Blackout di Sambas, PLN Sebut Gangguan Teknis pada Salah Satu PLTU
- account_circle Redaksi
- calendar_month Ming, 5 Jul 2026

Sambas, Lidik.co – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas pada Minggu malam memicu keluhan warga. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menyatakan gangguan tersebut berkaitan dengan penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat akibat gangguan teknis pada salah satu pembangkit listrik, Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan holding statement PLN UID Kalimantan Barat yang diunggah Diskominfo Kabupaten Sambas melalui akun Facebook resminya, gangguan tersebut disebabkan kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar. Kondisi itu membuat kemampuan pasok sistem kelistrikan di Kalimantan Barat belum dapat beroperasi secara optimal.
PLN menyebut, untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, dilakukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Sambas. PLN juga menegaskan gangguan tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun batubara.
Warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sambas, seperti Semparuk, Pemangkat, Selakau, Tebas, dan wilayah lainnya, melaporkan pemadaman terjadi hampir bersamaan pada Minggu malam. Kondisi itu dikeluhkan karena mengganggu aktivitas rumah tangga maupun usaha warga.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mengakses jaringan internet dan harus menghentikan aktivitas usaha yang bergantung pada pasokan listrik. Sementara warga lainnya terpaksa menggunakan mesin genset untuk penerangan selama pemadaman berlangsung.
Rudi, warga Kecamatan Semparuk, mengaku sangat tidak nyaman atas seringnya pemadaman bergilir yang terjadi. Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja PLN agar gangguan serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
“Jika sering terjadi pemadaman bergilir seperti ini, maka sudah sepatutnya pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja pihak PLN,” ujarnya.
Sementara itu, Luncai, warga Kecamatan Tebas, mengatakan aliran listrik di wilayahnya kembali menyala pada pukul 21.30 WIB setelah sebelumnya padam sejak sekitar pukul 18.00 WIB.
PLN menyatakan tengah mengerahkan sumber daya untuk menjaga keandalan pasokan dengan memaksimalkan pembangkit yang tersedia serta menambah suplai listrik dari pembangkit milik mitra kerja. Dalam keterangannya, PLN memperkirakan proses perbaikan membutuhkan waktu sekitar satu minggu dan perkembangan penanganan akan disampaikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pasokan listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas dilaporkan belum sepenuhnya stabil. Lidik.co masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada PLN UID Kalimantan Barat untuk menyampaikan pembaruan resmi terkait wilayah terdampak, pola pembatasan pasokan, serta progres pemulihan sistem kelistrikan di Kabupaten Sambas.
- Penulis: Redaksi

















Saat ini belum ada komentar