Dirut PDAM Motanang Buol Klarifikasi Sorotan Publik Yang Beredar
- account_circle Syaf
- calendar_month Sel, 28 Okt 2025

BUOL.LIDIK.CO
Direktur PDAM Motanang Kabupaten Buol Sulawesi Tengah(Sulteng) Nasir Konio memberikan penjelasan yang saat ini menjadi perbincangan publik baik di media sosial(medsos) dan pada sejumlah group whatsaap, terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan PDAM Motanang.
” Sebelum saya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur PDAM Buol, kondisi internal PDAM memang telah menghadapi sejumlah tantangan, baik dalam aspek pelayanan publik maupun tata kelola administrasi.” Kata Nasir
Nasir menjelaskan sejak awal masa jabatannya, tengah melakukan pembenahan secara bertahap untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai dengan regulasi dan prosedur resmi yang berlaku. Selasa 28 Oktober 2025.
Lanjut Nasir Jika tudingan tersebut di tujukan kepada PDAM Motanang yang saat ini di pimpinnya maka Nasir dengan tegas menyatakan bahwa sejak PDAM dipimpinnya informasi tersebut tidak tidak pernah terjadi.
Menurutnya PDAM Motanang berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan air bersih yang transparan, adil, dan akuntabel kepada seluruh masyarakat.
“Saya sebagai Direktur PDAM Motanang menolak keras segala bentuk praktik pungutan liar dalam bentuk apa pun. Jika ada oknum di lingkungan PDAM terbukti secara sah melakukan pungutan liar, maka saya tidak segan-segan untuk melakukan pemecatan” tegasnya
Terkait informasi yang beredar bahwa ada pungutan liar Nasir menjelaskan setelah di telusuri hal tersebut terjadi sebelum masa kepemimpinannya di PDAM,
” Pernah ada informasi itu namun setelah saya telusuri dugaan itu terjadi sebelum saya menjabat,” Kata Nasir
Lebih Lanjut Nasir menegaskan bahwa tidak ada biaya atau pungutan di luar ketentuan resmi yang diterapkan PDAM Motanang. Pihaknya terbuka dan siap bekerja sama dengan aparat pengawas, lembaga pemerintah, maupun rekan-rekan media untuk memastikan pelayanan tetap berjalan sesuai standar dan bebas dari penyimpangan.
Selain melakukan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan, Plt terus melakukan normalisasi jaringan air bersih dari induk untuk di alirkan ke masyarakat
Hal itu di lakukan sebagai bentuk komitmen PDAM Motanang akan terus meningkatkan kualitas pelayanan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.
Oleh karena itu Dirut PDAM meminta maaf kepada seluruh media yang ada di Kabupaten Buol, Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, Nasir akan berupaya memberikan penjelasan mengenai alasan mengapa Direktur PDAM terkadang sulit ditemui oleh wartawan:
Kesibukan dalam Menangani Tugas Strategis Direktur PDAM memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola operasional dan kebijakan strategis perusahaan, yang membutuhkan fokus dan waktu intensif untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
Jadwal yang Padat dan Terjadwal Ketat
Aktivitas Direktur sering kali meliputi rapat internal, koordinasi dengan instansi pemerintah, serta pertemuan dengan pemangku kepentingan lain yang telah dijadwalkan sebelumnya. Oleh karena itu, permintaan wawancara mendadak sulit untuk segera diakomodasi.
Protokol Komunikasi Perusahaan
Untuk menjaga konsistensi informasi dan menghindari kesalahpahaman, komunikasi resmi dengan media umumnya difasilitasi melalui Bagian Humas atau Juru Bicara Resmi Perusahaan. Wartawan diimbau untuk berkoordinasi terlebih dahulu melalui saluran tersebut.
Kehati-hatian dalam Menyikapi Isu Sensitif Menghadapi isu seperti dugaan pungli, PDAM harus berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Setiap klarifikasi perlu melalui koordinasi dengan tim hukum dan manajemen, agar informasi yang disampaikan akurat, bertanggung jawab, dan tidak menimbulkan persepsi keliru.
Profesional dan Fokus Kinerja Dalam situasi tekanan publik yang tinggi, PDAM perlu menjaga stabilitas internal dan fokus terhadap tugas utama, yaitu melayani masyarakat secara optimal.
Dengan demikian, kami berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada publik dan media. PDAM Motanang akan terus berupaya meningkatkan pelayanan serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
- Penulis: Syaf
- Editor: Sniper

















Saat ini belum ada komentar