Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lidik Lifestyle » Khalid bin Walid, Jenderal Tak Terkalahkan Itu Dipecat

Khalid bin Walid, Jenderal Tak Terkalahkan Itu Dipecat

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026

Ilustrasi AI Khalid bin Walid, Jenderal perang Islam tak terkalahkan 

Giliran sahabat Rasulullah kali ini, Khalid bin Walid. Jenderal yang selalu memenangkan peperangan. Karena tak pernah kalah, ia dipecat oleh khalifah Umar bin Khattab. Lah, kok bisa? Simak narasinya sambil seruput Koptagul (Kopi tan gula) di waktu sahur, wak!

Kalau hari ini ada jenderal yang tak pernah perang, pasti trending topik seminggu penuh, baliho lima kilometer, dan mungkin namanya diusulkan jadi nama jalan sebelum wafat. Dialah  Khalid bin Walid, dijuluki Saifullah, Pedang Allah. Panglima perang abad 7. Gelar Saifullah itu diberikan langsung dari Rasulullah. Bukan hasil tim branding, bukan buzzer gurun, tapi lahir dari darah, debu, dan taktik yang bikin musuh pusing tujuh turunan.

Lahir di Mekah dari Bani Makhzum, Khalid awalnya berada di kubu lawan. Di Perang Uhud (625 M), ia memimpin manuver flank yang brilian dan membalik keadaan. Strategi kelas dewa. Tahun 629 M, ia masuk Islam. Tak pakai masa orientasi, langsung terjun di Perang Mu’tah melawan Bizantium, 3.000 Muslim menghadapi sekitar 100.000 pasukan. Tiga panglima gugur. Khalid ambil alih komando. Serangan balik cerdas, mundur teratur, pasukan selamat dari kehancuran total. Saat itulah Rasulullah menyebutnya Pedang Allah. Pian bayangkan, di zaman tanpa drone, tanpa satelit, tapi taktiknya bikin kekaisaran megap-megap.

Di era Abu Bakr ash-Shiddiq, ia jadi tulang punggung Perang Riddah. Di Buzakha, ia mengalahkan Tulaihah dengan memanfaatkan retaknya solidaritas suku. Di Yamama, ia menerobos “Taman Maut” milik Musailimah al-Kazzab. Pasukan terdesak, tapi Khalid memimpin gelombang serangan sampai Musailimah tewas. Arabia kembali utuh, ini bukan sekadar menang perang; ini menyelamatkan fondasi negara muda yang bisa saja ambruk sebelum dewasa.

Lalu Irak. Menghadapi Sassaniyah (Persia), ia merebut al-Hirah, menang di Walaja dan Ullais lewat jebakan taktis dan serangan mendadak. Ia menyeberangi gurun enam hari tanpa air, menyimpan cadangan di perut unta, logistik level survival ekstrem. Di Suriah, ia menaklukkan Ajnadayn (634 M), Fahl, mengepung Damaskus (635 M). Puncaknya di Perang Yarmuk (Agustus 636 M): 30.000–40.000 Muslim menghadapi 150.000–200.000 Bizantium di bawah Heraclius. Khalid membagi sayap kiri-kanan, pura-pura mundur, memanfaatkan kabut dan lembah, serangan malam. Enam hari duel strategi. Musuh runtuh di jurang Yarmuk. Suriah, Palestina, Yerusalem terbuka. Kalau ini film, ratingnya 9,9.

Di tengah semua itu, Khalid berkata, “Kemenangan bukan karena aku, tapi karena Allah.” Kalimat yang jarang terdengar di podium kemenangan zaman now.

Lalu datang keputusan yang bikin banyak orang melongo. Umar bin Khattab memecatnya pada 17 H (638 M), menggantikannya dengan Abu Ubaidah bin al-Jarrah. Setelah Yarmuk. Setelah rentetan gemilang. Bukan karena khianat. Bukan karena kalah. Tapi karena tauhid dan disiplin negara.

Umar khawatir umat mulai salah fokus. “Khalid yang membawa kemenangan.” Seolah-olah langit tunduk pada satu manusia. Umar ingin menegaskan, Allah-lah yang menolong agama-Nya, dengan atau tanpa Khalid. Sindiran halus bagi siapa pun yang merasa kursinya adalah penentu takdir bangsa. Kursi bisa berganti, misi tetap berjalan.

Ada pula soal administrasi ghanimah. Khalid dituduh terlalu longgar membagi harta kepada pejuang, bangsawan, penyair; sementara Umar memprioritaskan Muhajirin miskin. Diselidiki di Homs, tak ditemukan korupsi. Tapi Umar tetap tegas, negara butuh disiplin. Tegas tanpa dendam, keras tanpa benci.

Lihat respons Khalid. Tidak konferensi pers. Tidak drama. Ia berpidato di Qinnasrin dan Homs, menerima keputusan itu dengan ikhlas, lalu bertempur sebagai prajurit biasa. Ente bayangkan, panglima tak terkalahkan turun pangkat tanpa menggerutu. Di zaman ketika sedikit saja jabatan bergeser orang bisa menuduh semesta berkonspirasi.

Khalid wafat pada 21 H (642 M), karena sakit, di Homs atau Madinah (riwayat berbeda). Ia meninggal sederhana, hanya meninggalkan kuda, pedang, seorang pelayan. Umar menangis, menyebutnya perisai umat. Di akhir hayat, Khalid mengakui keputusan Umar semata karena Allah.

Inilah epik yang membuat kita kagum. Kehebatan tanpa kesombongan, kekuasaan tanpa ketergantungan, pemecatan tanpa pemberontakan. Seorang panglima rela “turun” demi menjaga tauhid; seorang khalifah berani mencopot jenderal terpopuler demi akidah dan tata kelola. Di tengah dunia yang gemar mengkultuskan figur dan alergi pada evaluasi, kisah ini seperti cambuk lembut: kemenangan bukan milik manusia, jabatan bukan mahkota abadi, dan integritas lebih mahal dari tepuk tangan. Semoga Allah meridhai keduanya. Wallahu a’lam.

  • Penulis: Rosadi Jamani
  • Editor: Radiman Lah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat dan Sukses” Sudah Sepantasnya Hasbi Sanaki Pegang Tongkat Komando DPD GRIB Jaya Provinsi Sumsel

    Selamat dan Sukses” Sudah Sepantasnya Hasbi Sanaki Pegang Tongkat Komando DPD GRIB Jaya Provinsi Sumsel

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Nazly
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Palembang , LIDIK.CO – Ditunjuknya Hasbi Sanaki sebagai Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Dheo Aditia Toisuta sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) yang baru banyak mendapat ucapan selamat dari berbagai kalangan. Salah satunya ucapan selamat dari Wakil Ketua DPC Harimau Sumatra Bersatu (HSB) Palembang yaitu Bang Amri. Bang Amri menyampaikan ucapan “Selamat dan […]

  • Perkuat Kemitraan, Kapolres Bangkalan Ajak KWI Kawal Pemberitaan Berimbang dan Edukatif

    Perkuat Kemitraan, Kapolres Bangkalan Ajak KWI Kawal Pemberitaan Berimbang dan Edukatif

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Bangkalan, Lidik.co Mempererat tali silaturahmi antara institusi kepolisian dan insan pers, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, menerima kunjungan audiensi pengurus dan anggota KWI (Komunitas Wartawan Indonesia) di Ruang K3I Polres Bangkalan, Jumat (20/02/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun kemitraan strategis demi menciptakan keterbukaan informasi publik yang sehat di Kabupaten Bangkalan. Hadir memimpin rombongan, Ketua […]

  • Komandan Koramil 06 /Selakau Hadiri Kegiatan Cek Kesehatan Gratis Bagi Siswa SMPN 03 Satu Atap Sempadang
    TNI

    Komandan Koramil 06 /Selakau Hadiri Kegiatan Cek Kesehatan Gratis Bagi Siswa SMPN 03 Satu Atap Sempadang

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 92
    • 0Komentar

    SAMBAS.LIDIK.CO Lettu Inf Samikun Komandan Koramil 06/Selakau menghadiri Kegiatan CKG ( Cek Kesehatan Gratis ) bagi siswa-siswi SMPN 03 Satu Atap Sempadang yang digelar di Desa Buduk Sempadang Kec. Selakau Timur, Kab. Sambas, Selasa (30/09/25). Hadir dalam kegiatan, Camat Selakau Timur BPK Iswandi. S.STP, Danramil 06/ Selakau Lettu. Inf Samikun, Kapus Selakau Timur Ibu Marni […]

  • Panglima TNI Hadiri Gala Premiere Film BELIEVE, Kisah Patriotisme Prajurit yang Menginspirasi di XXI Plaza Senayan

    Panglima TNI Hadiri Gala Premiere Film BELIEVE, Kisah Patriotisme Prajurit yang Menginspirasi di XXI Plaza Senayan

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle PuspenTNI
    • visibility 336
    • 0Komentar

    JAKARTA. LIDIK.CO Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri acara gala premiere film BELIEVE yang digelar di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Jumat malam (18/7/2025). Kehadiran Panglima TNI menunjukkan dukungan penuh terhadap karya perfilman nasional yang mengangkat nilai-nilai patriotisme, pengabdian, dan kemanusiaan. Film BELIEVE mengisahkan perjalanan batin seorang anak prajurit yang tumbuh melewati masa lalu […]

  • Pemerintah Gagal Stabilkan Harga Gabah di Tingkat Petani Tidak Sesuai HPP

    Pemerintah Gagal Stabilkan Harga Gabah di Tingkat Petani Tidak Sesuai HPP

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Hunter
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Luwu Utara-Garudahitam.co – Anggota DPRD Luwu Utara dari Politisi PKB Irwan, S.Kom. soroti harga gabah di tingkat petani tidak sesuai dengan Harga Pembelian Pokok (HPP), yang ditetapkan pemerintah Irwan mengungkapkan, kebijakan pemerintah menetapkan harga pembelian pokok, Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram, yang berlaku untuk seluruh pelaku usaha penggilingan padi termasuk Bulog, […]

  • Satgas Yonif 700/WYC Anjangsana ke Kampung Gigobak: Pelayanan Kesehatan Jadi Bukti Kepedulian TNI

    Satgas Yonif 700/WYC Anjangsana ke Kampung Gigobak: Pelayanan Kesehatan Jadi Bukti Kepedulian TNI

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 318
    • 0Komentar

    SINAK.LIDIK.CO Satgas Yonif 700/WYC melalui Pos Kout Sinak terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan diri dengan masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua. Pada Sabtu, 02 Agustus 2025, personel Pos Kout melaksanakan kegiatan Binter terbatas melalui anjangsana ke Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danpos Kout Sinak, Letda Ckm Muh Akbar, Amd. […]

expand_less Back to top