Lomba Sampan Bidar Meriahkan Penutupan Tradisi Turun Sungai Desa Tengguli
- account_circle Radiman Lah
- calendar_month Ming, 21 Jun 2026

Foto ilustrasi oleh AI
Sambas, Lidik.co – Lomba Sparing Sampan Bidar Putra Race Desa Tengguli menjadi acara puncak sekaligus penutup rangkaian Tradisi Turun Sungai Desa Tengguli Tahun 2026 yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Minggu (21/6/2026).
Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut kembali disambut antusias masyarakat. Ribuan warga tampak memadati kawasan Sungai Sambas Kecil di Desa Tengguli, Kecamatan Sajad, untuk menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan yang berpuncak pada perlombaan sampan bidar.
Kepala Desa Tengguli, M. Daud, mengatakan pelaksanaan Tradisi Turun Sungai tahun ini berjalan dengan lancar, aman dan meriah berkat dukungan seluruh masyarakat serta berbagai pihak yang turut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Menurutnya, tradisi yang dilaksanakan setiap pergantian Tahun Baru Islam pada bulan Muharram tersebut merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah usai sudah seluruh rangkaian Tradisi Turun Sungai Desa Tengguli tahun 2026. Semoga kami tetap bisa mempertahankan dan melestarikan tradisi ini agar tidak dimakan zaman. Sampai jumpa di tahun hadapan,” ujar M. Daud.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sejak pagi hingga perlombaan berakhir. Penonton memadati tepi sungai, bahkan banyak yang menyaksikan dari atas perahu di sepanjang lintasan perlombaan.
Salah seorang penonton, **Sodikin**, warga Saing Rambi, Kecamatan Sambas, mengaku sangat senang dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai event sparing sampan bidar yang diikuti hampir 100 tim dayung dari berbagai daerah di Kabupaten Sambas menjadi bukti bahwa olahraga tradisional masih mendapat tempat di hati masyarakat.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk kepala desa dan masyarakat Tengguli yang telah sukses melaksanakan Sparing Sampan Bidar Putra Race Desa Tengguli. Mantap,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan **Yuyun**, warga Twi Mentibar, Kecamatan Selakau. Ia menilai perlombaan sampan bidar tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan ketegangan tersendiri bagi para penonton yang menyaksikan secara langsung.
“Sparing Sampan Bidar Putra ini sangat menyenangkan dan ikut memicu adrenalin saya sebagai penonton. Ke depan lanjutkan lagi event seperti ini agar lebih meriah,” katanya.
Masyarakat berharap Tradisi Turun Sungai Desa Tengguli dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata dan hiburan rakyat di Kabupaten Sambas.
- Penulis: Radiman Lah

















Saat ini belum ada komentar