Jaga Kearifan Lokal, Warga Tengguli Tetap Lestarikan Tradisi Turun Sungai Bulan Muharram
- account_circle Radiman Lah
- calendar_month Sab, 20 Jun 2026

Foto dokumentasi istimewa Lidik.co
Sambas, Lidik.co – Tradisi Turun Sungai
di bulan Muharram baru saja dilakukan oleh warga Desa Tengguli Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. Acara berlangsung di sepanjang Sungai Sambas Kecil Desa Tengguli, Jumat (19/6/2026).
Sebelumnya, pada hari Kamis diadakan lomba sampan tingkat anak-anak yang diikuti oleh 41 tim yang terdiri dari putra dan putri. Selanjutnya pada Jumat, acara puncak Turun Sungai yakni parade Perahu Hias yang diikuti oleh 30 peserta dari seluruh desa Tengguli.
Usai parade Perahu Hias seluruh peserta naik ke darat untuk mendengarkan kata sambutan dan petuah bijak dari Kepala Desa, tetua kampung dan tetua adat Desa Tengguli. Namun sayang kali ini tetua adat tidak dapat hadir karena sakit.

Foto dokumentasi edit by AI
Kades Tengguli M.Daud dengan wajah sumringah mengaku sangat senang dan bersyukur kegiatan Turun Sungai kali ini bisa berjalan lancar, aman dan meriah. Menurutnya ini berkat ada kerjasama dan dukungan dari semua pihak.
“Saya sangat bersyukur ritual Turun Sungai tahun ini berjalan lancar, aman dan meriah dan akan diadakan lomba Sampan Bidan putra dan putri hari Sabtu dan Minggu” ujarnya.
Kegiatan selanjutnya adalah mengumandangkan Adzan di tepian sungai Sambas Kecil. Ini dilakukan sebagai ungkapan bahwa hanya Allah lah Tuhan pemilik alam semesta beserta dengan seluruh isinya tanpa terkecuali.
Selesai kumandang Adzan di lanjutkan dengan pembacaan doa selamat dan setelah itu di lanjutkan dengan makan Ketupat bersama. Ketupat berasal dari seluruh warga desa dikumpulkan dalam suatu wadah untuk dimakan bersama.
Hadir dalam acara ini Disperindag Sambas, Camat dan Sekcam Sajad, Babinkamtibmas dan Babinsa Tengguli, Kepala Puskesmas Sajad beserta tokoh agama, toko adat, tokoh pemuda, awak media dan masyarakat luas.
Sekretaris Camat Sajad Ersi mengaku baru pertama sekali ikut hadir dalam acara Turun Sungai. Ia sangat senang dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap ke dapan ritual Turun Sungai bisa jadi event nasional.
Selain itu ritual Turun Sungai juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tenaga kesehatan Puskesmas Sajad. Kegiatan tersebut juga dilakukan sampai hari Minggu. Layanan ini sebagai bentuk kepedulian dari Puskesmas Sajad.
Terakhir M. Daud berharap kampungnya bisa aman nyaman ke depan kegiatan seperti ini bisa lebih meriah lagi. Ia juga berharap Pemda Kabupaten Sambas bisa memberi perhatian dan bantuan untuk melestarikan tradisi Turun Sungai.
- Penulis: Radiman Lah

















Saat ini belum ada komentar