Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sambas » Kabar Desa » Proyek Jembatan Bailey Tuai Kekecewaan Warga, Fadli: Proyek Masih Dalam Pemeliharaan 

Proyek Jembatan Bailey Tuai Kekecewaan Warga, Fadli: Proyek Masih Dalam Pemeliharaan 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 15 Mei 2026

Jembatan Bailey Ramayadi, Jawai Selatan masih dalam pemeliharaan oleh pihak kontraktor pelaksana.

Sambas, Lidik.co

Warga Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas mengeluhkan kondisi oprit atau jalan pendekat Jembatan Bailey Ramayadi yang disebut mulai mengalami keretakan meski belum genap setahun selesai dibangun.

Jembatan Bailey tersebut diketahui telah diresmikan Pemerintah Kabupaten Sambas pada Januari 2026 lalu. Saat peresmian, Bupati Sambas Satono menyebut keberadaan jembatan itu diharapkan dapat mempermudah akses transportasi masyarakat, terutama untuk sektor pertanian, perkebunan hingga mendukung kawasan wisata di wilayah tersebut.

Namun dalam kurun sekitar empat bulan pasca peresmian, sejumlah warga mulai mempertanyakan kualitas pembangunan setelah muncul keretakan pada bangunan penahan oprit di sisi kiri dan kanan turunan jembatan. Keluhan itu disampaikan warga saat ditemui awak media di lokasi, Kamis (14/5/2026).

“Kami kecewa, jembatan ini sempat diresmikan Bupati, tapi belum ada setengah tahun kok sudah mulai rusak,” ujar Melly, seorang warga setempat.

Keluhan serupa juga disampaikan seorang ibu paruh baya yang enggan disebutkan namanya. Ia menilai pembangunan yang menggunakan uang rakyat seharusnya menghasilkan kualitas bangunan yang baik dan aman bagi masyarakat.

“Jembatan dibangun pakai uang rakyat, seharusnya hasilnya bagus, aman dan menyenangkan hati rakyat. Kami ini bayar pajak, suami kami beli rokok saja kena pajak, masa pembangunan jembatannya seperti ini,” keluhnya.

Warga lainnya mengaku keretakan pada oprit sebenarnya mulai terlihat sejak awal pembangunan. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera dilakukan perbaikan oleh pihak terkait.

“Sebelum terjadi sesuatu yang tidak baik, kami berharap bangunan penahan jalan di kiri kanan turunan jembatan itu dibongkar dan dibangun ulang,” pinta seorang warga lainnya.

Plang proyek pembangunan jalan bukan pembangunan jembatan

Berdasarkan informasi di lapangan, di lokasi proyek sebelumnya terpasang plang kegiatan milik Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dalam plang proyek tertulis pekerjaan berupa “Peningkatan Jalan Kabupaten Paket II (Matang Terap–Kalang Bau, Sempadian–Sari Makmur)” dengan nilai kontrak sebesar Rp10.185.787.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2025 dan dikerjakan oleh CV Hijrah.

Namun di lapangan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan Jembatan Bailey yang menurut informasi warga diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp4 miliar.

Foto dokumentasi Lidik.co

Sekretaris DPC Gabungan Wartawan Indonesia, Ilman Mushahar, yang sempat melintasi jembatan usai perjalanan dari kawasan wisata Batu Lapak Ramayadi, turut menyoroti keluhan masyarakat terkait kondisi hasil pembangunan tersebut.

“Warga merasa kecewa karena hasil pembangunan dinilai tidak sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.

Ilman juga menekankan pentingnya transparansi administrasi proyek, terutama apabila terdapat perubahan item pekerjaan dari kontrak awal. Menurutnya, perubahan pekerjaan dalam proyek pemerintah harus memiliki dasar administrasi dan teknis yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Jika benar pembangunan jembatan Bailey menggunakan pagu dari pekerjaan peningkatan jalan dengan merubah atau menghilangkan salah satu item pekerjaan, maka tentu harus dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, termasuk melalui addendum kontrak apabila memang diperlukan,” katanya.

Ia menambahkan, apabila perubahan pekerjaan tidak dilakukan sesuai mekanisme kontrak dan aturan jasa konstruksi, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun kerugian negara.

Foto dokumentasi Lidik.co

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Sambas, Fadli, membantah adanya item pekerjaan yang dihilangkan dalam proyek tersebut. Ia menegaskan pembangunan jembatan memang sudah masuk dalam kontrak awal dan telah melalui audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Di kontrak awal memang ada jembatan tersebut dan sudah diaudit oleh BPK. Tidak ada item yang dihilangkan karena dari awal memang sudah ada jembatan itu,” jelas Fadli saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Ia juga menyebut proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun dan pihaknya akan menyampaikan keluhan masyarakat kepada pelaksana pekerjaan.

“Pemeliharaan masih satu tahun, nanti saya sampaikan ke pelaksananya,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perumda Sambas Era Arpandi Lakukan Rebranding: Tingkatkan Layanan, Bangun Kepercayaan Publik

    Perumda Sambas Era Arpandi Lakukan Rebranding: Tingkatkan Layanan, Bangun Kepercayaan Publik

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Sambas, LIDIK.CO Dalam upaya memperkuat identitas dan meningkatkan kualitas layanan, Perumda Tirta Muare Ulakan Sambas meluncurkan inisiatif rebranding sebagai bagian dari strategi transformasi kelembagaan. Langkah ini bertujuan untuk memperluas partisipasi publik, memperbaiki citra perusahaan, dan memperkuat peran Perumda dalam pembangunan daerah. Direktur Perumda, Arpandi S.P., M.H., menyampaikan bahwa rebranding bukan sekadar perubahan visual, melainkan perbaikan […]

  • Khawatir Tak Kebagian Pertalite, Warga Antre Panjang di SPBU Semparuk

    Khawatir Tak Kebagian Pertalite, Warga Antre Panjang di SPBU Semparuk

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Radiman Lah
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah warga semakin berbondong-bondong antre BBM di SPBU Sambas, Lidik.co Antrean panjang kendaraan bermotor terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sambas dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diduga dipicu oleh kepanikan masyarakat yang melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah isu kelangkaan BBM […]

  • Cahaya Kebersamaan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad Di Perbatasan Papua
    TNI

    Cahaya Kebersamaan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad Di Perbatasan Papua

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 62
    • 0Komentar

    JAYAPURA.LIDIK.CO Suasana penuh kebersamaan terasa di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Jayapura, saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di Masjid Al-Hijrah, perbatasan Skouw RI-PNG. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Satgas Yonif 131/Brajasakti melalui Pos Kout yang dipimpin langsung oleh Wadan Satgas, Mayor Inf Reza Nugraha. Kehadiran Satgas bersama BNPP-RI, TNI, Polri, serta jamaah masjid […]

  • Wagub Krisantus Dukung Gabungan Wartawan Indonesia

    Wagub Krisantus Dukung Gabungan Wartawan Indonesia

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Pontianak, Lidik.co   Dukungan besar datang dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kalbar. Beliau menegaskan bahwa organisasi wartawan ini harus tersebar hingga seluruh Kabupaten/Kota, menjadi penggerak profesionalisme jurnalistik sekaligus pengawal pembangunan daerah, Senin, (16/2/2026). “Kami sangat bersyukur memiliki Dewan Pembina yang selalu memberi […]

  • Kades Kuala Dorong Distribusi BBM dari SPBUN Tepat Sasaran

    Kades Kuala Dorong Distribusi BBM dari SPBUN Tepat Sasaran

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Radiman Lah
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Foto Kades Kuala Uji coba terbatas berjalan, namun akses solar subsidi bagi ratusan nelayan Selakau belum sepenuhnya terbuka.   Sambas, Lidik.co Ratusan nelayan Selakau berharap, SPBUN bernomor 68.794.004 yang berdomisili di Desa Kuala Kecamatan Selakau ini bisa beroperasi penuh agar mempermudah akses pembelian BBM jenis solar subsidi. Meski infrastruktur selesai dan uji coba berjalan, distribusi […]

  • Pemerintah Gagal Stabilkan Harga Gabah di Tingkat Petani Tidak Sesuai HPP

    Pemerintah Gagal Stabilkan Harga Gabah di Tingkat Petani Tidak Sesuai HPP

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Hunter
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Luwu Utara-Garudahitam.co – Anggota DPRD Luwu Utara dari Politisi PKB Irwan, S.Kom. soroti harga gabah di tingkat petani tidak sesuai dengan Harga Pembelian Pokok (HPP), yang ditetapkan pemerintah Irwan mengungkapkan, kebijakan pemerintah menetapkan harga pembelian pokok, Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram, yang berlaku untuk seluruh pelaku usaha penggilingan padi termasuk Bulog, […]

expand_less Back to top