Perumda Sambas Sempat Tertinggal di Kalbar: Lima Rekomendasi Strategis untuk Bangkit
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sen, 22 Sep 2025

Foto istimewa
Sambas, LIDIK.CO
Dalam laporan perbandingan kinerja PDAM se-Kalimantan Barat tahun 2023, posisi Perumda Tirta Muare Ulakan Sambas masih tertinggal dalam sejumlah indikator utama. Data menunjukkan bahwa perusahaan ini perlu melakukan lompatan strategis untuk mengejar ketertinggalan dalam hal efisiensi operasional, cakupan layanan, dan kesehatan keuangan.
Dari tabel perbandingan, beberapa PDAM di Kalbar telah mencatat skor kinerja dan kesehatan yang lebih baik, dengan cakupan layanan yang lebih luas dan efisiensi operasional yang lebih tinggi. Sementara Perumda Sambas masih berada di zona kuning dan merah dalam beberapa aspek, menandakan perlunya intervensi serius.
Menanggapi tantangan tersebut, tim manajemen Perumda merumuskan lima rekomendasi strategis:
1. Investasi Infrastruktur
Perluasan jaringan pipa dan peningkatan fasilitas produksi menjadi prioritas untuk meningkatkan kapasitas distribusi air bersih.
2. Penguatan SDM
Pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan dinilai krusial untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan.
3. Efisiensi Operasional
Pengelolaan sumber daya yang lebih baik, pemanfaatan teknologi, dan pengurangan kebocoran air menjadi fokus utama.
4. Peningkatan Pelayanan Pelanggan
Respons cepat terhadap keluhan, komunikasi yang efektif, dan peningkatan kualitas layanan menjadi bagian dari strategi retensi pelanggan.
5. Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Dukungan regulatif dan anggaran dari Pemda diperlukan untuk mempercepat pengembangan dan menjaga keberlanjutan layanan publik.
Direktur Perumda, Arpandi, S.P., M.H., menyatakan bahwa rekomendasi ini bukan sekadar daftar teknis, melainkan peta jalan menuju transformasi kelembagaan. “Kami sadar posisi kami belum ideal. Tapi dengan strategi yang terukur dan dukungan lintas pihak, kami yakin bisa mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Laporan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan air minum bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal kepemimpinan, kolaborasi, dan keberpihakan pada hak dasar masyarakat.
- Penulis: Redaksi

















Saat ini belum ada komentar