Tim Selakau Juara, Sparing Sampan Bidar Putri Desa Tengguli Berlangsung Sengit
- account_circle Radiman Lah
- calendar_month Sab, 20 Jun 2026

Tim Selakau Juara, Sparing Sampan Bidar Putri Desa Tengguli Berlangsung Sengit
Sambas, Lidik.co – Event Sparing Sampan Bidar Putri Race Desa Tengguli berlangsung meriah di Sungai Sambas Kecil, Desa Tengguli, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu.
Ajang olahraga tradisional yang menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir ini diikuti sebanyak 31 tim pendayung putri dari berbagai daerah di Kabupaten Sambas. Pertandingan berlangsung sengit dan mendapat perhatian masyarakat yang memadati tepian sungai untuk menyaksikan jalannya perlombaan.
Berdasarkan hasil perlombaan, juara pertama berhasil diraih tim dari Selakau. Posisi kedua ditempati tim tuan rumah Desa Tengguli, disusul Rantau Panjang di peringkat ketiga. Sementara juara keempat kembali diraih tim dari Tengguli, juara kelima berasal dari Kantan, dan juara keenam diraih tim dari Sumber Harapan.
Panitia menyediakan total hadiah uang tunai sebesar Rp5.200.000 bagi para pemenang. Selain itu, seluruh tim yang berhasil meraih juara 1 hingga 6 juga mendapatkan bonus khusus sebesar RM100 per tim dayung dari H. Nusi bin Jimali, seorang pecinta olahraga sampan bidar yang berasal dari Kuching, Sarawak, Malaysia.
Diketahui, H. Nusi merupakan owner Tim Dayung Sampan Bidar Sinaran Kuching. Kehadirannya di Desa Tengguli menjadi bentuk dukungan sekaligus kecintaannya terhadap perkembangan olahraga sampan bidar yang selama ini telah menjadi identitas masyarakat pesisir Sambas.
Menurutnya, para pendayung Kabupaten Sambas sejak lama dikenal memiliki kemampuan, ketangguhan, dan mental juara yang kuat dalam berbagai kompetisi sampan bidar. Bahkan, nama para pendayung dari Kabupaten Sambas cukup dikenal dan disegani di kalangan komunitas olahraga dayung tradisional di Malaysia.
Kepala Desa Tengguli, M. Daud, mengaku bangga atas suksesnya pelaksanaan Sparing Sampan Bidar Putri Race Desa Tengguli tahun ini yang digelar tingkat Kabupaten Sambas.
“Kami sangat bersyukur dan bangga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme peserta maupun masyarakat sangat luar biasa. Ke depan kami berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih meriah dan lebih besar lagi,” ujarnya.
M. Daud mengatakan pihaknya memiliki harapan agar event sampan bidar di masa mendatang dapat berkembang menjadi ajang yang melibatkan peserta dari luar negeri, khususnya Malaysia dan Brunei Darussalam.
“Event Sparing Sampan Bidar Putri maupun Putra Race Desa Tengguli ke depan mungkin akan kita tingkatkan lagi dengan mengundang peserta dari Malaysia dan Brunei. Tentu hal ini membutuhkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sambas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga pemerintah pusat,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali hadir menyaksikan lanjutan perlombaan yang akan digelar pada hari berikutnya.
“Besok masih ada Sparing Sampan Bidar Putra. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang ke Desa Tengguli dan bersama-sama memeriahkan kegiatan ini,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari upaya pelestarian olahraga tradisional dan budaya masyarakat pesisir, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik peserta lebih luas serta memberikan dampak positif bagi promosi wisata dan budaya Kabupaten Sambas.
Berdasarkan hasil perlombaan, tim JK 85 dari Kecamatan Selakau berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II ditempati tim EF Adison dari Desa Tengguli, sementara Juara III diraih tim Yamaha PB Kujang dari Rantau Panjang.
Pada posisi berikutnya, tim Putri Rinja dari Desa Tengguli berhasil meraih Juara IV. Juara V diraih tim Dujanah dari Kantan, sedangkan Juara VI ditempati tim TDI Indomarine 69 dari Sumber Harapan.
Para pemenang menerima total hadiah uang tunai sebesar Rp5.200.000 yang disediakan panitia penyelenggara. Selain itu, seluruh tim yang berhasil menempati peringkat 1 hingga 6 juga memperoleh bonus khusus sebesar RM100 per tim dayung dari H. Nusi bin Jimali, owner Tim Dayung Sampan Bidar Sinaran Kuching, Sarawak, Malaysia.
Sementara itu, kemeriahan olahraga tradisional di Desa Tengguli akan berlanjut pada Minggu dengan digelarnya Sparing Sampan Bidar Putra Race se-Kabupaten Sambas. Berbeda dengan kategori putri, perlombaan putra kali ini diperkirakan akan berlangsung lebih sengit karena diikuti sebanyak 98 tim dayung.
Panitia menerapkan sistem bebas bon, yakni setiap tim diperbolehkan menggunakan pendayung dari luar Kabupaten Sambas guna memperkuat komposisi tim masing-masing. Total hadiah yang diperebutkan pada kategori putra mencapai Rp18 juta.
Kepala Desa Tengguli, M. Daud, mengajak masyarakat untuk kembali memadati tepian Sungai Sambas Kecil dan menyaksikan secara langsung persaingan para pendayung terbaik yang akan bertanding memperebutkan gelar juara.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa olahraga sampan bidar masih memiliki daya tarik yang kuat serta menjadi bagian penting dari budaya masyarakat pesisir Kabupaten Sambas yang patut terus dilestarikan dan dikembangkan.
- Penulis: Radiman Lah

















Saat ini belum ada komentar