Beredar di WhatsApp Proyeksi BBM Naik, Ini Faktanya
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sel, 31 Mar 2026

Foto Info grafik
Sambas, Lidik.co
Infografik proyeksi kenaikan harga BBM hingga lebih dari 10 persen beredar luas melalui WhatsApp dan media sosial. Namun, informasi tersebut belum memiliki dasar resmi. Sementara materi lain yang mengatasnamakan Pertamina menegaskan belum ada pengumuman resmi. Penelusuran menunjukkan, salah satu materi klarifikasi berasal dari jalur internal Pertamina di Kalimantan Barat.
Infografik pertama menampilkan proyeksi kenaikan harga BBM dengan angka yang cukup signifikan. Dalam gambar tersebut, harga Pertalite disebut naik dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 per liter, Bio Solar dari Rp6.800 menjadi Rp9.500, serta Pertamax dari Rp13.000 menjadi Rp16.500 per liter.

Foto SS dari salah satu WhatsApp grup
Namun, infografik itu tidak mencantumkan sumber data, lembaga penerbit, maupun dasar perhitungan yang bisa diverifikasi. Kondisi ini memunculkan keraguan atas validitas informasi yang telah terlanjur viral di media sosial.
Di sisi lain, beredar infografik pembanding berisi imbauan agar masyarakat menyikapi informasi dengan bijak. Materi tersebut mencantumkan logo Pertamina dan menyebut bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait harga BBM per 1 April 2026.
Hasil konfirmasi di lapangan memperkuat konteks tersebut. Seorang rekan di SPBU di Kecamatan Pemangkat, menyebutkan bahwa infografik klarifikasi itu diperoleh dari salah seorang sales area manager retail Kalimantan Barat, Widhi.

Foto istimewa
Meski demikian, secara redaksional informasi tersebut tetap diposisikan sebagai imbauan internal/edukatif bukan pengumuman kebijakan resmi terkait perubahan harga BBM.
“Untuk informasi resmi kita tunggu pengumuman dari pihak pemerintah dan kami harap masyarakat hanya mempercayai informasi dari resmi dari pihak-pihak yang berkompeten,” tandas petugas SPBU yang enggan disebut namanya.
Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Radiman Lah

















Saat ini belum ada komentar