempat menyeret nama anggota DPRD Sambas, Junaidi. Namun, berdasarkan klarifikasi dan penelusuran administratif yang dilakukan, dugaan tersebut dinyatakan tidak terbukti, karena lokasi lahan yang dipersoalkan berada di luar kawasan hutan lindung.

Menurut Giffarian, fokus berlebihan pada kasus yang tidak terbukti berisiko menutup persoalan yang lebih besar. Ia menekankan bahwa penentuan status kawasan hutan harus berbasis peta dan data spasial, bukan asumsi visual semata.

“Kalau tidak dibuka petanya secara jelas, polemik ini akan terus berulang,” katanya.

Giffarian juga mendorong agar DPRD Kabupaten Sambas, khususnya Komisi II, mengambil peran aktif untuk menjernihkan persoalan tersebut melalui fungsi pengawasan. Menurut pengakuannya, DPRD dapat meminta penjelasan langsung dari instansi teknis di tingkat provinsi hingga pusat.

“Kalau memang mau terang, DPRD Sambas seharusnya melakukan kunjungan kerja ke DLHK Provinsi Kalbar. Bahkan bila perlu, langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujarnya.

Redaksi mencatat, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi berbasis overlay peta yang dipublikasikan secara terbuka terkait kondisi faktual kawasan hutan lindung di Sambas, khususnya mengenai dugaan aktivitas pembukaan lahan skala besar.

Informasi yang dihimpun Lidik.co juga menyebutkan bahwa Bupati Sambas Satono pernah menyurati DLHK Provinsi Kalimantan Barat terkait persoalan kawasan hutan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan serius yang disampaikan secara terbuka kepada publik.

Redaksi menegaskan, seluruh pernyataan Giffarian dalam berita ini merupakan pengakuan dan versi narasumber. Klarifikasi dan penjelasan dari pihak KPH Sambas, DLHK Provinsi Kalbar, serta instansi terkait lainnya tetap diperlukan agar pengelolaan dan pengawasan kawasan hutan dapat dijelaskan secara transparan dan berbasis data.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab dari pihak-pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Pantai Camar Bulan Temajuk

    Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Pantai Camar Bulan Temajuk

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co – Seekor lumba-lumba ditemukan mati dalam kondisi membusuk di Pantai Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Bangkai satwa laut itu kemudian dikuburkan oleh personel Polsubsektor Temajuk bersama warga setempat, Minggu (25/10/2026). Informasi yang dihimpun menyebutkan, temuan tersebut pertama kali diketahui warga bernama Siswadi. Sekitar pukul 18.30 WIB, personel Polsubsektor Temajuk mendatangi […]

  • Satgas Yonif 642/Kps Pos Teluk Arguni Karya Bhakti Bersihkan Masjid An-Nur

    Satgas Yonif 642/Kps Pos Teluk Arguni Karya Bhakti Bersihkan Masjid An-Nur

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Hunter
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KAIMANA. LIDIK.CO Satgas Yonif 642/Kps, Pos Teluk Arguni bersama dengan anak-anak TPQ An-Nur melaksanakan karya bakti membersihkan Masjid An-Nur di wilayah Kampung Bofuwer, Distrik Teluk Arguni, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. (15/7/2025). Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Satgas terhadap warga masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terutama tempat ibadah. “Selain menjaga agar lingkungan selalu bersih, kegiatan ini […]

  • Semakin Parahnya Dampak Kabut Asap di Wilayah Banyuasin 1 , Geni Lesmana ,Ketua Karang Taruna Banyuasin 1 Angkat Bicara, Pemerintah Kabupaten Banyuasin Segera Bertindak Cepat Atasi Kerhutla di Banyuasin 1

    Semakin Parahnya Dampak Kabut Asap di Wilayah Banyuasin 1 , Geni Lesmana ,Ketua Karang Taruna Banyuasin 1 Angkat Bicara, Pemerintah Kabupaten Banyuasin Segera Bertindak Cepat Atasi Kerhutla di Banyuasin 1

    • calendar_month Sen, 5 Okt 2026
    • account_circle Lily
    • visibility 38
    • 0Komentar

    LIDIK.CO ,Banyuasin – Semakin parah karhutla di Banyuasin 1 , kondisi karhutla tersebut sangat merugikan masyarakat karena kegiatan masyarakat terbatas apalagi dampak asap jarak pandang berkurang ,anak sekolah tidak bisa tatap muka secara langsung dengan tenaga pendidik serta kesehatan terganggu ( senin, 05 Oktober 2026 ) Banyuasin masuk 5 besar titik hotspot terbanyak seSumsel , […]

  • Hadir Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat, PLN IP UBP Tello Perkuat Budidaya Perikanan Masyarakat Sekitar

    Hadir Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat, PLN IP UBP Tello Perkuat Budidaya Perikanan Masyarakat Sekitar

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle HumasPLN
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MAKASSAR.LIDIK.CO PT PLN Indonesia Power UBP Tello kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program penguatan budidaya perikanan di Kelurahan Tello Baru. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi warga sekitar, khususnya kelompok pembudidaya ikan yang mengandalkan sektor perikanan sebagai sumber penghidupan sehari-hari. Bertempat di Lokasi Budidaya Ternak […]

  • Mencuat Dugaan Korupsi di Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Provinsi Sumsel Memicu FPGSS Menggelar Aksi Damai di Kejati Sumsel

    Mencuat Dugaan Korupsi di Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Provinsi Sumsel Memicu FPGSS Menggelar Aksi Damai di Kejati Sumsel

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
    • account_circle Lily
    • visibility 61
    • 0Komentar

    LIDIK.CO ,Palembang _ Maraknya kabar dugaan korupsi belakangan ini sangat menjadi perhatian publik, terutama bagi para pegiat kontrol sosial yang ada di indonesia, khususnya Sumatera Selatan (Sumsel). Berbicara masalah korupsi, Forum Pemuda Garuda Sumsel (FPGSS) menggelar aksi damai di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel). FPGSS menyoroti adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan (Abuse Of […]

  • Proyek Polindes Desa Matang Segentar Mangkrak ” warga Kecewa” Diduga Mark-Up

    Proyek Polindes Desa Matang Segentar Mangkrak ” warga Kecewa” Diduga Mark-Up

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 308
    • 0Komentar

    SAMBAS.LIDIK.CO Dugaan Pembangunan proyek Polindes Desa Matang Segentar Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas bersumber dari dana desa (DD) senilai Rp 60 juta, Mangkrak alis tak selesai.Jum’at (15/08/2025) Dari hasil investigasi pantauan Awak Media dilapangan bertepatan Dusun Beringin RT 04 Desa Matang Segentar, terlihat proses pembangunan Polindes tahun 2025 tersebut  belum rampung “, hanya tiang pondasi  […]

expand_less Back to top