Banjir Rendam Dua Dusun di Kecamatan Suti Semarang, Puluhan Rumah Warga Terdampak
- account_circle Supriadi
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026

Bengkayang, Lidik.co
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Suti Semarang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Akibatnya, banjir merendam sejumlah rumah di Desa Cempaka Putih.
Banjir merendam dua dusun di Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, pada Jumat (9/1/2026), menyusul meningkatnya debit air sungai akibat hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Banjir rendam pemukiman warga
Berdasarkan pemantauan lapangan sejak pukul 07.00 hingga 10.30 WIB, banjir berdampak pada Dusun Kendaik dan Dusun Beringin.
– Di Dusun Kendaik, ketinggian air mencapai 100–200 sentimeter dan merendam sedikitnya 30 rumah warga. Dua fasilitas pendidikan turut terdampak, yakni SDN 02 Kendaik dan PAUD Kendaik.
– Di Dusun Beringin, kondisi serupa terjadi. Air setinggi 100–200 sentimeter menggenangi sekitar 25 rumah, serta PAUD Dusun Beringin.
Dikabarkan, hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari kedua lokasi yang terdampak.
Menanggapi situasi tersebut, unsur TNI, Polri, dan pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Suti Semarang. Petugas gabungan turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi dan memastikan situasi tetap terkendali.

Rumah dan bangunan pemerintah ikut tenggelam
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut. Warga juga diminta mengamankan barang berharga dan dokumen penting guna mengantisipasi kemungkinan evakuasi mendadak.
Banjir ini dipicu oleh meluapnya aliran sungai yang melintasi permukiman warga, terutama di wilayah bantaran sungai yang menjadi titik paling terdampak. Jika intensitas hujan menurun, banjir diperkirakan akan surut dalam dua hari ke depan.
Namun demikian, pihak berwenang mengingatkan bahwa potensi banjir susulan masih dapat terjadi apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Penanganan cepat dan terkoordinasi diperlukan guna mencegah kerugian material lebih besar maupun risiko terhadap keselamatan jiwa.
- Penulis: Supriadi
- Editor: Radiman Lah
- Sumber: Supriadi

















Saat ini belum ada komentar