Mengenang Jejak Perjalanan: Dari Wartawan Muda hingga Melahirkan Para Pemimpin Redaksi
- account_circle Hunter
- calendar_month Sen, 4 Mei 2026

Syamsuddin Pemimpin Redaksi bni.co.id
Makassar, Lidik.co
Dunia jurnalistik bukan sekadar profesi mencari dan menulis berita. Ia adalah perjalanan panjang yang sarat dinamika, tantangan, dan pembelajaran tanpa henti. Di setiap langkahnya, terdapat tanggung jawab untuk menjaga akurasi, menyuarakan kebenaran, dan menghadirkan informasi yang mencerahkan publik.
Awal Mula: Mengukir Jejak Sejak 1996
Perjalanan ini bermula pada tahun 1996. Saat itu, saya memulai karier sebagai wartawan muda dengan semangat yang menyala, bergabung di salah satu media cetak, Tabloid Momen, hingga kemudian melanjutkan ke sejumlah media harian.
Dari sana, kecintaan terhadap dunia jurnalistik tumbuh dan mengakar. Pengalaman demi pengalaman menjadi bekal berharga. Perpindahan dari satu media ke media lain bukan sekadar pilihan, melainkan proses memperluas perspektif, memahami karakter redaksi yang berbeda, serta memperkaya kompetensi sebagai jurnalis.
Setelah melalui perjalanan panjang tersebut, muncul tekad untuk membangun media sendiri sebagai ruang berkarya sekaligus wadah pembinaan. Pada 14 Januari 2017, maka lahirlah bedahnusantaraindonesia.co.id.
Kini, media tersebut telah menapaki lebih dari satu dekade perjalanan. Bukan waktu yang singkat untuk bertahan di tengah derasnya arus digitalisasi dan kompetisi informasi. Berbagai dinamika telah dilalui, namun komitmen terhadap kualitas dan integritas tetap menjadi pijakan utama.
Filosofi Kepemimpinan: “Memaksa” untuk Mandiri
Dalam menjalankan peran sebagai Pemimpin Redaksi, saya memegang satu prinsip yang mungkin tidak lazim, namun saya yakini efektif: mendorong, bahkan “memaksa” wartawan untuk mandiri.
Bagi saya, tugas seorang pemimpin redaksi tidak berhenti pada mengelola ruang redaksi. Lebih dari itu, ada tanggung jawab moral untuk mencetak jurnalis yang tangguh, berpikir kritis, dan mampu berdiri sendiri.
Ketika melihat potensi dalam diri seorang wartawan, saya justru mendorongnya keluar dari zona nyaman untuk memimpin, membangun media sendiri, atau mengambil peran strategis di tempat lain. Bukan karena ingin melepas, melainkan karena percaya mereka mampu melangkah lebih jauh.
Seorang pemimpin sejatinya tidak diukur dari banyaknya bawahan, melainkan dari banyaknya pemimpin baru yang berhasil ia lahirkan.
Bukti Nyata: Dari Ruang Redaksi Menuju Kursi Kepemimpinan
Komitmen tersebut kini berbuah nyata. Sudah puluhan wartawan yang pernah ditempa di bawah pembinaan saya, kini menjelma menjadi pemimpin redaksi dan pengelola media di berbagai daerah.
Di Kabupaten Sambas, misalnya, lahir sejumlah figur yang menjadi bukti konkret.
Salah satunya adalah Radiman Lah, yang memulai perjalanan sebagai Kepala Perwakilan Wilayah. Dalam waktu relatif singkat, ia dipercaya menjadi editor berita dan memegang kendali akun publikasi sendiri, sebuah kepercayaan yang pada masanya belum banyak dimiliki wartawan daerah.
Pengalaman tersebut membentuk kecepatan, ketepatan, dan kemandirian dalam bekerja. Proses produksi berita yang sebelumnya harus menunggu admin pusat, berubah menjadi sistem yang lebih responsif, di mana hasil liputan dapat tayang hanya dalam hitungan menit.
Kini, Radiman Lah menjabat sebagai Pemimpin Umum media online Lidik.co, Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Sambas, serta kontributor SCTV wilayah Sambas.
Selain itu, ada Rudi Kurniawan, yang kini menjadi owner sekaligus Pemimpin Redaksi media online ungkapfakta.id, serta Ketua DPD Gabungan Wartawan Republik Indonesia (GWRI) Provinsi Kalimantan Barat.
Kemudian ada Wardi, owner dan Pemimpin Redaksi media online cektaindonesia.com, yang juga menjabat sebagai Bendahara DPC Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Kabupaten Sambas.
Mereka adalah sebagian dari banyak wartawan yang telah melalui proses pembinaan dan kini berdiri sebagai pemimpin di medianya masing-masing.
Penutup: Merawat Api Jurnalisme
Lebih dari tiga dekade perjalanan ini menjadi pengingat bahwa jurnalisme adalah tentang konsistensi, integritas, dan keberanian untuk terus beradaptasi.
Terima kasih untuk setiap proses, setiap tantangan, dan setiap insan pers yang pernah berjalan bersama dalam perjalanan ini.
Semoga semangat pers yang bebas, profesional, dan bertanggung jawab terus terjaga, serta melahirkan generasi jurnalis yang tidak hanya cakap menulis, tetapi juga mampu memimpin.
Salam Kebebasan Pers.
Syamsuddin
(Pemimpin Redaksi bedahnusantaraindonesia.co.id)
- Penulis: Hunter
- Editor: Radiman Lah
- Sumber: Syamsuddin

















Saat ini belum ada komentar