Perumda Sambas di Tengah Dinamika Internal Yang Kompleks, Direksi Pilih Bangun Komunikasi dan Solusi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sen, 22 Sep 2025

Sambas, LIDIK.CO
Di balik upaya membangun layanan air minum yang sehat dan profesional, Perumda Tirta Muare Ulakan Sambas sempat menghadapi dinamika internal yang kompleks. Berbagai pihak dengan pengaruh dan kepentingan berbeda terlibat dalam tarik ulur arah perusahaan, mulai dari karyawan, pemegang saham, manajemen, hingga unsur pemerintah daerah.
Direktur Perumda, Arpandi, S.P., M.H., mengungkapkan bahwa situasi tersebut melahirkan sejumlah “kubu” yang masing-masing membawa agenda dan perspektif berbeda. “Ada Kubu Karyawan, Kubu Pemegang Saham, Kubu Manajemen, dan Kubu Pemerintah Daerah. Semua punya suara, semua punya kepentingan,” ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, Arpandi memilih untuk bersikap netral dan menjadi jembatan komunikasi antar pihak. Ia menginisiasi pertemuan lintas kubu, menyusun laporan kepada pemegang saham, dan merancang strategi penyelesaian yang berorientasi pada kepentingan bersama.
Langkah-langkah yang diambil antara lain:
– Menjaga netralitas dan objektivitas dalam pengambilan keputusan.
– Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan.
– Memperbaiki sistem dan prosedur internal agar lebih efisien.
– Meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan karyawan.
– Memperkuat hubungan eksternal dengan pemerintah, masyarakat, dan mitra bisnis.
– Mendorong digitalisasi melalui sistem informasi, PPID, dan media sosial perusahaan.
“Dalam situasi seperti itu, kekuasaan bukan segalanya. Yang dibutuhkan adalah kepercayaan, komunikasi, dan niat baik untuk membangun bersama,” tegas Arpandi.
Kisah ini menjadi cerminan bahwa membangun institusi publik bukan hanya soal infrastruktur dan angka, tapi juga soal kepemimpinan yang mampu merawat keberagaman suara dan menjadikannya kekuatan kolektif.
- Penulis: Redaksi

















Saat ini belum ada komentar