Kejujuran Murid SD Negeri 1 Aruk, Audrey dan Kelys Tak Tergoda Uang Rp500 Ribu
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kam, 16 Jul 2026

Foto SD Negeri 1 Aruk, Indonesia.
Dua siswi kelas II di wilayah perbatasan RI–Malaysia memilih tidak menyentuh lima lembar uang pecahan Rp100 ribu yang tercecer di depan gerbang sekolah. Kejujuran mereka menjadi teladan bahwa pendidikan karakter tetap tumbuh di beranda negeri.
Sambas, Lidik.co – Di tengah sorotan terhadap keterbatasan fasilitas pendidikan di SD Negeri 1 Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terselip sebuah kisah yang menghangatkan hati. Dua siswi kelas II membuktikan bahwa kejujuran tidak mengenal letak geografis maupun kondisi sekolah, Kamis (16/7/2026).
Peristiwa itu terjadi seusai tim Lidik.co mewawancarai Kepala SD Negeri 1 Aruk, Ketua Komite Sekolah, serta beberapa orang tua murid. Tiba-tiba, dua siswi kecil datang dari arah gerbang sekolah menghampiri wartawan Lidik.co yang masih berada di halaman sekolah.
Dengan wajah polos, keduanya berkata, “Pak, ini ada uang siapa?” sambil menunjuk ke arah depan gerbang sekolah.
Di lokasi tersebut tampak lima lembar uang pecahan Rp100 ribu tercecer di atas tanah. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan di saksikan oleh Kepala Sekolah, Ketua Komite dan orang tua murid uang tersebut kemudian dipungut dan diamankan oleh wartawan Lidik.co sembari menunggu pemiliknya datang.
Kedua siswi tersebut adalah Audrey (7) dan Kelys (6), yang sama-sama duduk di bangku kelas II SD Negeri 1 Aruk.
Saat ditanya siapa pemilik uang itu, keduanya kompak menjawab tidak mengetahui. Ketika kembali ditanya apakah uang tersebut boleh diambil untuk kepentingan sendiri, mereka pun serempak menjawab, “Tidak boleh.”
“Itu bukan uang kami, jadi tidak boleh diambil,” ujar Audrey dengan polos.
Audrey kemudian bercerita bahwa ibunya selalu berpesan agar tidak mengambil uang maupun barang yang bukan menjadi haknya. Pesan itu, menurut Audrey, selalu diingat setiap kali menemukan sesuatu yang bukan miliknya. Pernyataan tersebut langsung diamini oleh sahabatnya, Kelys.
Tak lama berselang, seorang perempuan paruh baya datang ke sekolah dan mengaku kehilangan uang tersebut. Ia menjelaskan bahwa saku celananya robek sehingga uang yang dibawanya tercecer tanpa disadari.
Untuk memastikan kepemilikan uang tersebut, perempuan itu kemudian diminta menyebutkan jumlah uang yang hilang. Setelah jawabannya sesuai dengan uang yang ditemukan, wartawan Lidik.co menyerahkan uang tersebut kepada pemiliknya.
“Terima kasih, Pak. Terima kasih juga kepada Audrey dan Kelys. Berkat mereka, uang saya bisa ditemukan kembali,” ucap perempuan itu dengan wajah lega.
Peristiwa tersebut menjadi contoh bahwa sikap jujur masih tertanam kuat pada diri anak-anak, termasuk di wilayah perbatasan negara yang menjanjikan kemakmuran untuk rakyat.
- Penulis: Redaksi
















Saat ini belum ada komentar