Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam Peristiwa » Dugaan Ribuan Lulusan Program SPPI Batch 3 Terabaikan Status ASNnya

Dugaan Ribuan Lulusan Program SPPI Batch 3 Terabaikan Status ASNnya

  • account_circle Hunter
  • calendar_month Sel, 2 Sep 2025

JAKARTA. LIDIK.CO

Dugaan Ribuan lulusan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch 3 yang telah menyelesaikan pendidikan militer dasar pada Juli 2025.

Kini menghadapi ketidakpastian serius terkait status kepegawaian mereka. Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah mereka akan diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), atau hanya berstatus tenaga kontrak tanpa jaminan hukum yang pasti.

Padahal, proses seleksi SPPI digelar secara ketat dan menyeluruh di berbagai ibu kota provinsi di Indonesia. Para peserta diwajibkan mengikuti rangkaian tes yang setara dengan seleksi masuk TNI—mulai dari tes kesehatan, psikologi, hingga Pantukhir (pantauan akhir). Senin 1 September 2025.

Bahkan banyak peserta yang harus meninggalkan pekerjaan lama dan merantau jauh dari rumah demi mengikuti pendidikan ini.

Namun, dua bulan setelah dinyatakan lulus dan menyelesaikan pendidikan militer, ribuan peserta SPPI Batch 3 kini merasa “digantung.” Banyak di antara mereka sudah berkeluarga dan kini hidup tanpa kepastian gaji, status hukum, maupun penempatan yang jelas.

“Ini sudah dua bulan sejak kami lulus pendidikan militer,di sebut mendapat pangkat Letnan Dua (Letda) Komcad tapi tidak ada kejelasan.

“Kami tidak tahu apakah akan jadi ASN, PPPK, atau kontrak. Sementara kami dulu diseleksi seperti masuk TNI, tapi sekarang justru seolah tak dianggap,”
Ujar salah satu lulusan SPPI yang enggan disebutkan namanya.

Sudah Ditugaskan, Tapi Status Masih Abu-Abu

Ironisnya, beberapa lulusan SPPI Batch 3 bahkan telah ditempatkan sebagai Kepala Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah. Mereka diberi tanggung jawab menjalankan program prioritas nasional, namun hingga kini tidak memiliki status kepegawaian yang jelas.

Ali Wardana: “Ini Menyangkut Masa Depan 30 Ribu Orang”

Ketua Umum Mahasiswa Peduli Hukum, Ali Wardana, mengecam lambannya pemerintah dalam memberikan kejelasan hukum atas program SPPI.

Ia menilai ini sebagai bentuk kelalaian dalam perencanaan kebijakan publik yang menyangkut nasib puluhan ribu warga negara.

“Seharusnya sebelum SPPI dibuka, pemerintah sudah menyiapkan payung hukumnya—seperti halnya STPDN atau sekolah kedinasan lainnya. Di TNI dan Polri, jelas jalurnya setelah lulus akan menjadi apa.

Tapi SPPI ini tidak jelas. Ini menyangkut masa depan 30 ribu orang,” tegas Ali dalam wawancara, Senin (1/9/2025).

Ia juga mempertanyakan komitmen dan pemahaman DPR RI terhadap program MBG yang merupakan bagian dari program strategis nasional.

“Kalau anggota DPR saja tidak bisa menjawab status hukum SPPI, apakah itu berarti mereka tidak paham? Ini krisis kepercayaan publik. Kalau seperti ini, jangan-jangan memang mereka tidak pernah mempelajari program ini secara akademis,” tambahnya.

Respons DPR RI Dinilai Mengecewakan

Ketika dimintai konfirmasi, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, yang merupakan mitra kerja program MBG, hanya memberikan jawaban singkat:
“Terima kasih masukannya.” Yahya Zaini, 1 September 2025

Pernyataan ini menuai gelombang kekecewaan dari para lulusan SPPI dan aktivis kebijakan publik.

“Ini jawaban untuk nasib 30 ribu orang? ‘Terima kasih’ saja? Sangat tidak bertanggung jawab,”
tegas Rahmatulloh, Direktur Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP).

Badan Gizi Nasional Juga Belum Memberikan Kepastian

Saat dikonfirmasi melalui nomor WhatsApp resmi, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) hanya merespons singkat:

“Baik, segera kami akan menghubungi Anda. Mohon menunggu.” — BGN, 19 Agustus 2025

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut resmi dari BGN maupun dari Kementerian PAN-RB terkait status hukum lulusan SPPI Batch 3.

Desakan Regulasi dan Kepastian Hukum

Kini, para lulusan SPPI Batch 3 bersama sejumlah organisasi mahasiswa dan LSM menuntut pemerintah untuk segera mengeluarkan regulasi atau keputusan resmi terkait status hukum mereka. Tanpa kepastian tersebut, mereka berada dalam posisi rentan secara ekonomi, psikologis, dan sosial.

“Kami siap bekerja untuk negara. Tapi negara juga harus tegas dan adil terhadap kami,”ujar salah satu peserta SPPI asal Sumatra.

Situasi ini mencerminkan buruknya perencanaan birokrasi dan lemahnya koordinasi antara kementerian teknis, BGN, serta DPR RI dalam merealisasikan program strategis nasional yang melibatkan puluhan ribu warga negara.

  • Penulis: Hunter
  • Editor: Hunter

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temajuk: Antara Narasi Strategis dan Realitas Lapangan

    Temajuk: Antara Narasi Strategis dan Realitas Lapangan

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Foto ilustrasi by Sigi AI TAJUK RENCANA Temajuk: Antara Potensi Besar dan Realisasi yang Tertunda Kunjungan kerja Kemenko Polkam ke Desa Temajuk pekan ini kembali menegaskan satu hal yang sebenarnya sudah lama kita pahami: kawasan perbatasan bukan lagi halaman belakang, melainkan beranda depan negara. Temajuk adalah potret paradoks itu sendiri. Di satu sisi, ia menyimpan […]

  • Danrem 051/Wijayakarta Mendampingi Pangdam Jaya Dalam Program Makan Bergizi di SDN 05 Cipinang Jakarta Timur

    Danrem 051/Wijayakarta Mendampingi Pangdam Jaya Dalam Program Makan Bergizi di SDN 05 Cipinang Jakarta Timur

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 323
    • 0Komentar

    JAKARTA.LIDIK.CO Komandan Korem 051/Wijayakarta, Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso S.E, M.M, turut mendampingi Pangdam Jaya/Jayakarta, Mayjen TNI Deddy Suryadi S.I.P., M.Si., dalam kegiatan Program Makan Bergizi yang diselenggarakan di SD Negeri 05 Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (17/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kodam Jaya dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting melalui pemberian makanan […]

  • Sambut HUT RI ke-80, Satgas Yonif 131/Brajasakti Latih Paskibra di Perbatasan RI-PNG

    Sambut HUT RI ke-80, Satgas Yonif 131/Brajasakti Latih Paskibra di Perbatasan RI-PNG

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KEEROM.LIDIK.CO Suasana semangat kemerdekaan terasa hingga ke ujung timur Indonesia. Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80, Satgas Yonif 131/Brajasakti menunjukkan dedikasi tak hanya dalam menjaga perbatasan, tetapi juga membina generasi muda. Bertempat di SMA Negeri 4 Arso, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Jumat (25/07/2025), personel Satgas dari Pos Kotis melatih pasukan pengibar bendera pusaka […]

  • Beredar Berita 3 Oknum Wartawan Minta Uang Dibantah Oleh Humas SMA Negeri 9 Palembang,Itu Tidak Benar Ucapnya

    Beredar Berita 3 Oknum Wartawan Minta Uang Dibantah Oleh Humas SMA Negeri 9 Palembang,Itu Tidak Benar Ucapnya

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Nazly
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Palembang , LIDIK.CO  – Bikin heboh,!!! pemberitaan SMA Negeri 9 Palembang yang tidak terima di katakan melakukan dugaan Pungutan Liar (Pungli) tampaknya semakin memanas. Disimak dari beberapa pemberitaan klarifikasi, sepertinya SMA Negeri 9 Palembang semakin kebakaran jenggot atau kepanasan yang mengakibatkan munculnya statemen- statemen di luar dugaan dilontarkan oleh pihak SMA Negeri 9 Palembang, seperti fitnah […]

  • Diduga Setelah Santap MBG ,23 Siswa SMA Negeri 2 Palembang Mual-mual Dan Muntah

    Diduga Setelah Santap MBG ,23 Siswa SMA Negeri 2 Palembang Mual-mual Dan Muntah

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Lily
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Palembang , LIDIK.CO – Sebanyak 23 Siswa-siswi SMA Negeri 2 Palembang diduga setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami mual-mual dan muntah. Hal tersebut di ketahui setelah adanya laporan dari beberapa wali murid kepada awak media pada Rabu (26/11). Marphudok, S.Pd., M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 2 Palembang mengatakan, memang benar adanya kejadian mual-mual dan muntah yang […]

  • Bos, Jangan Gunakan Kata Syariah Kalau Hanya untuk Menipu Nasabah

    Bos, Jangan Gunakan Kata Syariah Kalau Hanya untuk Menipu Nasabah

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Menyapa Negeri adalah ruang berbagi catatan, kegelisahan, dan renungan tentang Indonesia dari sudut pandang warga dan penulis. Kolom ini tidak menggurui dan tidak menghakimi. Ia hadir untuk menyapa dengan jujur, dengan nalar sehat, dan dengan rasa.   Kalian pasti sering dengar ungkapan, agama jangan dijadikan bisnis. Ada juga istilah, mabuk agama. Yang pas, jangan jadikan […]

expand_less Back to top