Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ragam Peristiwa » SPBUN Kuala Rampung, 292 Nelayan Selakau Menunggu Kepastian

SPBUN Kuala Rampung, 292 Nelayan Selakau Menunggu Kepastian

  • account_circle Radiman Lah
  • calendar_month Jum, 20 Feb 2026

Meski fasilitas telah selesai dibangun dan uji coba berjalan sejak awal 2026, ratusan nelayan di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas belum dapat mengakses BBM subsidi secara optimal karena keterbatasan penerbitan barcode resmi.

Sambas, Lidik.co

Stasiun Pengisian BBM Nelayan (SPBUN) bernomor 68.794.004 di Desa Kuala, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, telah selesai dibangun dan diresmikan pada awal Januari 2026. Namun hingga kini fasilitas yang ditujukan khusus untuk nelayan tersebut baru beroperasi secara terbatas melalui tahap uji coba.

Uji coba dilakukan dengan melibatkan 10 nelayan yang menggunakan barcode khusus SPBUN Kuala, sementara ratusan nelayan lainnya masih menunggu operasional penuh.

Sungai Selakau pagi hari

Kepala Desa Kuala, A. Rafik, meminta pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sambas, BPH Migas, serta Pertamina agar segera mendorong percepatan layanan SPBUN tersebut.

“Kami berharap SPBUN Desa Kuala dapat segera melayani kebutuhan BBM jenis solar bersubsidi bagi nelayan di Kecamatan Selakau,” ujarnya.

Ia juga menegaskan harga solar subsidi harus tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp6.800 per liter serta disalurkan menggunakan barcode yang dipegang langsung oleh nelayan penerima agar tidak disalahgunakan pihak lain.

“Kami berharap pengurusan rekomendasi barcode dipercepat dan dipermudah supaya nelayan mudah melaut,” tambahnya.

Investasi Swasta, Operasional Belum Optimal

SPBUN Kuala diketahui merupakan investasi pengusaha perorangan untuk memenuhi kebutuhan BBM nelayan Selakau. Fasilitas ini mulai dibangun pada 2023 dan rampung pada Januari 2026.

Meski berada di darat, lokasinya sangat dekat dengan tempat sandar kapal nelayan di sepanjang Sungai Selakau serta kawasan permukiman warga.

Kepemilikan SPBUN sempat menjadi perbincangan setelah adanya penggerebekan oleh masyarakat beberapa waktu lalu. Sejumlah nama seperti Haji Dede dan Andi Syarif alias Andi Merdeka disebut-sebut sebagai pemilik, namun hingga kini belum dapat dimintai konfirmasi.

Jam operasional masih terbatas dan kapasitas penyimpanan belum diumumkan secara resmi. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya memperkirakan kuota solar subsidi SPBUN Kuala sekitar 16 ribu liter per minggu.

292 Nelayan Diajukan, Baru 10 Barcode Uji Coba

Gustian alias Lobek, warga Selakau yang mengaku sebagai koordinator nelayan. Ia juga sekaligus pihak yang mengaku mengurus pengajuan barcode kepada Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Sambas.

Namun menurutnya pada tahap awal, baru 10 orang nelayan mendapat barcode yang digunakan dalam uji coba sistem. Ia optimis selesai uji coba berjalan lancar maka 292 nelayan lainnya akan mendapat barcode.

“Harapan kami kuota BBM solar subsidi bisa ditambah setelah uji coba 10 barcode ini berjalan lancar dan terbaca karena ada 292 nelayan sudah diusulkan untuk mendapatkan barcode dari Dinas Kelautan Perikanan Sambas,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengajuan barcode harus melalui rekomendasi Kepala Desa sebelum diteruskan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sambas.

Nelayan Masih Bergantung pada SPBU Darat

Sebelum SPBUN tersedia, nelayan Selakau harus membeli BBM di SPBU darat yang jaraknya relatif jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pelabuhan nelayan.

Harga BBM di SPBU darat sebenarnya dijual sesuai HET, namun nelayan kerap harus menggunakan jasa titip pembelian atau jasa antre berbayar sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi lebih tinggi dari harga resmi.

Praktik seperti ini memang lazim terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Sambas karena adanya keuntungan ekonomis bagi pihak yang menyediakan jasa tersebut.

Praktik ini dikenal sebagai “cangkau”, yakni pembelian BBM subsidi sesuai HET, kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Salah satu pemicu adalah kondisi keterbatasan akses dan antrean panjang di SPBU darat.

Akhirnya nelayan kerap mengandalkan jasa perantara berbayar dan akibatnya, harga BBM yang diterima di tingkat nelayan melampaui HET dan pada jalur non resmi dilaporkan mencapai Rp8.000 per liter atau bahkan bisa lebih.

  • Penulis: Radiman Lah
  • Editor: Radiman Lah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Sulsel Pimpin Sertijab Pejabat Utama Kapolres serta Lantik Dirres PPA dan PPO

    Kapolda Sulsel Pimpin Sertijab Pejabat Utama Kapolres serta Lantik Dirres PPA dan PPO

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sulsel, Lidik.co   Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran serta Pelantikan Jabatan Direktur Reserse Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sulsel. Kegiatan berlangsung di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel, Selasa (20/01/2026). Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. […]

  • Dandim 1208/Sambas Hadiri Sertijab Danyonif 645/Gardatama Yuda

    Dandim 1208/Sambas Hadiri Sertijab Danyonif 645/Gardatama Yuda

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co Komandan Kodim 1208/Sambas, Letkol Inf Dwitanto Kusumo menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon Infanteri 645/Gardatama Yuda yang berlangsung khidmat di Markas Yonif 645/Gty, Jumat (09/01/2026). Sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Danbrig 19 KH Kolonel Inf Miseal Marthen Jenry Polii sebagai bagian dari mekanisme pembinaan personel dan penyegaran kepemimpinan di lingkungan TNI […]

  • Satgas Yonarhanud 1/PBC Kostrad Berhasil Cegah Masuknya Narkoba, Pangdam XII/Tpr Serahkan 63 Kilogram Sabu dan Pelaku ke BNNP Kalbar
    TNI

    Satgas Yonarhanud 1/PBC Kostrad Berhasil Cegah Masuknya Narkoba, Pangdam XII/Tpr Serahkan 63 Kilogram Sabu dan Pelaku ke BNNP Kalbar

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Nazly
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KUBU RAYA, LIDIK.CO – Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si., menyerahkan barang bukti kurang lebih 63 Kilogram dan satu orang terduga pelaku kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat. Acara berlangsung di Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr, Senin (15/9/2025). Enam puluh paket sabu seberat 63,658,9 Gram dan pelaku diserahterimakan oleh Mayjen TNI Jamallulael kepada […]

  • TMMD REGTAS Ke-126 Kodim 1208/Sambas Resmi Dibuka, Dan Satgas Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak
    TNI

    TMMD REGTAS Ke-126 Kodim 1208/Sambas Resmi Dibuka, Dan Satgas Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 79
    • 0Komentar

    SAMBAS.LIDIK.CO Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-126 Kodim 1208/Sambas secara resmi dibuka dan disambut penuh antusias oleh masyarakat serta seluruh unsur Forkopimda dan Forkopimcam. Pembukaan program terpadu ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan pembangunan fisik dan nonfisik yang akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sambas. Komandan Kodim 1208/Sambas Letkol Czi Priyo Indrarto, selaku Dansatgas […]

  • Gejolak Timur Tengah Ancam Ekonomi Global, Indonesia Harus Waspada

    Gejolak Timur Tengah Ancam Ekonomi Global, Indonesia Harus Waspada

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Foto ilustrasi AI Pakar ekonomi Sutan Nasomal mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi dampak perang terhadap stabilitas ekonomi nasional. Jakarta, Lidik.co Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan negara-negara yang terlibat konflik, tetapi juga negara berkembang seperti Indonesia. Pakar Hukum Pidana […]

  • Satgas Yonif 131/Brajasakti Gelar Pelayanan Kesehatan di Kampung Ampas
    TNI

    Satgas Yonif 131/Brajasakti Gelar Pelayanan Kesehatan di Kampung Ampas

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    KEEROM, LIDIK.CO   Kepedulian Satgas Yonif 131/Brajasakti terhadap kesehatan warga di perbatasan kembali diwujudkan melalui pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Ahad (14/9/2025). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Serda Laoli dari Pos Ampas ini menyasar masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan maupun obat-obatan dasar. Kehadiran prajurit TNI di tengah warga disambut […]

expand_less Back to top