Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lidik Lifestyle » Muawiyah Ubah Khilafah Jadi Tahta Warisan Anak

Muawiyah Ubah Khilafah Jadi Tahta Warisan Anak

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Jum, 27 Feb 2026

Muawiyah Ubah Khilafah Jadi Tahta Warisan Anak

Kali ini kita bahas sosok super krusial, Muawiyah ibn Abi Sufyan (atau Muʿāwiyah I), pendiri Dinasti Umayyah pertama. Dia bukan cuma sahabat Nabi, tapi juga politisi ulung, gubernur tangguh, dan khalifah yang mengubah wajah kekhalifahan dari model Rashidun (pemilihan) jadi dinasti turun-temurun. Kisahnya penuh drama. Dari musuh Nabi jadi sahabat, dari gubernur Suriah yang bandel sampai berseteru dengan Ali bin Abi Thalib dan Hasan, lalu mendirikan imperium yang luas banget.

Lahir sekitar 602 M di Mekah, anak Abu Sufyan (pemimpin karavan super kaya) dan Hind bint Utbah (yang di Uhud sempat mengunyah hati Hamzah). Keluarga ini musuh bebuyutan Nabi, ikut Badr, Uhud, Khandaq, semuanya anti-Islam. Tapi pas Fathu Makkah 630 M, tiba-tiba semua masuk Islam. Muawiyah? Langsung jadi juru tulis wahyu. Dari “taliq” (mantan tawanan yang dibebaskan) jadi sahabat Nabi. Lucu ya, mirip politisi zaman sekarang yang dulu oposisi keras, begitu kekuasaan datang langsung klaim “saya sudah dari dulu pendukung perubahan”.

Di bawah Abu Bakar dan Umar, dia ikut penaklukan Suriah. Umar angkat dia gubernur Damaskus 639 M. Di bawah Utsman, kekuasaannya melebar dari Suriah, Palestina, hingga angkatan laut pertama Muslim. Dia bangun armada, rebut Siprus, Rodos, hancurkan Bizantium di Pertempuran Masts 655 M. Sukses banget sebagai administrator, toleran ke Kristen, rekrut suku lokal, ekonomi jalan. Tapi di balik itu, dia sudah bangun basis kuasa pribadi yang kuat. Mirip gubernur daerah sekarang yang “sukses pembangunan” tapi perlahan-lahan bikin dinasti lokal sendiri, kan?

Lalu meledak Fitnah Besar pas Utsman dibunuh 656 M. Muawiyah (kerabat Utsman) angkat spanduk “balas dendam darah khalifah”. Dia tolak bai’at ke Ali bin Abi Thalib, ganti gubernur, dan tuduh Ali “lindungi pembunuh”. Perang Unta selesai, langsung Perang Siffin Juli 657 M di tepi Efrat. Pasukan Ali unggul, tapi pasukan Muawiyah angkat mushaf Al-Quran di ujung tombak, “Kitabullah yang memutuskan!” Ali curiga muslihat, tapi pasukannya (yang takut dosa) paksa berhenti. Arbitrase di Dumat al-Jandal gagal total. Hasilnya? Khawarij lahir, Ali dibunuh 661 M. Muawiyah langsung self-declared khalifah di Damaskus.

Nuan bayangkan, perang saudara karena ambisi kekuasaan dibungkus agama. Mirip banget politik elite sekarang, satu pihak bilang “saya bela keadilan”, pihak lain bilang “saya bela persatuan”, tapi ujung-ujungnya rebut kursi. Fitnah pertama ini pecah umat sampai sekarang. Yang paling ironis, yang menang justru yang paling ahli politik, bukan yang paling saleh.

Hasan bin Ali naik jadi khalifah 7 bulan. Muawiyah maju dengan pasukan besar ke Irak. Hasan, yang benci pertumpahan darah, pilih damai Agustus 661 M. Perjanjian Hasan-Muawiyah super jelas:
– Berkuasa sesuai Quran & Sunnah
– Suksesor lewat shura (musyawarah), bukan turun-temurun
– Amnesti total, Ahlul Bait aman

Hasan mundur ke Madinah, Muawiyah masuk Kufah dengan damai. Disebut “Tahun Persatuan”. Tapi… seperti janji politik zaman sekarang yang ditulis di kertas lalu dilupakan begitu kursi sudah diduduki, Muawiyah kemudian langgar semua. Kutuk Ali di mimbar tiap Jumat selama 60+ tahun (bayangin, kampanye hitam resmi dari atas mimbar!), eksekusi Hujr bin Adi (sahabat Ali). Yang paling parah, tunjuk Yazid sebagai putra mahkota. Lahirlah Dinasti Umayyah, pertama kali kekhalifahan jadi kerajaan turun-temurun. Hasan wafat 670 M (Syiah yakin diracuni, kontroversial tapi banyak sumber klasik sebut Muawiyah dalang). Mirip banget pemimpin yang bilang “ini buat stabilitas dan persatuan”, tapi akhirnya bikin tahta warisan buat anak, dan umat yang bayar mahal.

Sebagai khalifah (661–680 M), Muawiyah pindah ibukota ke Damaskus, bangun imperium gila. Serang Bizantium tiap tahun, rebut Afrika Utara, ekspansi ke Oxus. Administrasi tiru Bizantium seperti dīwān, pos, cap mohor, pejabat Kristen tetap dipakai. Ekonomi jalan, tentara loyal. Tapi gaya hidupnya sudah “raja,” bodyguard, tahta, protokol kerajaan. Madelung bilang ini awal mulk (monarki) menggantikan khilafah. Persis seperti yang dulu dicela, dari pemimpin terpilih jadi raja turun-temurun.

Wafat April/Mei 680 M di Damaskus umur 78 tahun. Sebelum wafat, dia wasiatkan Yazid, padahal janji shura sudah dibuang ke tong sampah. Beliau dimakamkan di Bab al-Saghir.

Bagi yang suka versi “stabilitas,” dia satukan umat setelah fitnah, ekspansi Islam sampai Afrika & Asia Tengah. Bagi yang kritis (termasuk banyak ulama klasik), dia ubah khilafah jadi kerajaan, lahirkan Karbala, dan contoh buruk “politik dinasti” yang sampai sekarang masih diulang-ulang di mana-mana. Sunni hormati sebagai sahabat Nabi yang pintar, Syiah kutuk sebagai pembunuh karakter Ahlul Bait. Tabari dan Ibn Kathir catat semuanya, bukan hitam-putih, tapi manusia biasa dengan ambisi super tinggi.

Muawiyah mengajarkan kita satu hal yang masih relevan 1.400 tahun kemudian, kalau pemimpin bilang “ini buat umat dan persatuan” tapi langsung siapkan kursi buat anak atau kroni, maka waspadalah, sejarah pasti berulang. Dari Siffin sampai sekarang, yang kalah selalu rakyat biasa, yang menang selalu yang ahli main politik.

  • Penulis: Rosadi Jamani
  • Editor: Radiman Lah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengakuan Giffarian Buka Sorotan Pengawasan Hutan Lindung di Sambas

    Pengakuan Giffarian Buka Sorotan Pengawasan Hutan Lindung di Sambas

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sambas, Lidik.co Pengakuan mantan anggota DPRD Kabupaten Sambas periode 2009–2014, Giffarian, membuka sorotan baru terhadap persoalan pengawasan kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Sambas. Ia menilai, polemik dugaan perambahan hutan yang selama ini mengemuka justru lebih banyak diarahkan pada kasus-kasus kecil, sementara aktivitas pembukaan lahan skala besar yang diduga melibatkan cukong dan korporasi luput dari pengawasan […]

  • Syamsuddin di Mata Para Pemimpin Redaksi: Mentor yang Melahirkan Pemimpin

    Syamsuddin di Mata Para Pemimpin Redaksi: Mentor yang Melahirkan Pemimpin

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Syamsuddin Pemimpin Redaksi bni.co.id Sambas, Lidik.co Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap bulan Mei menjadi ruang refleksi bagi insan pers, sekaligus momen untuk mengenang sosok-sosok yang berperan besar dalam membentuk kualitas dan karakter jurnalis di daerah, Rabu (5/5/2026). Salah satu figur yang mendapat pengakuan luas dari para Pemimpin Redaksi media online di Kalimantan […]

  • Pembekalan Kemampuan Binpotmar Insan Teritorial Pasmar 2
    TNI

    Pembekalan Kemampuan Binpotmar Insan Teritorial Pasmar 2

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Lidik.co Pembekalan Kemampuan Binpotmar Insan Teritorial Pasmar 2 bertempat di Graha Gafur Chalik Mako Pasmar 2 Kesatrian Moekijat Gedangan Sidoarjo, Selasa (10/3/2026). Acara Pembekalan Kemampuan Pembinaan Potensi Maritim TW I TA 2026 secara resmi dibuka oleh Komandan Pasmar 2. Acara pembekalan diikuti oleh Perwira, Bintara dan Tamtama Insan Teritorial perwakilan dari tiap-tiap Batalyon Marinir […]

  • Utamakan Musyawarah, GWI Sambas Dorong Pertemuan RL dengan Pemred ungkapfakta.id

    Utamakan Musyawarah, GWI Sambas Dorong Pertemuan RL dengan Pemred ungkapfakta.id

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Foto ilustrasi oleh AI Sambas, Lidik co – Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Wartawan Indonesia (DPC GWI) Kabupaten Sambas mendorong penyelesaian secara damai dan kekeluargaan terkait polemik yang sempat terjadi antara RL dan Pemimpin Redaksi ungkapfakta.id, Rudi Kurniawan. Ketua DPC GWI Sambas, Radiman Lah, mengatakan komunikasi antara kedua belah pihak terus berjalan. Berdasarkan informasi yang diterima […]

  • Proyek Jembatan Bailey Tuai Kekecewaan Warga, Fadli: Proyek Masih Dalam Pemeliharaan 

    Proyek Jembatan Bailey Tuai Kekecewaan Warga, Fadli: Proyek Masih Dalam Pemeliharaan 

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Jembatan Bailey Ramayadi, Jawai Selatan masih dalam pemeliharaan oleh pihak kontraktor pelaksana. Sambas, Lidik.co Warga Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas mengeluhkan kondisi oprit atau jalan pendekat Jembatan Bailey Ramayadi yang disebut mulai mengalami keretakan meski belum genap setahun selesai dibangun. Jembatan Bailey tersebut diketahui telah diresmikan Pemerintah Kabupaten Sambas pada Januari 2026 […]

  • Apel Gabungan Pasca Idul Fitri, Bupati Satono Tekankan Disiplin dan Etos Kerja ASN

    Apel Gabungan Pasca Idul Fitri, Bupati Satono Tekankan Disiplin dan Etos Kerja ASN

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Foto usai Apel Gabungan Pasca Idul Fitri Sambas, Lidik.co Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar apel gabungan pasca libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di halaman Kantor Bupati Sambas, Rabu pagi (25/3/2026). Apel ini menjadi momentum awal untuk memastikan kembalinya ritme kerja dan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sambas. Selain sebagai penanda […]

expand_less Back to top