HWCI Sambas Kecam Bullying di Lapangan Batu Bedinding Salatiga
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sen, 13 Apr 2026

Ketua HWCI Sambas
Sambas, Lidik.co
Kasus perundungan (bullying) kembali terjadi. Kali ini terjadi di Lapangan Bola Batu Bedinding, Kecamatan Salatiga, Minggu sore (12/04/2026), memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Salah satu kecaman datang dari Ketua HWCI Kabupaten Sambas, Pratiwi Astuti. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus menilai insiden tersebut sebagai cerminan lemahnya kepedulian sosial di ruang publik.
Menurutnya, tindakan bullying tidak hanya melukai korban secara fisik dan psikologis, tetapi juga menggerus nilai kemanusiaan serta rasa aman masyarakat.
“Lapangan olahraga seharusnya menjadi ruang yang menjunjung sportivitas, kebersamaan, dan keamanan. Bukan justru menjadi tempat terjadinya kekerasan,” tegas Pratiwi.
Ia mengecam keras segala bentuk perundungan dan menilai kasus ini tidak bisa dipandang sebagai persoalan individu semata.
“Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan minimnya kepedulian lingkungan sekitar,” ujarnya.
Pratiwi juga menyoroti peran orang tua dan pihak terkait yang dinilai kurang optimal dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, pembiaran terhadap tindakan bullying hanya akan memperburuk kondisi sosial dan membuka peluang terulangnya kejadian serupa.
Ia menegaskan, sudah saatnya semua pihak berhenti saling menyalahkan dan mulai mengambil tanggung jawab kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman.
Lebih lanjut, ia mendesak aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah tegas dan adil dalam menangani kasus tersebut.
“Penindakan yang jelas penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” katanya.
Selain penegakan hukum, Pratiwi menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan, khususnya bagi generasi muda, terkait dampak bullying dan pentingnya sikap saling menghormati.
Ia berharap peristiwa ini menjadi momentum bersama untuk memperkuat kepedulian sosial dan menciptakan ruang publik yang aman, beradab, serta penuh empati.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Radiman Lah
- Sumber: HCWI

















Saat ini belum ada komentar