Jembatan Gantung Sebawi Retak Sebelum Rampung: Warga Soroti Kualitas Proyek Rp7,5 Miliar
- account_circle Redaksi
- calendar_month Ming, 28 Sep 2025

SAMBAS, LIDIK.CO

Foto istimewa
Pembangunan Jembatan Gantung Sebawi di Kabupaten Sambas menelan anggaran lebih dari Rp 7,5 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Putra Timur dan kini menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah kejanggalan teknis di lapangan. Sejumlah wartawan dan LSM mencurigai adanya ketidaksesuaian spesifikasi dalam pelaksanaan proyek yang dinilai menimbulkan kekhawatiran warga, Minggu (28/9/2025).
Proyek ini bersumber dari APBN 2024–2025 melalui Kementerian PUPR, Ditjen Bina Marga, dengan nilai kontrak Rp 7.505.290.285 berdasarkan dokumen HK.0201-Bb20.5.1/476 tertanggal 4 Desember 2024. Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 180 hari kalender, dengan batas penyelesaian pada Mei/Juni 2025. Namun hingga akhir September 2025, proyek belum rampung dan memunculkan sejumlah temuan teknis di lapangan.
Hasil pantauan tim media menunjukkan bahwa progres pembangunan jembatan sudah mendekati tahap akhir. Namun, kondisi fisik di lokasi memunculkan tanda tanya besar: sejumlah bagian terlihat retak, terutama pada blok angkur tempat pengait kabel, serta jalan beton di area tanjakan yang sudah tampak retak meski belum lama dibangun.

Foto istimewa
Informasi lapangan menyebutkan bahwa proyek ini berasal dari pokok pikiran (pokir) dari salah seorang anggota DPR-RI Dapil Kalbar. Secara umum, warga menyambut baik pembangunan jembatan tersebut karena dinilai dapat meningkatkan akses dan mobilitas. Namun, banyak pula yang menyuarakan kekecewaan terhadap kualitas pengerjaannya.
“Kami bersyukur jembatan ini dibangun, tapi kepada kontraktor pelaksana tolong untuk bagian yang menggunakan semen, pasir, dan batu campurannya dibuat bagus dan berkualitas agar bangunannya tahan lama dan tidak membahayakan pengguna,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Warga juga mempertanyakan mengapa jalan menuju jembatan sudah mengalami keretakan padahal belum lama dibangun. Mereka berharap kontraktor pelaksana segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan.

Foto istimewa
Sejumlah aktivis dan pemerhati kebijakan publik di Sambas menilai bahwa proyek Jembatan Gantung Sebawi perlu diaudit secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun administratif. Mereka menyoroti pentingnya keterbukaan informasi terkait spesifikasi material, metode pelaksanaan, serta mekanisme pengawasan yang dilakukan oleh dinas terkait. Menurut mereka, proyek yang bersumber dari anggaran negara harus menjunjung tinggi prinsip transparansi dan tidak boleh menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana, pengawas, maupun dinas terkait belum memberikan konfirmasi atas temuan di lapangan. Tim media akan terus mengupayakan klarifikasi demi memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
- Penulis: Redaksi

















Saat ini belum ada komentar