Isu Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di Sambas, Bupati Pastikan Stok Aman
- account_circle Radiman Lah
- calendar_month Jum, 13 Mar 2026

Bupati Sambas bersama Wakil Bupati dan unsur Forkopimda meninjau salah satu SPBU di wilayah Kabupaten Sambas, Jumat (13/3/2026).
Sambas, Lidik.co
Antrean kendaraan bermotor mengular sejak pagi di sejumlah SPBU hingga kios pengecer BBM di wilayah Sambas, Jumat (13/3/2026). Warga berbondong-bondong membeli bahan bakar minyak setelah beredarnya kabar mengenai dugaan kelangkaan BBM, terutama jenis Pertalite. Antrean didominasi kendaraan roda dua yang memadati area pengisian bahan bakar.
Situasi serupa juga terlihat di sejumlah kios atau pom BBM tingkat pengecer yang tersebar di beberapa kecamatan. Kekhawatiran tidak kebagian BBM membuat sebagian warga memilih datang lebih awal untuk mengantre.
Rajuna (41), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Semparuk, mengaku sudah datang sejak pagi ke SPBU Semparuk demi memastikan mendapatkan BBM jenis Pertalite.
“Saya datang sejak pagi karena takut tidak kebagian Pertalite. Ternyata banyak juga warga yang sudah lebih dulu antre,” ujarnya.
SPBU Semparuk sendiri mulai beroperasi pukul 07.00 WIB. Namun sebelum jam operasional dimulai, antrean kendaraan roda dua dan roda empat sudah terlihat memanjang di area pengisian BBM.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU yang berada di jalur Pantura Kabupaten Sambas, mulai dari Kecamatan Selakau, Pemangkat, Semparuk, Tebas hingga Kecamatan Sambas.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Sambas Satono bersama Wakil Bupati Heroaldi dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sambas meninjau salah satu SPBU di ibu kota kabupaten untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM tetap berjalan normal.
Satono mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Pertamina Regional Kalimantan guna memastikan pasokan BBM ke wilayah Sambas tetap tersedia.
“Setelah berkoordinasi dengan Pertamina Kalbar, Alhamdulillah stok BBM di 15 SPBU Kabupaten Sambas dipastikan dalam kondisi aman,” ujar Satono.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di lapangan.
Selain itu, Satono juga mengingatkan pengelola SPBU dan pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan maupun praktik distribusi yang dapat memicu kelangkaan BBM.
“Yang terpenting masyarakat tidak perlu panik karena stok BBM di seluruh SPBU Kabupaten Sambas masih aman,” tegasnya.
Meski antrean sempat terjadi di sejumlah titik, aktivitas pengisian BBM di SPBU maupun kios pengecer masih berlangsung dan masyarakat tetap dapat melakukan pengisian bahan bakar.
- Penulis: Radiman Lah
- Editor: Redaksi

















Saat ini belum ada komentar