Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Dapur Redaksi » Kasus Kades Tebuah Elok dan Alarm Pengawasan Dana Desa di Sambas

Kasus Kades Tebuah Elok dan Alarm Pengawasan Dana Desa di Sambas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026

Penetapan Kepala Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, berinisial H, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa oleh Kejaksaan Negeri Sambas bukan sekadar perkara hukum individual. Kasus ini menjadi alarm keras bagi sistem pengawasan Dana Desa di Kabupaten Sambas yang selama ini kerap dipandang administratif, bukan substantif.

Berdasarkan rilis resmi Kejari Sambas, H diduga melakukan penyimpangan pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2023 dengan modus laporan pertanggungjawaban (SPJ) fiktif, mark up anggaran kegiatan, serta penggunaan dana untuk kepentingan pribadi. Audit investigatif Inspektorat Kabupaten Sambas mencatat dugaan kerugian keuangan negara mencapai lebih dari Rp609 juta, dengan pengembalian sebagian sekitar Rp306 juta.

Bukan Proses Instan

Kasus ini tidak lahir dalam ruang hampa. Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) oleh Inspektorat menjadi pintu masuk utama yang kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik Kejaksaan. Artinya, proses pengungkapan perkara berjalan melalui mekanisme formal, bukan tindakan spontan atau reaktif.

Namun, pertanyaan publik tak berhenti pada siapa yang ditetapkan sebagai tersangka. Yang lebih mendasar adalah mengapa dugaan penyimpangan dengan nilai ratusan juta rupiah bisa terjadi dan baru terungkap belakangan.

Rentang Jabatan dan Celah Pengawasan

Dalam rilis Kejari Sambas disebutkan bahwa tersangka menjabat sebagai Kepala Desa pada periode Tahun Anggaran 2017 hingga 2023. Rentang waktu ini memunculkan spekulasi publik: apakah dugaan penyimpangan hanya terjadi pada satu tahun anggaran, atau merupakan pola yang berulang namun baru terdeteksi pada audit terakhir.

Di titik inilah pengawasan Dana Desa menjadi sorotan. Secara struktural, Dana Desa tidak hanya diawasi oleh satu pihak. Ada peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemerintah kecamatan, hingga Inspektorat sebagai aparat pengawas internal pemerintah daerah. Ketika dugaan penyimpangan bernilai besar terjadi, maka evaluasi seharusnya tidak berhenti pada pelaku, melainkan juga pada efektivitas sistem pengawasan itu sendiri.

Dampak Sosial di Tingkat Desa

Bagi masyarakat Desa Tebuah Elok, kasus ini bukan sekadar berita hukum. Penetapan kepala desa sebagai tersangka berpotensi mengganggu roda pemerintahan desa, kepercayaan publik, serta keberlanjutan program pembangunan yang bersumber dari Dana Desa.

Dana Desa sejatinya dirancang untuk memperkuat pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Ketika dana tersebut justru menjadi objek dugaan korupsi, yang paling dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga warga desa sebagai penerima manfaat langsung.

Penegakan Hukum dan Tanggung Jawab Kolektif

Penanganan perkara ini menunjukkan bahwa penegakan hukum tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga akuntabilitas Dana Desa. Namun, penegakan hukum seharusnya menjadi langkah terakhir setelah sistem pencegahan dan pengawasan gagal berjalan optimal.

Kasus Kades Tebuah Elok menjadi pengingat bahwa transparansi, partisipasi masyarakat, dan pengawasan berlapis bukan sekadar formalitas. Tanpa itu, Dana Desa yang besar nilainya justru membuka peluang penyimpangan yang merugikan kepentingan publik.

Hingga kini, proses hukum terhadap tersangka masih berjalan dan berada pada tahap pemberkasan. Semua pihak tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah sembari menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RAPBD Sambas 2027 Targetkan Pendapatan Rp1,85 Triliun, Belanja Turun 8,62 Persen

    RAPBD Sambas 2027 Targetkan Pendapatan Rp1,85 Triliun, Belanja Turun 8,62 Persen

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co — Pemerintah Kabupaten Sambas menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp1,85 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027. Sementara itu, rencana belanja daerah ditetapkan sebesar Rp1,72 triliun, turun 8,62 persen dibandingkan APBD murni 2026, Selasa (26/10/2026). Angka tersebut disampaikan Bupati Sambas Satono saat memaparkan penjelasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) […]

  • Menyusuri Pagi Dalam Semangkuk Sup Mie Asin di Semparuk 

    Menyusuri Pagi Dalam Semangkuk Sup Mie Asin di Semparuk 

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Foto Sup Mie Asin khas Semparuk Sambas, Lidik.co – Di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pagi tidak selalu dimulai dengan tergesa-gesa. Di beberapa sudut kampung, hari justru berjalan pelan bersama aroma bawang goreng, uap kuah hangat, dan suara sendok yang beradu pelan dengan mangkuk enamel di warung sederhana. Di Desa Semparuk, Kecamatan Semparuk, semangkuk bubur nasi […]

  • Wabup Heroaldi Buka Lubuk Dagang Bidar Race Seri III 2026, Lebih dari 100 Tim Ramaikan Sirkuit Sungai Teberau

    Wabup Heroaldi Buka Lubuk Dagang Bidar Race Seri III 2026, Lebih dari 100 Tim Ramaikan Sirkuit Sungai Teberau

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Radiman Lah
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Wabup Heroaldi di Lubuk Dagang Bidar Race Seri III 2026 Sambas, Lidik.co Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, mewakili Bupati Sambas secara resmi membuka Lubuk Dagang Bidar Race Seri III Tahun 2026 di Sirkuit Sungai Teberau, Desa Lubuk Dagang, Minggu pagi (17/5/2026). Ajang balap sampan tradisional tersebut diikuti lebih dari 100 tim peserta yang siap […]

  • Sambut HUT Kota Sambas ke-395, Pemilihan Bujang Dare 2026 Siapkan Generasi Muda Berbudaya dan Berprestasi

    Sambut HUT Kota Sambas ke-395, Pemilihan Bujang Dare 2026 Siapkan Generasi Muda Berbudaya dan Berprestasi

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • account_circle Radiman Lah
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Desain poster Pemilihan Bujang Dare 2026 Sambas, Lidik.co Momentum Hari Jadi Kota Sambas ke-395 akan semakin semarak dengan digelarnya Pemilihan Bujang dan Dare Sambas 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari bersejarah bagi masyarakat Sambas tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berbudaya, berkarakter, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap daerahnya. Pegiat budaya Kabupaten […]

  • Langkah Kasih Menembus Sunyi: Satgas TNI Sentuh Hati Warga Kumo-Kumo

    Langkah Kasih Menembus Sunyi: Satgas TNI Sentuh Hati Warga Kumo-Kumo

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 70
    • 0Komentar

    PUNCAK-PAPUA.LIDIK.CO Di tengah bentang alam yang menjulang dan keheningan Distrik Kembru yang kerap dibelai angin dingin, ada getar kehidupan yang tumbuh hari ini. Getar itu datang bukan dari senjata, tapi dari senyum dan langkah tulus para prajurit Satgas Yonif 700/WYC Pos Pintu Jawa. Dengan penuh cinta, mereka menggelar kegiatan Binter terbatas melalui anjang sana ke […]

  • Golkar Soroti Penurunan PAD Rp53 Miliar, Usulkan 70 Persen Tenaga Kerja Lokal di Sambas

    Golkar Soroti Penurunan PAD Rp53 Miliar, Usulkan 70 Persen Tenaga Kerja Lokal di Sambas

    • calendar_month Rab, 28 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Foto dokumentasi istimewa Anggota DPRD Sambas Fraksi Partai Golkar Supni Alantas. Sambas, Lidik.co – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Sambas menyoroti penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam RAPBD 2027 sebesar sekitar Rp53 miliar. Fraksi ini juga mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta usulan kewajiban perekrutan minimal 70 persen […]

expand_less Back to top