Memaknai Isra’ Mi’raj: Saat Iman Diuji, Etika Diperlukan
- account_circle Sigi
- calendar_month Jum, 16 Jan 2026

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"source_ids":{},"source_ids_track":{},"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":4},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}
LIDIK.CO
Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis dalam perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia adalah kisah tentang keyakinan, ketaatan, dan keberanian moral—nilai-nilai yang justru terasa semakin relevan di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi.
Dalam satu malam, Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu diangkat ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini melampaui logika manusia, namun di situlah letak ujiannya: apakah iman hanya bergantung pada nalar, atau berakar pada keyakinan yang kokoh.
Isra’ Mi’raj juga menghadirkan pesan paling fundamental bagi umat Islam: kewajiban salat lima waktu. Salat bukan hanya ritual, tetapi sarana pembentukan karakter, mengajarkan disiplin, kejujuran, dan kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam pengawasan Sang Pencipta.

Di tengah realitas sosial hari ini, makna Isra’ Mi’raj seharusnya tidak berhenti pada peringatan seremonial. Ia patut dimaknai sebagai pengingat akan pentingnya etika, tanggung jawab, dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Keimanan yang kuat semestinya tercermin dalam sikap, bukan hanya ucapan.
Sebagai sebuah peristiwa spiritual, Isra’ Mi’raj mengajak kita untuk menengok ke dalam diri: sejauh mana iman memandu keputusan, membentuk integritas, dan menjaga nurani agar tetap hidup di tengah berbagai kepentingan duniawi.
Peringatan Isra’ Mi’raj adalah ruang refleksi, bukan untuk merasa paling benar, tetapi untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih bertanggung jawab, baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat.
Selamat memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Semoga hikmahnya tidak hanya diperingati, tetapi benar-benar dihidupi.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
- Penulis: Sigi
- Editor: Radiman Lah
- Sumber: Dapur Redaksi Lidik.co

















Saat ini belum ada komentar