Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sambas » Berkah Berkemajuan » Sambut HUT Kota Sambas ke-395, Pemilihan Bujang Dare 2026 Siapkan Generasi Muda Berbudaya dan Berprestasi

Sambut HUT Kota Sambas ke-395, Pemilihan Bujang Dare 2026 Siapkan Generasi Muda Berbudaya dan Berprestasi

  • account_circle Radiman Lah
  • calendar_month Sab, 30 Mei 2026

Desain poster Pemilihan Bujang Dare 2026

Sambas, Lidik.co

Momentum Hari Jadi Kota Sambas ke-395 akan semakin semarak dengan digelarnya Pemilihan Bujang dan Dare Sambas 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari bersejarah bagi masyarakat Sambas tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berbudaya, berkarakter, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap daerahnya.

Pegiat budaya Kabupaten Sambas, Uray Guntur Saputra, mengatakan Pemilihan Bujang dan Dare Sambas bukan sekadar ajang pencarian putra-putri terbaik berdasarkan penampilan semata, melainkan wadah pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyediakan wadah bagi generasi muda Sambas untuk mengembangkan diri, menambah wawasan, melatih kemampuan komunikasi, membangun kepercayaan diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap budaya dan daerahnya sendiri,” ujar Guntur kepada Lidik.co. Sabtu malam (30/5/2026).

Poster Pemilihan Bujang Dare Sambas 2026

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir figur-figur muda yang mampu menjadi representasi Kabupaten Sambas dalam memperkenalkan budaya, adat istiadat, pariwisata, serta berbagai potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia menegaskan bahwa Bujang dan Dare Sambas nantinya tidak hanya berperan sebagai ikon generasi muda, tetapi juga sebagai duta budaya yang mampu membawa citra positif daerah di berbagai kesempatan.

“Budaya dan tradisi tidak cukup hanya dikenang. Budaya harus dikenalkan, dipelajari, dijaga, dan diwariskan kepada generasi muda.” Tegas Guntur.

Guntur menilai pemilihan momentum Hari Jadi Kota Sambas ke-395 memiliki makna yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan sejarah dan identitas masyarakat Sambas.

“Hari Jadi Kota Sambas bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengingat tentang sejarah, adat, budaya, dan jati diri masyarakat Sambas. Melalui momentum ini, generasi muda diharapkan semakin mengenal dan memahami identitas budaya daerahnya,” katanya.

Menurutnya, budaya dan tradisi tidak cukup hanya dikenang. Budaya harus terus dikenalkan, dipelajari, dijaga, serta diwariskan kepada generasi penerus agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan Bujang dan Dare Sambas dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya Melayu Sambas di tengah arus modernisasi.

Lebih lanjut, Guntur berharap kegiatan tersebut mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam penampilan, tetapi juga memiliki wawasan luas, karakter yang baik, etika yang santun, kemampuan komunikasi yang mumpuni, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.

“Kami ingin generasi muda Sambas tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan daerah, tetapi ikut mengambil peran. Mereka diharapkan mampu menjadi pribadi yang santun, komunikatif, berwawasan, memiliki karakter baik, serta mampu membawa citra positif Kabupaten Sambas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah sendiri. Menurutnya, budaya akan tetap hidup apabila generasi mudanya mau mengenal, menjaga, menggunakan, dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Agar kegiatan ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan, Guntur mengusulkan sejumlah langkah strategis, di antaranya membangun program kerja mandiri bagi Bujang dan Dare Sambas, memperkuat publikasi digital melalui berbagai platform media sosial, serta memperluas kolaborasi dengan komunitas budaya, pegiat wisata, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan media lokal.

“Melalui kolaborasi yang kuat, Bujang dan Dare Sambas tidak hanya hadir saat malam final, tetapi juga dapat terus berkontribusi dalam promosi budaya, pariwisata, sejarah, dan potensi daerah sepanjang tahun,” jelasnya.

Berdasarkan informasi panitia, pendaftaran peserta telah dibuka sejak 4 Mei dan akan berakhir pada 24 Juni 2026. Tahapan seleksi dijadwalkan berlangsung pada 26 hingga 28 Juni 2026, sementara pengumuman 15 pasang finalis akan dilakukan pada 5 Juli 2026.

Babak final Pemilihan Bujang dan Dare Sambas 2026 akan digelar pada 18 hingga 19 Juli 2026 di Aula Kantor Bupati Sambas.

Panitia menyediakan kuota sebanyak 50 peserta putra (Bujang) dan 50 peserta putri (Dare). Meski demikian, penyelenggara tidak menetapkan target jumlah pendaftar tertentu dan optimistis kegiatan tersebut akan mendapatkan respons positif dari masyarakat Kabupaten Sambas.

Mengusung tema “Generasi Berbudaya, Berkarakter, dan Berprestasi”, ajang ini diharapkan menjadi ruang lahirnya generasi muda yang tidak hanya siap bersaing di era modern, tetapi juga mampu menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan identitas budaya Sambas kepada dunia yang lebih luas.

  • Penulis: Radiman Lah
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengakuan Pemilik Pangkalan LPG di Tekarang: Jatah Digabung, Harga Naik Karena Ongkos Antar

    Pengakuan Pemilik Pangkalan LPG di Tekarang: Jatah Digabung, Harga Naik Karena Ongkos Antar

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Foto ilustrasi oleh AI Sambas, Lidik.co – Temuan lapangan terkait tingginya harga LPG subsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Sambas terus berkembang. Dalam penelusuran langsung di salah satu pangkalan di Kecamatan Tekarang, awak media memperoleh sejumlah keterangan terkait pola distribusi dan penjualan gas bersubsidi tersebut. Pemilik pangkalan yang karib disapa Haji Dodo mengaku saat ini […]

  • Kepala Satpol PP Sambas Meninggal Demi Selamatkan Anak Tenggelam di Laut

    Kepala Satpol PP Sambas Meninggal Demi Selamatkan Anak Tenggelam di Laut

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Kepala Satpol PP Sambas meninggal dunia setelah berusaha menyelamatkan anak laki-lakinya yang tenggelam di laut Temajuk. Sambas, Lidik.co Kabar duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Sambas. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sambas, Ilham Jamaludin, meninggal dunia setelah tenggelam saat berusaha menyelamatkan anaknya di perairan Pantai JS Resort, Temajuk, Senin sore (16/2/2026). Peristiwa tragis tersebut […]

  • Polsek Marbo Peduli, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Banggae

    Polsek Marbo Peduli, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Banggae

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Takalar,LIDIK.CO – Wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, Polsek Marbo Polres Takalar melaksanakan kegiatan anjangsana sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Dusun Banggae, Desa Banggae, Kecamatan Marbo, Kabupaten Takalar, Jumat (29/8/2025) pagi. Kapolsek Marbo, AKP H. Sarro, bersama Waka Polsek Ipda Rosto serta Bhabinkamtibmas Desa Banggae, Bripka Amiruddin, menyambangi kediaman korban kebakaran, Dg. […]

  • Jaga Kebersamaan, Satgas Yonif 642/Kps Laksanakan Kegiatan Gotong Royong Bersama Warga

    Jaga Kebersamaan, Satgas Yonif 642/Kps Laksanakan Kegiatan Gotong Royong Bersama Warga

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Rudi.k
    • visibility 94
    • 0Komentar

    TELUK-BINTUN.LIDIK.CO Dalam rangka meningkatkan semangat gotong royong dan mempererat hubungan antara personel Pos Meyerga dan Masyarakat. Pos Meyerga Satgas Yonif 642/Kps melaksanakan kegiatan Karya Bakti bersama masyarakat yang berlokasi di Kantor Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. (19/7/2025). Anggota Pos Meyerga bersama aparat distrik dan masyarakat Distrik Moskona Barat bergotong royong melakukan pembersihan […]

  • Sambug Kopiah Angkat Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Melayu Kalbar

    Sambug Kopiah Angkat Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Melayu Kalbar

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Foto Kopiah atau Songkok Sambug Kubu Raya, Lidik.co Di tengah arus produk massal, sebuah usaha rumahan di Serdam, Kubu Raya, justru menempuh jalur berbeda: mengolah warisan budaya menjadi nilai ekonomi. “Sambug Kopiah”, karya pengrajin Hamba Ali, kini menembus pasar lintas daerah hingga Malaysia Timur, Rabu (29/4/2026). Nama “Sambug” bukan sekadar merek. Ia merupakan akronim dari […]

  • Perundungan: Saat Kekerasan Sosial Menjadi Tontonan

    Perundungan: Saat Kekerasan Sosial Menjadi Tontonan

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle Sigi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    TAJUK RENCANA | LIDIK Perundungan: Saat Kekerasan Sosial Menjadi Tontonan Peristiwa perundungan yang melibatkan anak-anak perempuan di lapangan sepak bola Batu Bedinding, Kecamatan Salatiga, kembali membuka ruang refleksi yang tidak bisa lagi ditunda. Kejadian ini bukan sekadar insiden lokal, melainkan bagian dari pola yang berulang—kekerasan sosial yang terjadi di ruang terbuka, terekam, lalu menyebar luas […]

expand_less Back to top