Khawatir Tak Kebagian Pertalite, Warga Antre Panjang di SPBU Semparuk
- account_circle Radiman Lah
- calendar_month Sab, 14 Mar 2026

Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah warga semakin berbondong-bondong antre BBM di SPBU
Sambas, Lidik.co
Antrean panjang kendaraan bermotor terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sambas dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diduga dipicu oleh kepanikan masyarakat yang melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah isu kelangkaan BBM jenis Pertalite menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat terjadi hampir di sepanjang jalur Pantura Sambas, mulai dari Kecamatan Selakau, Pemangkat, Semparuk, Tebas hingga Sambas.

Foto dok istimewa Lidik. co
Fenomena antrean ini telah berlangsung sekitar empat hari terakhir. Bahkan pada hari ini, antrean kendaraan di sejumlah SPBU dilaporkan mencapai lebih dari satu kilometer.
Sebagian besar kendaraan yang mengantre berasal dari warga Kecamatan Semparuk. Namun tidak sedikit pula warga yang datang dari kecamatan lain seperti Pemangkat, bahkan dari desa-desa yang berada di wilayah pedalaman Kecamatan Tebas.
Pihak pengelola SPBU 64.794.06 Semparuk menyebutkan bahwa pasokan BBM jenis Pertalite dari PT Pertamina Patra Niaga wilayah Kalimantan Barat tetap dikirim seperti biasanya.
Seorang pengelola SPBU yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pada hari ini SPBU Semparuk menerima suplai Pertalite sebanyak 16 ton.
Jumlah tersebut kemudian dibagi menjadi dua bagian, yakni 8 ton untuk kendaraan bermotor roda dua dan 8 ton lainnya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat.
“SPBU kita seperti biasa mendapat pasokan BBM jenis Pertalite sebanyak 16 ton. Peruntukannya dibagi dua, 8 ton untuk sepeda motor dan 8 ton untuk mobil. Perkiraan kami sekitar pukul 14.00 WIB pelayanan sudah ditutup karena stok habis,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan pasokan Pertalite tersebut memang habis terjual hingga sekitar pukul 14.00 WIB.
Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Tebas bernama Nila Sari mengaku telah mengantre di SPBU Semparuk sejak pagi hari.
Ia mengatakan sengaja datang lebih awal karena khawatir tidak mendapatkan BBM, terlebih di daerah tempat tinggalnya saat ini sudah tidak ada lagi penjual BBM eceran.
“Saya dari Tebas antre di sini sejak pukul 06.00 pagi. Saya khawatir kehabisan Pertalite karena di kampung sudah tidak ada lagi penjual minyak eceran, stoknya kosong,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Yanto, warga Desa Singaraya yang tinggal tidak jauh dari lokasi SPBU tersebut. Menurutnya, antrean panjang seperti yang terjadi saat ini seharusnya tidak perlu terjadi jika masyarakat tidak diliputi kekhawatiran akan kelangkaan BBM.
“Kami berharap pemerintah bisa mencari solusi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kasihan masyarakat kecil harus antre berjam-jam di bawah terik matahari, bahkan tadi ada yang sampai pingsan,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah Kabupaten Sambas dapat memberikan kepastian informasi kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif dan warga tidak lagi panik membeli BBM.
Fenomena antrean panjang ini menunjukkan bahwa isu kelangkaan BBM masih sangat mudah memicu kepanikan masyarakat, terutama ketika distribusi di tingkat pengecer seperti kios atau pom mini sudah tidak tersedia.
- Penulis: Radiman Lah
- Editor: Redaksi
















Saat ini belum ada komentar