Akses Solar Petani Jadi Sorotan, Pemkab Sambas Ambil Langkah Cepat
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sel, 23 Jun 2026

Akses Solar Petani Jadi Sorotan, Pemkab Sambas Ambil Langkah Cepat Tambah Kuota 4 KL Solar untuk Petani Jawai
Sambas, Lidik.co – Pemerintah Kabupaten Sambas merespons keluhan petani terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kecamatan Jawai dan Jawai Selatan dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Jawai, Selasa (23/6/2026).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait, unsur Forkopimda Kabupaten Sambas, Forkopimcam, perwakilan PT Pertamina Regional Kalimantan Sales Area Retail Kalimantan Barat, pengelola SPBU Dungun Laut, serta Aliansi Masyarakat Peduli Petani Jawai Bersatu.
Dalam pertemuan itu, berbagai pihak membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan kebutuhan solar bagi petani tetap terpenuhi sehingga aktivitas pertanian tidak terganggu.
Salah satu hasil rapat adalah penambahan kuota solar sebanyak 4 kiloliter yang akan disalurkan melalui SPBU Tekarang untuk membantu kebutuhan petani. Selain itu, akan dilakukan verifikasi dan validasi data petani maupun nelayan penerima rekomendasi BBM subsidi agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Rapat juga menyepakati peningkatan pengawasan distribusi solar. Aparat penegak hukum menyatakan komitmennya untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi, serta membuka ruang pelaporan bagi masyarakat.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Sambas bersama DPRD Kabupaten Sambas akan mengusulkan penambahan kuota solar kepada BPH Migas. Sementara itu, pihak SPBU diminta mengatur kembali jadwal penyaluran solar agar pelayanan terhadap petani dapat berjalan lebih tertib dan optimal.
Camat Jawai, Hermi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya mencari solusi atas persoalan yang dikeluhkan petani. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, Pertamina, aparat penegak hukum, pengelola SPBU, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kelancaran aktivitas pertanian di wilayah Jawai dan Jawai Selatan.
- Penulis: Redaksi

















Saat ini belum ada komentar