Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sulit Akses Jalan Ke UPT Batu Ampar, Wamen Viva Yoga: Semua Masalah Segera Kita Tuntaskan

Sulit Akses Jalan Ke UPT Batu Ampar, Wamen Viva Yoga: Semua Masalah Segera Kita Tuntaskan

  • account_circle Hunter
  • calendar_month Kam, 11 Sep 2025

LIDIK.CO. BENGKULU

Bagi orang yang pertama kali ke Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Batu Ampar, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, pasti akan kaget. Jalan menuju ke sana berupa tanah, bebatuan, kerikil, dan berlumpur bila tergenang air atau saat hujan.

Tak hanya itu, ruas jalan ada yang berkelok dan kerap dijumpai tanjakan dan turunan yang curam sehingga kendaraan yang melintas di sana sepertinya hanya mobil double gardan. Bila hendak ke sana seolah-olah kita sedang ‘off road’ dengan medan extrim.

Meski jalan tanah yang terjal ditambah dengan kondisi alam di antara perkebunan sawit dan semak belukar yang mengepung pemukiman, hal demikian tidak membuat Triyono patah semangat dalam menjalani hidup sebagai seorang transmigran.

Pria asal Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, itu mengakui kali pertama menempati unit pemukiman itu merasa shock, “jalannya di antara tebing yang curam”, ujarnya.

Seiring perjalanan waktu di mana ia ditempatkan mulai Desember 2023 hingga sekarang, dirinya sudah bisa beradaptasi bahkan betah dengan suasana yang ada.

“Di sini tanah harapan saya”, ungkapnya. Triyono saat ini menjadi petani kopi, kelapa sawit, hingga menanam sayuran dan cabai. Hasil kebunnya dijual pada pengepul yang ada di Suka Rame.

Dikatakan dalam beraktivitas, ia menggunakan sepeda motor. Motor yang dimiliki disebut kuat menanjak sebab katanya sudah biasa dengan jalan yang terjal.

Triyono merupakan salah satu transmigran di antara puluhan transmigran dan keluarganya yang menyambut kedatangan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Balai Pertemuan Batu Ampar, 10/9/2025.

Viva Yoga datang  bersama dengan Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin, Pj Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Forkompida Bengkulu Selatan serta dinas terkait baik kabupaten maupun provinsi.

Di hadapan transmigran dan keluarganya, Viva Yoga mengatakan transmigrasi untuk memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke kawasan yang longgar, tujuannya untuk menjaga tanah air dan memperkuat NKRI. “Dengan adanya penduduk di kawasan yang sepi dan senyap, wilayah tanah air kita terjaga”, ujarnya.

“Transmigran yang berasal dari Nganjuk, Semarang, Purwakarta, Kuningan, dan Madiun berbaur dan bersatu di tempat ini sehingga memperkokoh persatuan bangsa”, tambahnya.

Transmigrasi di Bengkulu Selatan dimulai sejak tahun 1979. Kawasan transmigrasi yang ada berkembang menjadi desa dan kecamatan definitif serta menjadi sentra pertanian. Di Batu Ampar menurut Viva Yoga ada 33 kepala keluarga.

“UPT ini masih dalam pembinaan”, ujarnya. Meski dalam pembinaan, Kementerian Transmigrasi segera menuntaskan kebutuhan para transmigran.

Lahan-lahan yang diberikan saat ini dalam proses sertipikati menjadi SHM. Dari 77 bidang lahan yang hendak disertipikati, tinggal 22 bidang dalam proses selesai.

“Kita tuntaskan tahun ini”, ujarnya. “Apabila ada yang belum mendapatkan sertipikat SHM, segera lapor ke Kementerian Transmigrasi”, tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Viva Yoga memberikan bantuan dari dana APBN TA 2025 sebesar Rp4,5 miliar. Dana yang digelontorkan itu untuk renovasi sekolah, pengadaan toilet dan air bersih, pembangunan jalan non status penghubung desa sepanjang 2 km. Dengan bantuan sebesar itu diharap masalah akses jalan yang seperti jalur off road itu terselesaikan.

Ketika UPT Batu Ampar dibangun, rumah transmigran disokong dengan panel-panel surya untuk mensuplai kebutuhan listrik. Dalam perjalanan waktu keberadaan panel surya itu ada yang masih berfungsi ada pula yang tidak. Saat ini transmigran di sana mengakui di UPT belum ada listrik.

Menanggapi hal yang demikian, Viva Yoga mengatakan dirinya sudah dua kali berkoordinasi dengan Kementerian ESDM. “Saya berkoordinasi langsung dengan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung untuk membahas program Listrik Masuk Desa”, ujarnya.

Kementeriaan Transmigrasi sudah mendaftarkan 55 desa transmigran yang perlu dialiri listrik. “Bila ada data baru desa transmigrasi yang belum dialiri listrik, datanya akan kita serahkan ke Kementerian ESDM lagi”, ujarnya.

Dengan program Listrik Masuk Desa dan dirinya sudah berkoordinasi langsung dengan Yuliot Tanjung maka masalah penerangan di Batu Ampar akan teratasi.

“Jadi masalah yang teratasi di Batu Ampar tidak hanya listrik namun juga jalan, status tanah, air bersih, dan yang lainnya”, ujar mantan Anggota Komisi IV DPR itu.

  • Penulis: Hunter
  • Editor: Hunter
  • Sumber: Red

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Aniaya Ibu Kandung di Sambas, Polisi Lakukan Penanganan dan Observasi Kejiwaan

    Anak Aniaya Ibu Kandung di Sambas, Polisi Lakukan Penanganan dan Observasi Kejiwaan

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Anak Aniaya Ibu Kandung di Desa Lela Kabupaten Sambas, Polisi Lakukan Penanganan dan Observasi Kejiwaan. Sambas, Lidik.co Aparat kepolisian dari Polres Sambas melalui Polsek Teluk Keramat menangani kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan seorang anak terhadap ibu kandungnya. Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial Facebook. Terduga pelaku diketahui […]

  • Proyek Irigasi Rawa Tebas Rp22,7 Miliar Disorot INPEST, Material Kayu, Mutu Pekerjaan dan K3 Dipertanyakan

    Proyek Irigasi Rawa Tebas Rp22,7 Miliar Disorot INPEST, Material Kayu, Mutu Pekerjaan dan K3 Dipertanyakan

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Foto dokumentasi istimewa Sambas, Lidik.co – DPN Lembaga Independen Pembawa Suara Transparansi (INPEST) menyoroti sejumlah temuan lapangan pada proyek Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek Kebun Jeruk di Kabupaten Sambas yang berada di bawah Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak. Temuan tersebut diperoleh dalam kegiatan investigasi lapangan yang dilakukan pada Kamis (18/6/2026). Berdasarkan data […]

  • GAASS Gelar Aksi di KPK RI , Minta Periksa Ketua Kormi Sumsel Diduga Terindikasi KKN

    GAASS Gelar Aksi di KPK RI , Minta Periksa Ketua Kormi Sumsel Diduga Terindikasi KKN

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Lily
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Jakarta , LIDIK.CO –  Gerakan Pemuda Mahasiswa Sumatera Selatan (GAASS) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, pada Senin (08/12/2025). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kontrol sosial terhadap dugaan ketidakwajaran dalam tata kelola anggaran serta indikasi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Dalam […]

  • Safari Honai di Gigobak Sentuh Hati Warga,TNI Hadir Membawa Sejuk dan Sehat

    Safari Honai di Gigobak Sentuh Hati Warga,TNI Hadir Membawa Sejuk dan Sehat

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 120
    • 0Komentar

    PUNCAK-PAPUA.LIDIK.CO Kepedulian tanpa batas kembali ditunjukkan oleh Satgas Yonif 700/WYC melalui Pos Kout Sinak yang melaksanakan kegiatan Binter terbatas dalam bentuk Safari Honai ke Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. (31 Juli 2025). Dipimpin oleh Sertu Awaludin, kegiatan ini tidak hanya menjalin keakraban, tetapi juga menjangkau langsung denyut kehidupan warga pedalaman yang selama ini jauh […]

  • Wisata Batu Lapak Ramayadi Perlu Pengelolaan Profesional, Tokoh Masyarakat dan GWI Sambas Angkat Suara

    Wisata Batu Lapak Ramayadi Perlu Pengelolaan Profesional, Tokoh Masyarakat dan GWI Sambas Angkat Suara

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Wisata Batu Lapak Ramayadi, Jawai Selatan Sambas, Lidik.co Kawasan wisata Batu Lapak Ramayadi di Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, kembali mencuat sebagai destinasi potensial yang layak dikembangkan. Meski aktivitas layanan wisata belum sepenuhnya aktif, masyarakat tetap menikmati panorama alam pegunungan, pantai berbatu, dan laut yang membentang di depan ikon Batu Lapak, Selasa (19/5/2026). Di depan […]

  • Nopriyanto: Budaya Membaca Dinilai Penting Tangkal Hoaks di Era Digital

    Nopriyanto: Budaya Membaca Dinilai Penting Tangkal Hoaks di Era Digital

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co Budaya membaca dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital saat ini. Kebiasaan membaca tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membantu masyarakat memahami informasi secara lebih baik dan bijaksana. Jurnalis Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Nopriyanto mengajak masyarakat untuk terus […]

expand_less Back to top