H-1 Lebaran Warga Masih Antre BBM di Sejumlah SPBU Hingga Malam Hari
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jum, 20 Mar 2026

Distribusi BBM jenis Pertalite dipertanyakan, warga dipaksa menunggu oleh keadaan yang tidak menentu.
Sambas, Lidik.co
Menjelang Idul Fitri H-1, fenomena antrean panjang BBM jenis Pertalite kembali terjadi di Kabupaten Sambas. Di sejumlah SPBU, warga harus rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar hingga malam hari, Jum’at (20/3/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda sama-sama mendominasi hampir seluruh SPBU di wilayah Selakau, Pemangkat, Semparuk hingga Tebas. Di salah satu SPBU di Kecamatan Semparuk antrean masih berlangsung.
Lonjakan kebutuhan BBM menjelang Lebaran memang bukan fenomena baru. Namun, pola antrean yang terus berulang setiap tahun mulai memunculkan pertanyaan serius terkait kesiapan distribusi dan manajemen suplai energi di daerah ini.
Sejumlah warga mengaku terpaksa mengantre sejak sore hari demi memastikan kendaraan mereka bisa digunakan saat momentum Lebaran. Tidak sedikit yang memilih mematikan mesin sambil mendorong motor secara perlahan mengikuti antrean.
“Kalau tidak antre sekarang, takut besok kehabisan sementara pada hari pertama lebaran kita harus bersilaturahmi dengan orang tua dan sanak keluarga,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Situasi ini memperlihatkan adanya kekhawatiran di tengah masyarakat terhadap ketersediaan BBM, khususnya jenis Pertalite yang menjadi pilihan utama pengguna kendaraan roda dua. Kekhawatiran timbul akibat dari tidak adanya jaminan ketersediaan dan stok.
Di sisi lain, kondisi ini menjadi catatan penting bagi pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM lebih merata dan tepat sasaran, terutama pada periode krusial seperti arus mudik dan perayaan hari besar keagamaan. Bukan malah terkesan dengan sengaja membiarkan.
Antrean panjang yang terus berulang setiap momen Lebaran seolah menjadi “tradisi tahunan” yang belum sepenuhnya terurai di tengah janji kelancaran distribusi energi yang terus digaungkan. Jika terus seperti ini maka tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan semakin berkurang.
“Besok-besok pemerintah daerah jangan kebakaran jenggot jika dikritisi oleh masyarakat atas layanan publik jelang Idul Fitri pun tidak memuaskan,” pungkas warga yang enggan disebut namanya.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Radiman Lah

















Saat ini belum ada komentar