Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NGO » Hasil RDPU PT CAS dipersoalkan, DPRD Sambas diminta Koreksi 

Hasil RDPU PT CAS dipersoalkan, DPRD Sambas diminta Koreksi 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 9 Mei 2026

Sambas, Lidik.co

DPC LSM GRAK Kabupaten Sambas bersama warga terdampak meminta DPRD Kabupaten Sambas mengoreksi notulen hasil Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait rencana pembangunan Pabrik Kelapa Sawit PT Cemerlang Andalan Sawit (CAS) di Desa Sungai Palah, Kecamatan Galing, Sabtu (9/5/2026).

Mereka menilai notulen belum mencerminkan substansi keberatan masyarakat. Sejumlah poin penting disebut tidak tercatat secara utuh, mulai dari permintaan pembukaan dokumen AMDAL, Andalalin, legalitas tata ruang, dokumen pertanahan, konsultasi publik, hingga tuntutan kajian ulang kelayakan lokasi dan pertimbangan pemindahan titik pembangunan.

Ketua DPC LSM GRAK Kabupaten Sambas, Andri Mayudi, menegaskan kehadiran warga dalam RDPU tidak dapat dimaknai sebagai bentuk persetujuan terhadap proyek.

“Daftar hadir bukan persetujuan. Kehadiran bukan penerimaan. Warga tidak antiinvestasi, tetapi meminta kepastian hukum, perlindungan lingkungan, dan partisipasi yang bermakna,” tegas Andri, Jumat (8/5/2026).

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran karena lokasi rencana pembangunan disebut berdekatan dengan ruang hidup masyarakat. Berdasarkan keterangan warga, lahan pertanian berada sekitar 50–100 meter dari titik pembangunan, permukiman 200–300 meter, sungai sekitar 300 meter, dan badan jalan sekitar 40–60 meter.

Menurut warga, jarak tersebut berkaitan langsung dengan sumber air, aktivitas pertanian, keselamatan lalu lintas, akses jalan, hingga kesehatan lingkungan desa.

Warga juga mempertanyakan proses AMDAL yang disebut telah terbit, sementara sosialisasi kepada masyarakat masih terus dibicarakan dan bahkan direncanakan kembali.

“Kalau AMDAL sudah terbit tetapi sosialisasi masih akan dilakukan lagi, maka harus dijelaskan sosialisasi mana yang menjadi dasar proses AMDAL tersebut. Ini soal prosedur,” ujar Andri.

Selain itu, GRAK menyoroti dokumen analisis dampak lalu lintas (Andalalin) yang belum dibuka dalam forum. Padahal, lokasi pembangunan disebut berada dekat badan jalan dan berpotensi dilalui kendaraan berat industri.

“Kalau jaraknya dekat dengan jalan, Andalalin harus dibuka. Dampak lalu lintas terhadap keselamatan warga dan jalan desa harus diuji secara terbuka,” katanya.

Dalam RDPU, kepala desa disebut telah menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian komunikasi kepada masyarakat. Namun warga menilai permintaan maaf tidak otomatis menyelesaikan persoalan administrasi, lingkungan, maupun teknis pembangunan.

“Dokumen tetap harus dibuka, prosedur tetap harus diuji, dan warga terdampak tetap harus dilibatkan,” lanjut Andri.

GRAK juga menyebut PT CAS telah menyatakan memiliki izin, namun dokumen tersebut belum dibuka dan diverifikasi bersama dalam forum. Karena itu, klaim perizinan dinilai belum dapat dianggap sebagai fakta final dalam notulen rapat.

Rizki Subarkah dari Gerakan Peduli Lingkungan menyebut masyarakat belum puas karena tuntutan kajian ulang, uji kelayakan, dan pertimbangan pemindahan lokasi belum tercantum jelas dalam hasil rapat.

“Kami merasa tuntutan masyarakat belum masuk dalam hasil rapat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Jailani, warga terdampak. Ia menilai berita acara RDPU masih lemah karena belum memuat tujuan utama masyarakat.

“Tujuan utama kami meminta kajian ulang dan uji kelayakan lokasi PT CAS, tetapi itu tidak masuk dalam berita acara,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, GRAK dan warga meminta DPRD Sambas tidak menjadikan notulen RDPU sebagai kesimpulan final sebelum dilakukan koreksi.

Mereka juga meminta kaji ulang menyeluruh terhadap titik lokasi pembangunan, dokumen lingkungan, Andalalin, proses partisipasi publik, serta dampak terhadap pertanian, permukiman, sungai, dan jalan.

Selama proses itu berjalan, warga meminta moratorium kegiatan fisik serta pelibatan tim independen dan perwakilan lima desa terdampak.

“Kami menolak proses yang tidak bisa dibuktikan. Notulen RDPU harus mencatat fakta forum, bukan seolah-olah persoalan sudah selesai,” tegas Andri.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karya Bakti Satgas Pamtas di SMAN Sunkaen
    TNI

    Karya Bakti Satgas Pamtas di SMAN Sunkaen

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Nazly
    • visibility 75
    • 0Komentar

    LIDIK.CO  Personel Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY, yang dipimpin oleh Pratu Arayan bersama empat rekannya, melaksanakan kegiatan Karya Bakti di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Sunkaen. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun gazebo yang akan digunakan sebagai tempat belajar bagi siswa-siswi di ruang terbuka. (13/9/2025) Kegiatan ini berlangsung di Desa Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat, […]

  • Dugaan Mark-up Anggaran Pengadaan Kipas Angin, Kepala SMP Negeri 33 Palembang Bungkam Saat Dikonfirmasi Wartawan

    Dugaan Mark-up Anggaran Pengadaan Kipas Angin, Kepala SMP Negeri 33 Palembang Bungkam Saat Dikonfirmasi Wartawan

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
    • account_circle Ly
    • visibility 74
    • 0Komentar

    LIDIK.CO ,Palembang – Dugaan Korupsi berupa mark-up anggaran pengadaan kipas angin diduga terjadi di SMP Negeri 33 Palembang yang berlokasi di Jalan Musi Raya, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Informasi dari narasumber yang namanya enggan di publikasikan mengatakan, sebanyak 20 unit kipas angin di beli menggunakan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). […]

  • Polres Takalar Bersama Personel Kodim 1426 Gelar Shalat Ghoib dan Doa Bersama untuk Almarhum Affan Kurniawan

    Polres Takalar Bersama Personel Kodim 1426 Gelar Shalat Ghoib dan Doa Bersama untuk Almarhum Affan Kurniawan

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Aswan19
    • visibility 88
    • 0Komentar

    TAKALAR. LIDIK.CO Suasana haru menyelimuti Masjid As-Salam, saat jajaran Polres Takalar bersama personel Kodim 1426/Takalar belum lama ini  melaksanakan Shalat Ghoib dan doa bersama atas wafatnya salah satu pengemudi ojek online, almarhum Affan Kurniawan. Kegiatan ibadah dipimpin langsung oleh Kompol H. Basri yang bertindak sebagai imam. Rangkaian acara dimulai dengan Shalat Ghoib untuk almarhum, kemudian […]

  • Viral Tuduhan SPH Bodong Lahan Usman Komarudin, Jilun Selaku Kuasa Hukum Buat Klarifikasi

    Viral Tuduhan SPH Bodong Lahan Usman Komarudin, Jilun Selaku Kuasa Hukum Buat Klarifikasi

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Ly
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Palembang , LIDIK.CO  – Jilun, SH., MH didampingi Ristian, SH selaku kuasa hukum Usman Komarudin gelar konferensi pers dengan awak media, Senin (16/2/2026), terkait tuduhan kliennya menggunakan sertifikat bodong atas tanah seluas 19.000 meter persegi (m2) yang berlokasi di Jalan By Pass km 12, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Kota Palembang. Dalam pemberitaan di beberapa […]

  • SD Negeri 21 Sarang Burung Danau Revitalisasi atau Rekayasa

    SD Negeri 21 Sarang Burung Danau Revitalisasi atau Rekayasa

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co Kualitas pembangunan proyek revitalisasi Satuan Pendidikan SD Negeri 21 Desa Sarang Burung Danau, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, dinilai meragukan dan rentan mengalami kerusakan. Hal ini terpantau pada Jumat (2/1/2026) di lokasi proyek. Proyek revitalisasi tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.644.788.312,- (Satu Miliar […]

  • Junaidi Buka Suara soal Sawit di Hutan Lindung

    Junaidi Buka Suara soal Sawit di Hutan Lindung

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Radiman Lah
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Junaidi, akhirnya buka suara menanggapi pemberitaan yang menyebut dirinya membuka lahan kelapa sawit di kawasan hutan lindung. Ia menegaskan, tudingan tersebut keliru dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan, Senin (19/1/2026). Klarifikasi itu disampaikan Junaidi sebagai bentuk hak jawab atas informasi yang telah beredar di ruang publik. Menurutnya, lahan […]

expand_less Back to top